Sumbardaily.com - Cuaca Indonesia pada Dasarian II Agustus 2026 diprediksi lebih banyak berada dalam kondisi hujan bawah normal. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian besar wilayah diperkirakan menerima curah hujan di bawah pola rata-rata selama periode tersebut.
Dikutip dari BMKG Selasa (11/8/2026), sifat hujan pada Dasarian II Agustus 2026 secara umum diprediksi terbagi dalam empat kategori. Hujan jauh di atas normal diperkirakan hanya terjadi pada 0,50 persen wilayah, sedangkan kategori atas normal mencapai 0,95 persen dan kategori normal sebesar 3,04 persen.
Sementara itu, wilayah dengan sifat hujan bawah normal mendominasi dengan persentase mencapai 95,51 persen. Kategori bawah normal berarti curah hujan diperkirakan kurang dari 85 persen dibandingkan rata-rata curah hujan selama 30 tahun.
Besarnya cakupan wilayah dengan kategori bawah normal membuat pola cuaca Indonesia pada pertengahan Agustus perlu diperhatikan. Kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah akan mengalami cuaca ekstrem, tetapi menunjukkan adanya potensi periode yang lebih kering dibandingkan kondisi rata-ratanya.
Sumatera Didominasi Hujan Bawah Normal
Di Pulau Sumatera, hampir seluruh wilayah yang tercantum dalam prediksi masuk kategori bawah normal.
Di Aceh, wilayah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal meliputi Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Pidie, Aceh Barat, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Barat Daya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.
Kondisi serupa diprediksi terjadi di Sumatera Utara. Daerah yang masuk kategori tersebut antara lain Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Langkat, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Samosir, Kota Binjai, Deli Serdang, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Kota Pematangsiantar, Kota Padang Sidempuan, Batu Bara, dan Kota Tanjung Balai.
Di Sumatera Barat, seluruh wilayah yang tercantum juga masuk kategori bawah normal. Daerah tersebut mencakup Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Wilayah Riau yang diprediksi mengalami kondisi serupa yakni Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.
Kepulauan Riau juga didominasi kategori bawah normal, meliputi Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas, dan Natuna.
Prediksi yang sama berlaku di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, serta Lampung. Di Jambi, daerah yang tercantum meliputi Kerinci, Kota Sungai Penuh, Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi.
Di Bengkulu, wilayahnya meliputi Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Sementara di Sumatera Selatan, kategori bawah normal mencakup Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Ogan Komering Ilir.
Di Kepulauan Bangka Belitung, daerah yang masuk kategori tersebut adalah Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung, dan Belitung Timur. Sedangkan di Lampung meliputi Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Lampung Timur.
Jawa hingga Bali Juga Diprediksi Lebih Kering
Pola hujan bawah normal juga meluas ke Pulau Jawa. Di Banten, wilayah yang tercantum meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Seluruh wilayah DKI Jakarta juga masuk kategori bawah normal, yakni Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.
Di Jawa Barat, wilayah yang masuk kategori bawah normal antara lain Sukabumi, Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kota Banjar.
Kondisi serupa diprediksi di Jawa Tengah, mulai Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, hingga Rembang.
Daerah Istimewa Yogyakarta juga termasuk, yakni Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul.
Di Jawa Timur, sebagian besar wilayah juga diprediksi mengalami hujan bawah normal. Daerah tersebut mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Probolinggo, Lumajang, Kota Probolinggo, Jember, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Bali juga didominasi kategori bawah normal, meliputi Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, dan Karangasem.
Nusa Tenggara hingga Papua
Di Nusa Tenggara Barat, prediksi bawah normal mencakup Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Sementara di Nusa Tenggara Timur, daerah yang masuk kategori bawah normal antara lain Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.
Pola bawah normal juga diprediksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Wilayahnya mencakup sebagian besar kabupaten dan kota di masing-masing provinsi, termasuk Kota Pontianak, Kota Palangkaraya, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, hingga Kota Tarakan.
Di Sulawesi, kategori bawah normal mencakup wilayah yang luas di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.
Prediksi serupa juga berlaku di Maluku Utara dan Maluku, termasuk Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ambon, Kota Tual, serta sejumlah kabupaten di kedua provinsi tersebut.
Di kawasan Papua, sejumlah wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan juga tercatat dalam kategori bawah normal. Wilayah tersebut antara lain Raja Ampat, Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan, Maybrat, Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom, Kota Jayapura, Nduga, Lanny Jaya, Jayawijaya, Yahukimo, Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Asmat, Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.
Ada Wilayah yang Berbeda
Meski mayoritas Indonesia diprediksi mengalami hujan bawah normal, beberapa wilayah memiliki pola berbeda.
Kategori normal diprediksi terjadi di Simeulue, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kota Medan, Serdang Bedagai, Asahan, Sampang, Pamekasan, Ende, Sabu Raijua, Kupang, Maluku Barat Daya, Tolikara, dan Yalimo.
Sementara itu, kategori atas normal diprediksi terjadi di Sidoarjo dan Mamberamo Tengah. Curah hujan pada kategori ini berada pada kisaran 115 persen hingga 150 persen terhadap rata-rata 30 tahun.
Adapun kategori jauh di atas normal, yakni lebih dari 150 persen terhadap rata-rata 30 tahun, diprediksi terjadi di Bangkalan, Kota Pasuruan, Klungkung, dan Pegunungan Bintang.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca Indonesia pada Dasarian II Agustus 2026 tidak sepenuhnya seragam. Ketika sebagian besar wilayah berpotensi mengalami curah hujan lebih rendah dari rata-rata, beberapa daerah justru diprediksi menerima curah hujan normal hingga jauh di atas normal.
Dengan dominasi kategori bawah normal hingga 95,51 persen, pola cuaca pertengahan Agustus menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ancaman cuaca tidak hanya berkaitan dengan hujan lebat, tetapi juga periode yang lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia. (*)
















