Sumbardaily.com - Tradisi olahraga dayung tradisional Minangkabau kembali mendapat ruang untuk diwariskan kepada generasi muda melalui ajang Selaju Sampan Tradisional dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tahun.
Tahun ini, penyelenggara tidak hanya menggelar perlombaan sebagai bagian dari rangkaian perayaan, tetapi juga membuka kategori Kelompok Umur (KU) Junior 18 Tahun yang diarahkan menjadi wadah pembinaan atlet muda.
Perlombaan tersebut berlangsung di Batang Palinggam, Kota Padang, pada 6-7 Agustus 2026. Antusiasme peserta bahkan melampaui perkiraan awal panitia. Dari target 10 tim untuk kategori KU Junior 18 Tahun, tercatat 13 tim yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Selaju Sampan Tradisional, Mega Nanda mengatakan, jumlah peserta yang melampaui target menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan olahraga dayung tradisional di Kota Padang.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi tersebut agar tidak berhenti pada generasi tertentu.
"Target kami 10 tim untuk KU Junior 18, ternyata yang mendaftar 13 tim. Dan itulah cikal bakal untuk melestarikan dayung tradisional itu dari anak-anak muda kita. Mudah-mudahan dari KU Junior 18 ini, dayung tradisional Kota Padang ini tetap berjalan, berkembang, dan bertahan untuk kita semua," katanya, Jumat (7/8/2026).
Kategori KU Junior 18 Tahun memang dirancang dengan tujuan membina generasi muda sekaligus mempertahankan keberadaan olahraga dayung tradisional Minangkabau di Kota Padang.
Dengan masuknya peserta usia muda, tradisi yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat dapat terus diperkenalkan melalui kompetisi yang terorganisasi.
Babak penyisihan hingga partai final KU Junior 18 Tahun telah digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 6 hingga 7 Agustus 2026.
Hasil akhir perlombaan menempatkan Putra PDP Faliha Junior sebagai Juara 1, disusul Redis Junior sebagai Juara 2, PDP Faliha Junior di posisi Juara 3, dan Redis Junior sebagai Peringkat 4.
Para pemenang memperoleh piala dari Anggota DPRD Kota Padang, Erismiarti. Selain trofi, panitia juga memberikan dana pembinaan atau tabanas. Juara 1 menerima Rp4 juta, Juara 2 sebesar Rp3 juta, Juara 3 mendapatkan Rp2 juta, sedangkan Peringkat 4 memperoleh Rp1 juta.
Di sisi lain, penyelenggaraan Selaju Sampan Tradisional tahun ini dikembangkan menjadi dua kategori perlombaan.
Selain KU Junior 18 Tahun, terdapat pula Kategori Open Kota Padang yang menjadi bagian dari rangkaian kompetisi Selaju Sampan dalam memeriahkan HJK Padang ke-357 tahun.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga datang dari panitia penyelenggara dan warga Palinggam. Mereka menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Wali Kota, Wakil Wali Kota (Wawako), hingga jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Selaju Sampan Tradisional.
Koordinasi di lapangan juga disebut semakin intens. Sinergi antarinstansi dinilai semakin matang, salah satunya terlihat dari rutinnya para kepala dinas meninjau langsung lokasi pertandingan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan jalannya perlombaan tetap lancar sekaligus mengakomodasi berbagai kebutuhan panitia selama kegiatan berlangsung.
Bagi penyelenggara, perhatian terhadap kebutuhan di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan Selaju Sampan
Tradisional dapat berjalan dengan baik. Apalagi, rangkaian perlombaan belum berakhir setelah pertandingan KU Junior 18 Tahun selesai.
Perlombaan Selaju Sampan Tradisional masih akan berlangsung pada 8-9 Agustus 2026. Masyarakat Kota Padang pun diimbau hadir langsung ke lokasi untuk menyaksikan dan meramaikan salah satu tradisi olahraga yang menjadi bagian dari rangkaian HJK Padang ke-357 tahun tersebut.
Mega Nanda mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan pertandingan yang masih tersisa. Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai semangat kebersamaan yang melekat dalam tradisi Selaju Sampan.
"Kepada warga Kota Padang, Insya Allah pertandingan kita masih ada pada tanggal 8 hingga 9 Agustus. Sesuai dengan kebiasaan tradisional, Tambah ka Ujuang Tambah Rami, Tambaj ka Ujuang, Tambah Sangik (Makin di ujung, makin ramai. Makin di ujung, makin sengit). Mari hadiri, saksikan, serta ramaikan Selaju Sampan Tradisional dalam rangka HJK Kota Padang ke-357 tahun," katanya.
Selain mengajak masyarakat menyaksikan perlombaan, momentum HJK ke-357 tahun juga dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat pembangunan kota tanpa meninggalkan identitas budaya masyarakat Minangkabau.
"Selamat Ulang Tahun Kota Padang yang ke-357. Mari bersama kita bangun Kota Padang, mari bersama kita melangkah untuk kemajuan Kota Padang. Ketika kita berada di Kota Padang atau berada di bumi Minangkabau, kita tetap memegang teguh namanya adat, budaya, serta agama," tuturnya. (*)
















