Sumbardaily.com - Suasana duka yang menyelimuti sebuah keluarga di Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, berubah menjadi musibah yang lebih besar pada Sabtu (1/8/2026) pagi. Saat penghuni rumah tengah mengantar orang tua mereka ke pemakaman, kobaran api justru melahap tiga petak rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Selain terjadi ketika seluruh penghuni sedang berduka, proses pemadaman juga menghadapi tantangan berat akibat lokasi rumah yang berada di tengah area persawahan dengan akses jalan yang sempit sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran secara langsung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Padang, Budi Payan, mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 08.08 WIB. Hanya berselang dua menit, armada langsung diberangkatkan menuju lokasi.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 08.18 WIB setelah menempuh jarak sekitar 3,4 kilometer dari Pos 1 Kuranji. Proses penanganan berlangsung hingga pukul 09.12 WIB.
"Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang juga Ketua RT setempat, Syafril (51) yang melihat kobaran api besar dari rumah warga yang berada di tengah sawah di kawasan Binuang Kampung Dalam," kata Budi.
Rumah tersebut, katanya, diketahui sedang dalam keadaan kosong karena penghuninya tengah berduka atas meninggalnya orang tua mereka dan sedang mengantar jenazah menuju pemakaman.
"Saksi melihat api besar dari rumah warga di tengah sawah Binuang kampung dalam, yang mana rumah tersebut dalam kondisi ditinggal penghuni yang sedang berduka (orang tuanya meninggal) dalam proses mengantar ke pemakaman, saat itu terjadi kebakaran, untuk akses ke lokasi sangat jauh, tidak bisa dilewati armada karna ada tenda baralek dan sedimen tanah di sisi jalan menuju lokasi kebakaran kemudian saksi melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang," ungkapnya.
Data Dinas Damkar Kota Padang mencatat, kebakaran menghanguskan tiga petak bangunan rumah dengan luas masing-masing sekitar 4x7 meter persegi.
Sebanyak tiga kepala keluarga dengan total 12 penghuni terdampak dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Tidak ada pula warga yang harus mengungsi akibat kejadian itu.
Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan petugas diperkirakan senilai sekitar Rp70 juta. Petugas juga berhasil mencegah api merambat ke satu bangunan lain yang berada di sekitar lokasi dengan luas area yang berpotensi terdampak sekitar 20 x 10 meter persegi.
Tiga rumah yang terbakar diketahui masing-masing milik Redmidawati (40), Iyul (40) dan Permawelis (40), yang seluruhnya merupakan ibu rumah tangga.
Dalam proses penanganan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan lima unit armada dengan kekuatan 65 personel. Selain petugas Damkar, aparat kelurahan juga turut berada di lokasi untuk membantu penanganan kejadian.
Kondisi akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena jalan menuju rumah berada di tengah area persawahan dengan jalur yang sempit sehingga memperlambat mobilisasi armada menuju titik api.
Akibat kebakaran tersebut, tiga petak rumah mengalami kerusakan berat. Hingga penanganan selesai, tidak ditemukan korban meninggal dunia maupun korban luka dalam insiden tersebut. "Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," pungkas Budi Payan. (*)
















