Mancini Ingin Fans Italia Jatuh Cinta Lagi pada Azzurri

Sumbardaily.com – Roberto Mancini menegaskan tekadnya untuk mengembalikan kejayaan Timnas Italia sekaligus merebut kembali hati para pendukung Azzurri setelah kembali dipercaya menangani tim nasional. Pelatih berusia 61 tahun itu ingin membangun tim yang memainkan sepak bola atraktif, memaksimalkan potensi generasi muda, serta membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Kembalinya Pelatih Timnas Italia itu menjadi awal dari babak baru bagi Azzurri. Setelah menjalani periode pertama sebagai pelatih pada 2018 hingga 2023, Mancini kini kembali mengemban tanggung jawab besar dengan melanjutkan fondasi yang pernah ia bangun sekaligus menyatukan para pemain berpengalaman dan talenta muda dalam satu tim yang kompetitif.

Misi tersebut tidak akan mudah. Italia masih dibayangi kegagalan lolos ke tiga edisi terakhir Piala Dunia FIFA, sehingga harapan besar kini tertuju kepada Mancini untuk mengembalikan status Azzurri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Dalam acara perkenalannya, Mancini menegaskan bahwa target awalnya adalah membangun kembali karakter tim yang pernah membawa Italia meraih kesuksesan beberapa tahun lalu.

"Saya akan berusaha membangun tim yang mampu meniru tim nasional beberapa tahun lalu," ujar Mancini, dikutip dari FIFA, Sabtu (1/8/2026).

Pada periode pertamanya, mantan penyerang Bologna, Sampdoria, Lazio, dan Leicester City tersebut berhasil mengantar Italia mencapai puncak sepak bola Eropa dengan menjuarai UEFA EURO 2020 yang digelar pada 2021.

Saat itu, Azzurri dikenal sebagai tim yang tidak hanya sukses meraih hasil positif, tetapi juga tampil dengan permainan atraktif, semangat kebersamaan, serta kekompakan yang menjadi kekuatan utama di ruang ganti.

Kini, Mancini berharap dapat mengembalikan standar permainan tersebut. Ia ingin Timnas Italia kembali menjadi tim yang mampu menghibur sekaligus membangkitkan kebanggaan para pendukung.

"Tujuan kami adalah memainkan sepak bola yang menarik sehingga para pendukung kembali jatuh cinta kepada tim ini dan memaafkan saya," kata Mancini.

Ia mengaku memiliki kenangan luar biasa selama lima tahun menangani Italia pada periode pertamanya. Dengan kontrak baru berdurasi empat tahun, Mancini berharap dapat kembali mempersembahkan gelar bagi negaranya.

"Saya menjalani lima tahun yang luar biasa di sini pada periode pertama. Kini kami menandatangani kontrak selama empat tahun. Saya berharap kami bisa memenangkan satu trofi, bahkan mungkin dua, dan saya dapat bertahan lebih lama lagi."

Selain mengandalkan pemain senior, Mancini juga menaruh kepercayaan besar kepada generasi muda Italia. Menurutnya, banyak pemain muda berbakat yang layak memperoleh kesempatan untuk berkembang di level internasional.

"Saya pikir Italia memiliki banyak pemain muda yang sangat bagus. Kami harus mempercayai mereka dan memberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Mudah-mudahan semakin banyak pemain Italia memperoleh kesempatan bermain. Jika para pemain kami berkarier di luar negeri dan tampil di kompetisi elite seperti Premier League, itu adalah hal yang positif."

Dalam kesempatan yang sama, Mancini juga mengungkapkan penyesalannya atas keputusan meninggalkan Timnas Italia tiga tahun lalu. Menurutnya, situasi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya komunikasi antara dirinya dengan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) saat itu, Gabriele Gravina.

"Seandainya kami duduk bersama dan berbicara secara langsung, mungkin hasilnya akan berbeda."

Meski demikian, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga.

"Namun semua sudah terjadi, dan saya benar-benar menyesalinya karena Italia selalu memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Rasanya seperti kehilangan cinta sejati dalam hidup. Jika itu terjadi, berarti Anda telah melakukan suatu kesalahan."

Mancini juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden FIGC saat ini, Giovanni Malago, yang telah memberinya kesempatan untuk kembali memimpin Azzurri.

"Saya akan berusaha membawa tim nasional kembali ke tempat yang semestinya."

Kembalinya Mancini mendapat sambutan positif dari penjaga gawang sekaligus kapten Timnas Italia dalam beberapa tahun terakhir, Gianluigi Donnarumma.

Menurut Malago, dirinya menerima pesan singkat dari Donnarumma yang menunjukkan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut.

"Saya menerima pesan dari Gigio yang berbunyi, 'Pilihan yang sempurna. Inilah yang saya dan tim inginkan.'"

Ke depan, fokus utama Mancini adalah membawa Italia kembali menjadi kekuatan yang disegani di pentas internasional. Ia optimistis peluang tersebut tetap terbuka karena sejarah membuktikan Azzurri selalu menjadi lawan berbahaya ketika tampil di putaran final Piala Dunia.

"Setiap kali Italia lolos ke Piala Dunia, kami selalu menjadi tim yang berbahaya," katanya.

Meski memiliki target besar, Mancini menegaskan bahwa proses membangun kembali Timnas Italia harus dilakukan secara bertahap. Ia telah menetapkan sejumlah prioritas yang akan menjadi pijakan dalam perjalanan Azzurri menuju kebangkitan.

"Target pertama kami adalah membangun tim baru secepat mungkin. Kami ingin tampil baik di UEFA Nations League, lolos ke UEFA EURO, lalu mengalihkan fokus ke Piala Dunia."

Dengan pengalaman, rekam jejak, serta keyakinan yang dimilikinya, Roberto Mancini kini memulai misi baru sebagai Pelatih Timnas Italia. Harapan besarnya bukan hanya mengembalikan Azzurri ke papan atas sepak bola dunia, tetapi juga membuat para pendukung kembali jatuh cinta kepada tim nasional melalui permainan yang menarik, semangat juang, dan prestasi di panggung internasional. (*)

Baca Juga

Pesepak Bola Muda Payakumbuh Siap Berlaga di Liga TopScore Nasional, Bawa Misi Harumkan Daerah
Pesepak Bola Muda Payakumbuh Siap Berlaga di Liga TopScore Nasional, Bawa Misi Harumkan Daerah
Atlet Muda Pencak Silat Kabupaten Agam Dipanggil Pelatnas, Bidik Kejuaraan Dunia 2026 dan SEA Games 2027
Atlet Muda Pencak Silat Kabupaten Agam Dipanggil Pelatnas, Bidik Kejuaraan Dunia 2026 dan SEA Games 2027
Franco Baresi Wafat, AC Milan Pensiunkan Nomor 6 Sang Legenda Kini Tinggalkan Warisan Abadi
Franco Baresi Wafat, AC Milan Pensiunkan Nomor 6 Sang Legenda Kini Tinggalkan Warisan Abadi
Zinedine Zidane: Saya Siap Hadapi Tantangan Ini
Zinedine Zidane: Saya Siap Hadapi Tantangan Ini
Mancini Kembali Latih Italia, FIGC Percayakan Misi Bangkitkan Azzurri
Mancini Kembali Latih Italia, FIGC Percayakan Misi Bangkitkan Azzurri
Semen Padang FC Pastikan Tunggakan Gaji Pemain Lunas, Registration Ban FIFA Mulai Diproses
Semen Padang FC Pastikan Tunggakan Gaji Pemain Lunas, Registration Ban FIFA Mulai Diproses