Sumbardaily.com - Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berlangsung dengan cara yang berbeda. Bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang membuka cakrawala baru bagi ratusan siswa dan siswi untuk mengenal lebih dekat dunia aviasi serta berbagai profesi yang berperan di balik operasional sebuah bandara.
Melalui program Injourney Community Care, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang BIM mengundang ratusan pelajar berkunjung langsung ke kawasan bandara pada Kamis (23/7/2026) siang.
Kegiatan tersebut menjadi upaya perusahaan menghadirkan pengalaman edukatif yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus menginspirasi anak-anak dalam menentukan cita-cita mereka di masa depan.
General Manager BIM, Dony Subardono, menjelaskan bahwa penyelenggaraan program tersebut bertepatan dengan Hari Anak Nasional sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan dunia penerbangan kepada anak-anak sejak usia dini.
"Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa keberhasilan masa depan bangsa ditentukan oleh apa yang kita lakukan untuk anak-anak hari ini, melalui program Injourney Community Care, Bandara Internasional Minangkabau ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal dunia penerbangan sejak dini dan menambah wawasan tentang berbagai profesi yang ada di bandara sehingga dapat memberikan inspirasi bagi masa depan mereka", katanya.
Suasana penuh antusias tampak mewarnai setiap rangkaian kegiatan. Keceriaan terpancar dari wajah para siswa ketika mereka diajak berkeliling area bandara untuk mengenal beragam profesi yang mendukung operasional penerbangan.
Dengan penuh rasa ingin tahu, anak-anak menyimak setiap penjelasan yang diberikan serta aktif menjawab berbagai pertanyaan mengenai aktivitas di bandara.
Tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, para peserta juga merasakan pengalaman langsung melalui berbagai simulasi yang disiapkan. Mereka diajak mencoba proses memarkirkan pesawat hingga melakukan simulasi memadamkan api saat terjadi kebakaran.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tanggung jawab dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia aviasi.
Kegiatan edukatif ini menjadi kesempatan berharga bagi anak-anak untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah bandara beroperasi dan bagaimana berbagai profesi saling bekerja sama demi menjamin keselamatan serta kelancaran penerbangan.
BIM berharap dunia penerbangan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan anak-anak. Sebaliknya, dunia aviasi diharapkan mampu menjadi ruang yang melahirkan mimpi, semangat belajar, dan cita-cita baru bagi generasi muda Indonesia.
"Kami berharap kegiatan yang dilakukan oleh siswa dan siswi di BIM akan menjadi pengalaman serta inspirasi bagi mereka untuk berani bermimpi dan bercita-cita sehingga kelak menjadi generasi yang dapat membawa Indonesia lebih maju," pungkas Dony Subardono. (*)
















