Sumbardaily.com – Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Dharmasraya periode 2026–2031 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan. Momentum tersebut mengemuka saat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menghadiri prosesi pelantikan yang berlangsung di Auditorium Dharmasraya, Pulau Punjung, Minggu (12/7/2026).
Kepengurusan baru PCNU Dharmasraya secara resmi dilantik oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. M. Cholil Nafis, Ph.D. Pelantikan berlangsung khidmat dan menandai dimulainya masa pengabdian kepengurusan periode 2026–2031 dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama bagi masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama dari tingkat pusat maupun wilayah. Di antaranya Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Rais Syuriyah PBNU KH. M. Cholil Nafis, M. Nuh, Rais Syuriyah PWNU Sumatera Barat (Sumbar) Moch Chozien Adenan, Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar Ganefri, serta Sekretaris PWNU Sumbar Tan Gusli.
Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Wakapolres Dharmasraya Kompol M. Rizky Cholid, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Dharmasraya, serta tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, pengurus inti PCNU Dharmasraya yang dilantik terdiri atas Rais Syuriyah K. M. Sarwan Syarif, Katib Bud Sukardi, Ketua Tanfidziyah A. Faizin, Sekretaris Hendra Yamtiko Jati, dan Bendahara Haryanto.
Dalam sambutannya, Bupati Annisa Suci Ramadhani menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan komitmen untuk bekerja nyata sesuai tema kepengurusan, "Berkhidmah dengan Kerja Nyata, Terukur dan Terencana, Menuju Kemandirian Jam'iyyah."
Menurut Annisa, Nahdlatul Ulama selama ini memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat nilai-nilai Islam moderat, sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan berakhlak mulia.
"NU telah menjadi benteng moderasi beragama, penguat persaudaraan, sekaligus penggerak kesejahteraan umat hingga ke tingkat nagari. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memandang kemitraan dengan NU sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan moral masyarakat," ujar Annisa.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah ke depan akan menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari perkembangan teknologi informasi, masuknya pengaruh budaya luar, persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, hingga tantangan ekonomi masyarakat.
Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki jaringan hingga tingkat akar rumput.
Dalam pandangannya, kolaborasi antara Pemkab Dharmasraya dan Nahdlatul Ulama perlu terus diperkuat dalam berbagai bidang. Kerja sama tersebut meliputi pembinaan kehidupan beragama, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, Annisa juga menyampaikan sejumlah harapan kepada kepengurusan baru PCNU Dharmasraya. Ia berharap organisasi tersebut mampu memperkuat kaderisasi secara berkelanjutan sehingga regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, ia mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai media dakwah yang moderat dan menyejukkan, sekaligus memperluas jangkauan penyebaran nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Annisa juga berharap PCNU Dharmasraya dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat, memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan maupun pesantren, serta menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan dan ketenteraman di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan senantiasa mendukung setiap langkah positif Nahdlatul Ulama demi kemajuan bersama. Mari kita berjalan beriringan, bergandengan tangan membangun Dharmasraya yang lebih adil dan merata, berlandaskan iman, ilmu, dan amal saleh," tutup Annisa.
Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Dharmasraya periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal penguatan peran organisasi dalam menjalankan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepengurusan baru diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan program organisasi, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, serta memberikan kontribusi nyata di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung kemajuan Kabupaten Dharmasraya. (*)














