Sumbardaily.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat upaya mewujudkan swasembada bawang putih nasional melalui pembangunan ekosistem terintegrasi yang mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari penyediaan benih hingga pemasaran untuk konsumsi.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus menciptakan kepastian usaha bagi petani.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada petani melalui penyediaan benih, sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta menjamin harga dan penyerapan hasil produksi.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat bertemu dengan petani penangkar, PTPN, ID Food, Bulog, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bawang putih secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.
“Bapak Presiden ingin swasembada. Karena itu ekosistemnya kita bangun dari benih sampai konsumsi. Dulu pendekatannya parsial sehingga tidak jalan. Sekarang kita kawal bersama, tiga tahun insyaallah bisa swasembada,” kata Mentan Amran dicuplik Kamis (17/6/2026).
Ia menjelaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat sektor perbenihan sebagai fondasi peningkatan produksi nasional. Pemerintah akan hadir sebagai penggerak utama dengan menyediakan bantuan benih, alsintan, serta menjamin penyerapan hasil panen petani.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk bawang putih basah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani dan menciptakan kepastian dalam berusaha.
“Kita support petani. HPP bawang putih basah disiapkan supaya petani tidak rugi. Pemerintah hadir sebagai trigger untuk menggerakkan produksi bawang putih nasional. Swasta, kami kawal. Dan impor kita tekan kerannya,” tegasnya.
Kementan juga akan memfokuskan bantuan benih untuk memperkuat produksi benih nasional. Benih yang dihasilkan petani, pihak swasta, dan PTPN III nantinya akan diserap oleh ID Food dan Bulog. Selanjutnya, benih tersebut didistribusikan kembali guna memperluas areal tanam dan menciptakan siklus produksi yang berkelanjutan.
“Silakan menjadi penangkar, kemudian jual ke ID Food, Bulog. Ekosistem ini harus berjalan dari benih sampai konsumsi. Gudang dan penyerapan akan kita siapkan bersama Bulog dan ID Food. HPP dan HET ditentukan supaya semua jelas dan tidak ada yang dirugikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kementan juga akan memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa kultivator melalui skema pinjaman yang dikelola secara bergilir antarkelompok tani. Dengan sistem tersebut, pemanfaatan bantuan pemerintah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak petani dan berlangsung secara berkesinambungan.
Komitmen pemerintah tersebut mendapat sambutan positif dari petani penangkar bawang putih asal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bedjo Supriyanto. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap komoditas bawang putih kali ini menjadi momentum yang telah lama dinantikan para petani.
“Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang sangat ditunggu petani bawang putih. Selama lebih dari 20 tahun kami bertani, baru sekarang bawang putih mendapat panggung. Dengan adanya kepastian harga, pembeli, dan dukungan dari hulu sampai hilir, petani akan lebih semangat meningkatkan produksi,” kata Bedjo.
Ia menilai sinergi antara petani, pemerintah, dan konsumen akan menjadi modal penting dalam mewujudkan kemandirian bawang putih nasional. Dengan dukungan yang konsisten, ketergantungan terhadap impor diyakini dapat dikurangi secara bertahap.
“Kami punya cita-cita agar petani bawang putih Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri. Memang membutuhkan proses, tetapi dengan momentum ini kami optimistis suatu saat kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri,” tutupnya.
Pembangunan ekosistem bawang putih dari hulu hingga hilir yang tengah disiapkan pemerintah diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya swasembada bawang putih nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani di masa mendatang. (*)















