Sumbardaily.com - Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai peringatan Milad Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang ke-98 yang digelar di lingkungan MTI Canduang, Kabupaten Agam, Kamis (14/5/2026).
Momentum bersejarah tersebut dirangkai dengan Perayaan Pemberian Ijazah Kelas VII ke-86, Wisuda Al Miftah angkatan ke-5, serta Wisuda Tahfidz angkatan ke-3.
Rangkaian agenda besar itu menjadi simbol kuat eksistensi MTI Canduang sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan berpengaruh di Sumatera Barat. Selain menjadi ajang silaturahmi keluarga besar pesantren, kegiatan tersebut juga memperlihatkan komitmen MTI Canduang dalam menjaga tradisi pendidikan Islam sekaligus menjawab tantangan zaman.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-98 MTI Canduang dan Milad ke-98 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Menurutnya, usia hampir satu abad menjadi bukti kematangan MTI Canduang dalam memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dan pembinaan generasi bangsa.
“Atas nama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat Milad MTI Canduang ke-98 tahun dan selamat Milad Perti. Usia 98 adalah usia yang cukup matang untuk memberikan kontribusi terbaik dalam mencerdaskan anak nagari, khususnya di Sumatera Barat umumnya di Indonesia,” ujar Mustafa dilansir resmi Jumat (15/5/2026).
Ia menilai MTI Canduang selama ini konsisten melahirkan kader ulama, pendidik, dan tokoh masyarakat yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Karena itu, ia berharap pesantren tersebut terus melakukan pembenahan dan menghadirkan inovasi pendidikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus ialah rencana pendirian Taman Kanak-Kanak Islam di bawah naungan MTI Canduang. Mustafa menyebut langkah itu sebagai strategi penting dalam memperkuat sistem pendidikan berkelanjutan di lingkungan pesantren.
“Kami sangat mendukung berdirinya TK Islam tersebut. Dengan demikian, pendidikan di MTI Canduang nantinya dimulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mustafa juga memberikan apresiasi kepada para santri penerima ijazah Kelas VII angkatan ke-86. Ia menegaskan bahwa ijazah bukan sekadar dokumen akademik, melainkan simbol kompetensi keilmuan dan amanah yang harus dijaga serta diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ijazah adalah bukti kompetensi dan kualifikasi keilmuan. Apa yang telah diijazahkan para guru dan masyayikh hendaknya dipegang teguh dan diamalkan di manapun berada,” ujarnya.
Selain menyoroti pentingnya ilmu, Mustafa turut menekankan pentingnya menjaga identitas dan tradisi keilmuan Tarbiyah Islamiyah yang berpijak pada paham Ahlussunnah wal Jamaah dan mazhab Imam Syafi’i. Menurutnya, prinsip tersebut merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga oleh seluruh alumni MTI Canduang.
“Ciri kita adalah Tarbiyah Islamiyah yang bermazhab Imam Syafi’i dan berpaham Ahlussunnah wal Jamaah. Ini adalah harga mati bagi alumni-alumni Tarbiyah Islamiyah,” tegasnya.
Mustafa juga menyampaikan ucapan selamat kepada peserta Wisuda Al Miftah angkatan ke-5 dan Wisuda Tahfidz angkatan ke-3. Ia menilai empat agenda besar yang digelar bersamaan dalam momentum Milad ke-98 tersebut menjadi capaian spektakuler bagi keluarga besar MTI Canduang.
Dalam pidatonya, Mustafa turut memaparkan berbagai bentuk perhatian dan pengakuan negara terhadap keberadaan pesantren dan santri di Indonesia. Ia menyebut pemerintah saat ini memberikan ruang yang semakin luas bagi pengembangan pesantren sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.
Ia menyebutkan lima bentuk pengakuan negara terhadap pesantren, mulai dari Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, hingga Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Tak hanya itu, Mustafa juga mengungkapkan bahwa melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang struktur organisasi Kementerian Agama, pondok pesantren nantinya akan memiliki Direktorat Jenderal khusus setingkat eselon I.
“Ini capaian luar biasa. Selama ini pesantren hanya dikelola oleh direktorat level eselon II. Dengan adanya Direktorat Jenderal Pondok Pesantren, maka perhatian negara terhadap pesantren akan semakin kuat,” katanya.
Menurut Mustafa, penguatan regulasi terhadap pesantren juga terlihat dari lahirnya Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2025 tentang fasilitasi penyelenggaraan pesantren. Regulasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren di Sumatera Barat.
Ia berharap pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat nantinya juga melahirkan regulasi serupa agar penguatan pesantren dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.
Kepada para santri, Mustafa berpesan agar terus memegang teguh ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di MTI Canduang. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan para alumni hingga menjadi tokoh masyarakat tidak terlepas dari keberkahan ilmu, doa guru, serta perjuangan para pendiri Tarbiyah Islamiyah.
“Kita menjadi seperti sekarang ini berkat doa para muassis, para guru, dan ilmu yang dipelajari di MTI. Ini fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada MTI Canduang. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang saleh, cerdas, berkarakter, dan bertalenta.
“Bapak dan Ibu tidak akan menyesal. Ini investasi besar untuk melahirkan anak-anak yang saleh dan salehah, memiliki pemikiran cerdas serta karakter kuat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Mustafa menyampaikan terima kasih kepada yayasan, para guru, ustaz, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa melalui pendidikan pesantren.
Ia menegaskan keberhasilan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari sinergi tiga pusat pendidikan, yakni keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta berakhlak mulia.
“Selamat Milad MTI Canduang ke-98, selamat kepada seluruh penerima ijazah, wisudawan Al Miftah dan wisudawan tahfidz. Mudah-mudahan seluruh perjuangan ini diberkahi Allah SWT dan menjadi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan pendidikan umat di masa mendatang,” tutup Mustafa. (*)
















