Bantuan Pemko Padang Turun, Dua Pelajar MAS yang Terkendala Biaya Kini Bisa Sekolah Lagi

Bantuan Pemko Padang Turun, Dua Pelajar MAS yang Terkendala Biaya Kini Bisa Sekolah Lagi

Wali Kota Padang, Fadly Amran menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Bukittinggi, Kamis (23/4/2026) siang. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com - Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menunjukkan langkah konkret dalam memastikan tidak ada pelajar yang kehilangan akses pendidikan hanya karena persoalan ekonomi.

Kasus dua siswa salah satu Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kota Padang yang sempat mengalami kendala mengikuti proses belajar akibat tunggakan uang sekolah dan seragam langsung mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang.

Respons cepat dilakukan setelah informasi mengenai kondisi kedua siswa tersebut diterima pemerintah daerah. Wali Kota Padang, Fadly Amran, segera menginstruksikan jajaran Disdikbud untuk turun langsung melakukan penelusuran ke lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya.

Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova mengatakan, tindak lanjut dilakukan oleh tim Disdikbud yang dipimpin Sekretaris Disdikbud bersama Kepala Bidang SMP. Tim mendatangi langsung lokasi tempat tinggal kedua siswa tersebut untuk memastikan solusi yang bisa segera diberikan.

Langkah cepat itu kemudian diwujudkan melalui pemberian bantuan kepada kedua pelajar yang tinggal di sebuah panti asuhan. Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya sekolah maupun kebutuhan seragam.

Proses penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Barat (Sumbar), Adel Wahidi, pada Jumat (8/5/2026). Kehadiran Ombudsman disebut menjadi bagian dari transparansi sekaligus pengawasan terhadap pelayanan publik yang dilakukan pemerintah daerah.

Tidak hanya memberikan bantuan, Pemko Padang juga membantu mencarikan sekolah baru bagi kedua siswa tersebut sesuai permintaan mereka. Upaya itu disebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak di Kota Padang.

"Sesuai permintaan Kedua siswa tersebut, kita juga carikan sekolah baru. Ini bentuk dari upaya Pemko Padang untuk memastikan tidak ada pelajar yang tidak mendapatkan akses pendidikan layak," katanya.

Yopi menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan program unggulan Padang Juara yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Pemko Padang, katanya, tidak ingin ada anak yang terputus dari pendidikan akibat persoalan ekonomi keluarga.

"Prinsipnya, sesuai Progul Padang Juara dan perintah Wali Kota, Pemko Padang memastikan tidak ada anak yang tidak sekolah. Bahkan kita ingin menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) hingga titik nol," katanya.

Kasus dua pelajar MAS ini menjadi gambaran bahwa persoalan tunggakan uang sekolah dan seragam masih menjadi tantangan yang dapat menghambat keberlangsungan pendidikan siswa.

Karena itu, Disdikbud Padang berharap pihak sekolah dan wali murid dapat lebih aktif membangun komunikasi apabila mengalami kendala finansial.

Pemko Padang juga menekankan bahwa setiap persoalan pendidikan harus segera disampaikan agar solusi dapat dicari lebih cepat.

Dengan pola penanganan yang responsif, diharapkan tidak ada lagi pelajar di Kota Padang yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan biaya.

Selain menjadi bentuk bantuan sosial, langkah yang dilakukan Pemko Padang ini juga memperlihatkan upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan generasi muda.

Komitmen untuk menekan angka tidak sekolah hingga nol menjadi sinyal bahwa persoalan pendidikan kini menjadi perhatian utama di Kota Padang. (adl)

Baca Juga

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera di Kota Batam.
Dapat Penghargaan dari Kemendagri, Pemko Padang Incar Piala Adipura dan Kota Terbersih Nasional
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 200 warga terdampak banjir di Posko Bencana Kelurahan Kuranji, Padang, Rabu 12 Agustus 2026.
Pemulihan Pasca Banjir di Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sasar Kesehatan hingga Trauma Anak
Camat Kuranji Rozaldi Rosman mengikuti pendataan susulan warga terdampak banjir di Kelurahan Gunung Sarik, Kota Padang.
Data Korban Banjir Padang Belum Lengkap, Pemko Siapkan Pendataan Ulang untuk Bantuan Susulan
Delegasi Korea Selatan dan KEITI meninjau potensi gas metan pada sel sampah tidak aktif di TPA Aie Dingin Padang.
Ada Harta Karun di Balik Tumpukan Sampah TPA Aie Dingin Padang, Gas Metan Dibidik jadi Listrik
Pemko Padang Siapkan Ratusan Rumah Permanen, Korban Banjir Bandang tak Lagi Bergantung pada Huntara
Pemko Padang Siapkan Ratusan Rumah Permanen, Korban Banjir Bandang tak Lagi Bergantung pada Huntara
Banjir Padang Berulang, Pemko Matangkan Penanganan Jangka Panjang Bersama Satgas PRR
Banjir Padang Berulang, Pemko Matangkan Penanganan Jangka Panjang Bersama Satgas PRR