Sumbardaily.com - Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Solok Selatan kembali mendapatkan angin segar melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026.
Sebanyak 264 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dipastikan akan direhabilitasi tahun ini, tersebar di tujuh kecamatan di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan (Perkim LH-Hub) Solok Selatan, Alvino Sendra, menyampaikan bahwa jumlah bantuan yang diterima tahun ini merupakan bagian dari total usulan yang diajukan ke pemerintah pusat.
“Sebanyak 264 unit rumah ini akan dikerjakan pada tahun ini, sisanya sudah diajukan kembali ke pusat untuk mendapatkan bantuan kembali pada tahap berikutnya, sebanyak 236 unit rumah lagi,” kata Alvino dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, setiap penerima BSPS memperoleh bantuan sebesar Rp 20 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung proses perbaikan rumah, dengan rincian Rp 17,5 juta digunakan untuk pembelian bahan bangunan dan sisanya untuk biaya upah tenaga kerja.
Menurutnya, seluruh calon penerima bantuan telah melalui tahapan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan. Selain itu, masyarakat penerima juga telah mendapatkan sosialisasi terkait rencana pekerjaan rehabilitasi yang akan dilaksanakan.
Alvino menambahkan, proses pengerjaan rumah ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan. Namun, durasi tersebut tetap bergantung pada kondisi di lapangan selama pelaksanaan berlangsung.
Tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga aktif mengupayakan tambahan bantuan dari tingkat provinsi. Sebanyak 500 unit rumah telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Kemarin juga ada arahan dari Gubernur Sumatera Barat untuk mengajukan bantuan permahan, kita ajukan 500 rumah lagi. Ini masih menunggu. Sehingga targetnya tahun ini akan ada bantuan perumahan untuk Solok Selatan sebanyak seribu unit,” paparnya.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, Solok Selatan telah menerima bantuan perumahan sebanyak 483 unit. Dengan tambahan program tahun ini, pemerintah daerah optimistis upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat dapat terus ditingkatkan secara bertahap.
Program BSPS sendiri menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di daerah. (*)
















