Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SMA di Padang Alami Depresi hingga Masuk RS Jiwa

Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SMA di Padang Alami Depresi hingga Masuk RS Jiwa

Ilustrasi Bullying (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com – Dugaan kasus bullying di SMA Pertiwi 2 Kota Padang, menjadi sorotan publik setelah seorang siswa dilaporkan mengalami depresi hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Peristiwa ini semakin ramai diperbincangkan usai video keluarga korban yang meluapkan emosi di lingkungan sekolah viral di media sosial.

Siswa yang diduga menjadi korban dalam kasus ini diketahui bernama Bima. Ia disebut-sebut mengalami tekanan akibat perlakuan tidak menyenangkan dari teman sekelasnya, yang diduga berupa ancaman serta bullying verbal. Terduga pelaku disebut berjumlah empat orang dan merupakan siswa kelas 12 di sekolah yang sama.

Kasus ini mencuat ke publik setelah keluarga korban mendatangi sekolah dan meluapkan kemarahan mereka di ruang kepala sekolah. Dalam video yang beredar luas, tampak sejumlah guru hanya tertunduk, sementara empat siswa yang diduga sebagai pelaku terlihat duduk di lantai.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang merupakan keluarga korban terdengar melontarkan pernyataan keras kepada para siswa yang diduga terlibat. Ia menuding mereka telah menghancurkan masa depan Bima.

“Siap-siap kamu ya, kamu bikin hancur masa depan keponakan saya,” ucap pria tersebut dalam video yang direkam.

Di sisi lain, kondisi Bima saat ini dilaporkan masih menjalani observasi di Rumah Sakit Jiwa Prof HB Saanin Padang. Berdasarkan keterangan keluarga dalam video yang beredar, korban mengalami depresi yang diduga berkaitan dengan peristiwa bullying tersebut.

Upaya untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak keluarga korban belum membuahkan hasil. Ibu Bima, Tari, sempat menyatakan kesediaannya untuk diwawancarai, namun kemudian membatalkan rencana tersebut. Ia mengaku belum siap untuk bertemu dengan pihak luar, termasuk wartawan.

“Saya belum siap untuk bertemu dan diwawancarai wartawan,” ujar Tari pada Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, pihak sekolah melalui Wakil Kepala SMA Pertiwi 2 Kota Padang, Desi Nofita Sari, memberikan klarifikasi terkait dugaan bullying tersebut. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini pihak sekolah belum dapat memastikan adanya tindakan perundungan seperti yang dituduhkan.

“Saya rasa tidak terjadi bullying,” kata Desi saat ditemui di sekolah.

Meski demikian, Desi menegaskan bahwa pihak sekolah tidak tinggal diam dan saat ini masih melakukan penelusuran secara mendalam terhadap kasus tersebut. Ia menyebut bahwa informasi yang beredar masih belum utuh dan membutuhkan klarifikasi dari semua pihak terkait.

“Info pastinya terkait bullying masih dalam tahap penelusuran mendalam. Semua pihak harus berkontribusi, baik dari korban maupun yang dituduh pelaku. Ini kan baru setengah-setengah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah memiliki empati terhadap seluruh siswa yang terlibat, baik yang disebut sebagai korban maupun yang diduga sebagai pelaku.

“Kami dari pihak sekolah memiliki empati besar. Semua untuk siswa kami, baik yang dituduh sebagai korban maupun yang dituduh sebagai pelaku. Apapun yang terjadi, kami masih dalam tahap penelusuran fakta,” lanjut Desi.

Menurutnya, sekolah berupaya bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta terkumpul secara lengkap. Untuk itu, pihak sekolah telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk keluarga korban dan orang tua siswa yang diduga terlibat.

“Kami menghubungi pihak keluarga, mendatangi siswa kami, berdiskusi dengan orang tua yang dituduh anaknya pelaku. Kami hubungi semua, kami berikan support. Dalam masalah ini kami tidak diam,” ungkapnya.

Selain itu, pihak sekolah juga berencana melakukan evaluasi internal guna mengetahui penyebab munculnya dugaan kasus tersebut.

Hingga saat ini, pihak sekolah mengaku belum dapat bertemu langsung dengan Bima karena yang bersangkutan masih menjalani observasi di rumah sakit jiwa. Proses penelusuran pun masih terus berlangsung untuk memastikan fakta yang sebenarnya di balik dugaan bullying di SMA Pertiwi 2 Kota Padang ini. (*)

Baca Juga

Petugas kebersihan DLH Kota Padang disiagakan selama HJK Padang ke-357 di sejumlah venue kegiatan.
438 Petugas Kebersihan jadi Pahlawan di Balik Layar HJK Padang ke-357 Tahun
626 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbar, Masalah Penagihan hingga Data Pribadi Mendominasi
626 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbar, Masalah Penagihan hingga Data Pribadi Mendominasi
Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Minggu 9 Agustus 2026.
Warga Lapau Munggu Kuranji Trauma Banjir, Pemko Padang Siapkan Dua Opsi Relokasi Permanen
Nadin Amizah Rilis Moonlight, Lagu Bahasa Inggris yang Ditulis Sejak SMA
Nadin Amizah Rilis Moonlight, Lagu Bahasa Inggris yang Ditulis Sejak SMA
Mata Jeli HJK Padang ke-357: Warga Bisa Laporkan Kondisi Kebersihan, Tak Peduli Jumlah Followers Medsos
Mata Jeli HJK Padang ke-357: Warga Bisa Laporkan Kondisi Kebersihan, Tak Peduli Jumlah Followers Medsos
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas