Seleksi Paskibraka Padang 2026, Kisah Fathir dan Asyifa Kejar Mimpi Jadi Abdi Negara

Seleksi Paskibraka Padang 2026, Kisah Fathir dan Asyifa Kejar Mimpi Jadi Abdi Negara

Fathir Firat Niko dan Asyifa Aprilia Sari saat mengikuti seleksi Paskibraka di Youth Center Kota Padang pada Sabtu (4/4/2026). (Foto: Kominfo Padang)

Sumbardaily.com – Seleksi Paskibraka Kota Padang 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi ratusan pelajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.

Di tengah ketatnya proses seleksi, kisah Fathir Firat Niko dan Asyifa Aprilia Sari menjadi potret perjuangan pelajar dalam mengejar cita-cita sebagai abdi negara.

Suasana Gedung Youth Center Kota Padang pada Sabtu (4/4/2026) dipenuhi semangat dan keseriusan para peserta.

Dari total 475 pendaftar, sebanyak 423 pelajar dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri dari 198 putra dan 225 putri. Mereka akan menjalani rangkaian tahapan seleksi hingga 14 April 2026.

Seleksi Paskibraka yang berada di bawah koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia ini menjadi langkah awal bagi para pelajar dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta nasionalisme.

Dari seluruh peserta, nantinya akan dipilih 26 putra dan 28 putri terbaik untuk mewakili Kota Padang, dengan peluang melaju ke tingkat provinsi.

Proses seleksi berlangsung ketat dan berlapis. Para peserta harus melewati berbagai tahapan, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan.

Kemudian penilaian postur tubuh, Peraturan Baris Berbaris (PBB), parade, kesamaptaan, hingga wawancara. Seluruh hasil seleksi akan dirangking untuk menentukan peserta terbaik.

Di antara ratusan peserta tersebut, Fathir Firat Niko dari MAN 2 Kota Padang dan Asyifa Aprilia Sari dari SMA Negeri 1 Padang menjadi dua pelajar yang untuk pertama kalinya mengikuti seleksi Paskibraka.

Keduanya datang dengan semangat yang sama, yakni menempa diri demi masa depan sebagai pengabdi negara.

Bagi Fathir, Seleksi Paskibraka menjadi sarana untuk membentuk kedisiplinan sekaligus mendekatkannya pada cita-cita menjadi anggota kepolisian. Ia mengaku termotivasi untuk membanggakan kedua orang tuanya.

“Saya ingin membanggakan kedua orang tua saya, sekaligus belajar disiplin, tanggung jawab, dan lebih mencintai tanah air,” ujarnya.

Fathir juga melihat Paskibraka sebagai langkah awal untuk meraih impian masuk Akademi Kepolisian (Akpol) atau sekolah kedinasan lainnya.

Menurutnya, pengalaman dalam seleksi ini menjadi bekal penting dalam membentuk mental sebagai calon abdi negara.

Dorongan dari keluarga menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat tekadnya. Ia mengaku ingin terus berkembang dan meningkatkan rasa cinta tanah air melalui proses seleksi tersebut.

Sementara itu, Asyifa Aprilia Sari juga memiliki tujuan serupa. Siswi SMA Negeri 1 Padang ini memandang setiap tahapan seleksi sebagai proses penting untuk meraih cita-cita menjadi polisi wanita (Polwan).

“Lewat Paskibraka saya ingin melatih kedisiplinan, karena dari sini peluang saya untuk menjadi Polwan atau masuk sekolah kedinasan semakin terbuka,” ungkapnya.

Bagi Asyifa, pengalaman mengikuti Seleksi Paskibraka bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan untuk mengasah kemampuan diri sekaligus membangun karakter.

Kisah Fathir dan Asyifa mencerminkan bahwa Seleksi Paskibraka Kota Padang bukan hanya tentang memilih pasukan pengibar bendera.

Lebih dari itu, seleksi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menata masa depan, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjaga mimpi besar menjadi abdi negara.

Dengan semangat yang ditunjukkan para peserta, Seleksi Paskibraka Kota Padang 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa nasionalisme yang kuat. (*)

Baca Juga

Dari Bambu Runcing hingga Peluru di Paha, Kisah Nawi Sang Veteran di Usia 104 Tahun
Dari Bambu Runcing hingga Peluru di Paha, Kisah Nawi Sang Veteran di Usia 104 Tahun
20 Siswa Yari School Padang Belajar ke Finlandia, Ada Misi Jadi Warga Dunia
20 Siswa Yari School Padang Belajar ke Finlandia, Ada Misi Jadi Warga Dunia
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Banjir Padang: Pemko Distribusikan Ribuan Paket Makanan, Logistik Darurat Terus Ditambah
Banjir Padang: Pemko Distribusikan Ribuan Paket Makanan, Logistik Darurat Terus Ditambah
Kereta Hantu Sakral Pertama Segera Hadir di Suzuya Padang, Siap Uji Nyali Pengunjung
Kereta Hantu Sakral Pertama Segera Hadir di Suzuya Padang, Siap Uji Nyali Pengunjung