Sumbardaily.com – Motivasi tinggi membara dalam diri Kasim Botan jelang laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Winger Semen Padang FC itu bersiap menghadapi mantan klubnya, PSIM Yogyakarta, dalam pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) pukul 21.00 WIB.
Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa bagi Kasim. PSIM merupakan tim yang pernah dibelanya pada putaran pertama musim ini. Namun, perjalanan sang pemain bersama klub asal Yogyakarta tersebut terbilang singkat dan minim kontribusi di lapangan.
Sepanjang membela PSIM di BRI Super League 2025/2026, Kasim Botan hanya mencatatkan satu penampilan. Itu pun terjadi pada pekan ke-9 saat PSIM bertandang ke Tangerang menghadapi Persita. Dalam laga tersebut, ia hanya mendapat kesempatan bermain selama delapan menit.
Selebihnya, Kasim lebih sering tidak masuk dalam daftar susunan pemain atau hanya menghuni bangku cadangan. Situasi tersebut membuatnya mengambil keputusan untuk hijrah pada putaran kedua kompetisi dan bergabung dengan Semen Padang FC.
Kini, menghadapi mantan timnya, Kasim mengaku memiliki dorongan tambahan untuk menunjukkan kualitas terbaiknya. Ia memastikan seluruh pemain Semen Padang telah mempersiapkan diri secara maksimal.
“Kami pemain sudah siap bertanding lawan PSIM. Pelatih sudah siapkan taktik dan strategi. Semoga kami bisa dapat tiga poin untuk pertandingan nanti,” ujar Kasim Botan saat konferensi pers jelang laga.
Bagi pemain berposisi winger itu, laga kontra PSIM menjadi panggung pembuktian. Statusnya sebagai mantan pemain Laskar Mataram justru menambah motivasi untuk tampil optimal.
“Sebagai mantan pemain PSIM, tentu laga nanti jadi motivasi saya untuk membuktikan kualitas,” tegasnya.
Di sisi lain, kondisi klasemen membuat pertandingan ini semakin krusial bagi Semen Padang FC. Hingga berakhirnya pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026, Kabau Sirah belum mampu keluar dari tekanan di papan bawah.
Saat ini, Semen Padang FC masih berada di posisi juru kunci dengan koleksi 16 poin. Jumlah poin tersebut sama dengan Persis Solo yang menempati peringkat ke-17. Sementara itu, posisi ke-16 ditempati PSBS Biak dengan 18 poin, dan peringkat ke-15 dihuni Persijap Jepara yang mengoleksi 19 poin.
Dengan jarak poin yang relatif tipis, peluang untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka. Jika mampu mengamankan kemenangan atas PSIM Yogyakarta, Semen Padang berpotensi memperbaiki posisi dan menjauh dari tiga terbawah yang menjadi zona berbahaya.
Situasi tersebut menjadikan duel di Stadion Haji Agus Salim bukan hanya soal gengsi, tetapi juga menyangkut nasib tim di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Bagi Kasim Botan, pertandingan ini menghadirkan dua misi sekaligus: membantu Semen Padang FC meraih kemenangan penting dan membuktikan diri di hadapan mantan klubnya. (*)
















