Sumbardaily.com, Padang – Perencanaan pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin–Bukittinggi pada ruas Tol Padang–Pekanbaru diarahkan terbagi ke dalam dua bagian segmen utama guna menyesuaikan kondisi geografis wilayah di Sumatera Barat (Sumbar).
Skema tersebut menjadi fokus pembahasan antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, serta pemerintah daerah terkait sebagai langkah mempercepat konektivitas antarkawasan.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menjelaskan bahwa dua bagian tersebut meliputi segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan segmen Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer.
Masing-masing segmen akan dilengkapi satu interchange untuk mendukung kelancaran arus transportasi.
Total kebutuhan investasi pembangunan seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp 25,23 triliun. Menurut Mahyeldi, perencanaan teknis proyek disesuaikan dengan karakter medan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
“Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi,” ungkap Mahyeldi usai mengikuti rapat pembahasan di ruang rapat Kementerian PU, Jakarta, baru-baru ini.
Pada segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, direncanakan pembangunan dua terowongan dengan total panjang 5,85 kilometer, terdiri atas terowongan pertama sepanjang 5,5 kilometer dan terowongan kedua 0,35 kilometer.
Selain itu, trase jalan akan dibangun menggunakan kombinasi 4,45 kilometer at grade, sekitar 10 kilometer jembatan, serta bagian lainnya berupa terowongan.
Adapun pada segmen Bukittinggi–Padang Panjang, metode konstruksi dirancang dengan komposisi 17 kilometer at grade dan 2,71 kilometer jembatan, menyesuaikan kondisi topografi wilayah yang dilalui.
Mahyeldi menuturkan bahwa karakteristik medan yang kompleks menuntut pelaksanaan survei dan analisis menyeluruh sebagai dasar perencanaan.
Saat ini, survei topografi telah selesai dilaksanakan. Tahap berikutnya adalah survei geoteknik melalui boring investigation yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026.
“Mengingat karakteristik medan yang cukup komplek dan perlu terowongan, maka dibutuhkan survey dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini, survey topografinya sudah selesai dilaksanakan,” ungkap Mahyeldi.
Pelaksanaan survei tersebut masih menunggu terbitnya izin memasuki kawasan hutan lindung dari kementerian terkait. Tanpa izin tersebut, tim survei belum dapat memulai pekerjaan lapangan.
“Dengan syarat, izin memasuki hutan lindungnya sudah keluar dari Kementerian terkait. Jika itu belum terbit, tim survey belum bisa bekerja,” jelas Mahyeldi.
Agar pembangunan ruas Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang dan Padang Panjang–Bukittinggi segera terealisasi, Mahyeldi berharap dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah di berbagai tingkatan maupun masyarakat, khususnya dalam proses pembebasan lahan.
Rapat pembahasan di Kementerian PU turut dihadiri jajaran Kementerian Kehutanan RI, Direktur Utama Hutama Karya, serta Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan mempercepat realisasi pembangunan Tol Padang–Pekanbaru di wilayah Sumbar. (red)
















