Sumbardaily.com, Padang – Area Air Mancur Pasar Raya Padang direncanakan akan ditata ulang menjadi sebuah persimpangan ikonik bertajuk “Time Square” pada 2026.
Konsep ini disiapkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk menghadirkan wajah baru Pasar Raya sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan pusat perdagangan tersebut sebagai ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
Rencana penataan kawasan Air Mancur itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, pada Senin (26/1/2026).
Menurutnya, kawasan Air Mancur akan menjadi titik sentral perubahan wajah Pasar Raya dengan menghadirkan bangunan dan fasilitas yang mampu menarik minat pengunjung.
Tri menjelaskan, penataan ulang kawasan ini bertujuan menghidupkan kembali Pasar Raya sebagai pusat aktivitas masyarakat. Dengan konsep persimpangan ikonik, kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas.
“Kita akan ubah wajah Pasar Raya sehingga nanti banyak yang tertarik ke sana, karena ada yang dikunjungi,” ujar Tri Hadiyanto.
Secara khusus, kawasan Air Mancur akan dikembalikan ke konsep lama yang pernah menjadi ciri khas Pasar Raya. Di lokasi ini, akan dihadirkan kembali jam gadang yang dipadukan dengan air mancur berdesain estetik, sehingga menjadi ikon visual kawasan.
Selain itu, persimpangan yang menghubungkan Jalan M. Yamin, Jalan Hiligoo, dan Jalan Pasar Raya juga akan mendapat sentuhan baru. Di titik tersebut, Dinas PUPR Kota Padang merencanakan pembangunan plaza bertingkat yang berdiri di bekas area kapal kuliner.
Plaza tersebut nantinya akan dilengkapi dengan videotron berukuran besar yang dipasang menempel pada dinding bangunan di sekitarnya. Kehadiran videotron ini diharapkan memperkuat konsep “Time Square” sebagai persimpangan ikonik dengan nuansa modern di tengah Kota Padang.
“Tentunya dengan adanya ‘Time Square’ ini akan banyak masyarakat yang bermain dan belanja ke Pasar Raya Padang,” kata Tri.
Tak hanya mempercantik kawasan persimpangan, Dinas PUPR Kota Padang juga merencanakan pembangunan jembatan penyeberangan. Jembatan tersebut akan menghubungkan Fase 7 Pasar Raya dengan bangunan di seberangnya, sehingga memudahkan mobilitas pengunjung dan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
Penataan Pasar Raya Padang juga mencakup pembenahan infrastruktur pendukung. Pada tahun ini, perbaikan akan dilakukan terhadap drainase, trotoar, dan badan jalan di sejumlah ruas, seperti Jalan Permindo, Jalan Hiligoo, hingga Jalan Sandang Pangan.
Tri menyebutkan, khusus di Jalan Sandang Pangan akan dilakukan overlay jalan, penataan ulang trotoar, serta pengaturan jalan menjadi dua jalur guna mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
“Jalan Sandang Pangan akan kita overlay, trotoar dibenahi, dan jalan dibuat dua jalur,” ungkapnya.
Penataan kawasan Pasar Raya Padang ini merupakan bagian dari program unggulan. Saat ini, proses tender proyek masih berlangsung. Pengerjaan fisik kawasan diperkirakan akan dimulai setelah Lebaran 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan teknis rampung. (red)
















