Sumbardaily.com, Pasaman – Longsor parah kembali terjadi di kawasan Rimbo Kejahatan, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar). Peristiwa pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 14.50 WIB itu menyebabkan jalan provinsi yang menghubungkan Pasaman Barat dan Pasaman putus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Menurut warga setempat, Elwa Masri (50), titik longsor tersebut merupakan lokasi yang sebelumnya juga pernah amblas. Pemerintah telah melakukan perbaikan besar, mulai dari pengaspalan hotmix hingga penguatan tebing dengan konstruksi beton. Namun hujan deras memicu pergerakan tanah yang kembali menghantam badan jalan.
“Jalan ini baru diperbaiki beberapa waktu lalu. Kondisinya sudah bagus. Tapi hujan lebat membuat tanah kembali bergerak. Sekarang benar-benar putus dan tidak bisa dilalui,” ujar Elwa.
Upaya Penanganan Awal Terhambat Hujan
Sebelum jalan ambruk total, personel dari Dinas PU-PR Pasaman Barat sempat melakukan pembersihan material longsor. Namun intensitas hujan tinggi dan struktur tanah yang labil mempercepat kerusakan hingga badan jalan akhirnya terputus.
Petugas dari TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas juga telah ke di lokasi untuk melakukan pemeriksaan jalur, memastikan tidak ada korban, serta mengamankan area longsor agar kendaraan tidak memasuki lokasi berbahaya tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU-PR Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, menyampaikan bahwa pihaknya sudah meninjau langsung dan segera meneruskan laporan resmi ke Dinas PU Provinsi Sumbar. Ia menegaskan penanganan darurat menjadi prioritas karena jalur tersebut merupakan akses vital antar kabupaten.
“Kami sudah meninjau di lapangan. Laporan untuk PU Provinsi segera dikirimkan. Mengingat ini jalur utama provinsi, penanganan akan diprioritaskan,” ujar Bambang.
Jalur Alternatif Hanya untuk Kendaraan Roda Dua
Untuk sementara, warga dialihkan melalui jalur alternatif MAN Kajai menuju Simpang Timbo Abu. Namun jalur ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua karena kondisi jalan yang sempit dan licin.
Bambang menambahkan, pengerjaan darurat perbaikan ruas jalan direncanakan dimulai besok pagi setelah tim teknis dari PU Provinsi tiba dan menetapkan langkah penanganan darurat.
Peringatan Dini bagi Masyarakat
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menjelaskan bahwa jalan putus tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan Pasaman Barat dengan Pasaman serta jalur menuju Medan, Sumatera Utara.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada karena sebagian besar kawasan perbukitan masih labil akibat hujan yang belum berhenti.
“Daerah ini masih rawan. Masyarakat diminta berhati-hati dan tidak memaksakan perjalanan melalui titik longsor,” ujarnya.
Pasaman Barat saat ini juga berada dalam masa tanggap darurat bencana setelah sejumlah kejadian hidrometeorologi melanda wilayah itu, mulai dari banjir, longsor, hingga jalan amblas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat telah mendirikan dapur umum di Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir.
Tim BMCKTR dan Polisi Amankan Lokasi
Kepala UPTD Pasaman Raya, Elfiandi, menyampaikan bahwa tim BMCKTR Provinsi Sumbar langsung diterjunkan ke lokasi untuk menilai tingkat kerusakan. Fokus utama adalah evakuasi material longsor dan memastikan keselamatan warga.
Sementara itu, Polres Pasaman Barat menurunkan 30 personel untuk menjaga area longsor dan mengatur arus lalu lintas. Kepala Bagian Ops Polres Pasaman Barat, Kompol Muzhendra, mengatakan pihaknya menutup total jalur tersebut demi menghindari kecelakaan.
“Kami mengimbau pengendara untuk tidak memaksakan diri melewati jalur ini karena jalan benar-benar putus,” katanya.
Pihak kepolisian juga telah memesan plang peringatan yang akan ditempatkan di Pasar Padang Tujuh, Kecamatan Pasaman, serta bekerja sama dengan Polsek Panti di Kabupaten Pasaman untuk memasang rambu peringatan dari arah Panti. Dengan adanya rambu tersebut, pengendara tidak akan telanjur menuju kawasan Talu.
Jalur Simpang Empat–Talu merupakan ruas provinsi yang ramai dilalui kendaraan dari Pasaman Barat, Pasaman, serta lalulintas Medan–Simpang Empat.
Rimbo Kejahatan sendiri merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa beberapa waktu lalu dan memiliki tebing-tebing labil. Kondisi ini memperbesar risiko longsor berulang. (red)
















