Sumbardaily.com, Padang – Kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Pemancungan, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, pada Kamis (9/10/2025) siang meninggalkan duka mendalam bagi warga terdampak. Sedikitnya 19 rumah hangus terbakar, memaksa lebih dari seratus orang mengungsi dan kehilangan harta benda.
Salah satu korban, Noval (16), pelajar kelas 2 SMA, mengaku kehilangan seluruh perlengkapan sekolah akibat musibah ini. Saat kejadian, ia tengah berada di luar rumah dan hanya bisa menyaksikan api cepat membesar melahap rumah keluarganya.
“Besar harapan saya untuk mendapatkan bantuan pakaian sebagai penunjang sekolah,” ujar Noval saat ditemui di lokasi kebakaran, Jumat (10/10/2025).
Hingga Jumat siang, posko bantuan di kawasan Pemancungan masih ramai didatangi warga dan relawan. Bantuan berupa pakaian dan kebutuhan pokok terus berdatangan, sementara petugas sibuk memilah barang layak pakai sebelum disalurkan ke korban.
Ketua RT setempat, Fajar Pratama, menyebutkan ada sekitar 114 warga terdampak, termasuk 24 anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang kini kehilangan seragam, buku, dan perlengkapan belajar.
“Saat ini warga sangat membutuhkan bantuan pakaian, terutama bagi anak-anak sekolah. Kami juga berharap perhatian dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia,” ujarnya.
Kasi Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Roni Saputra, menjelaskan bahwa cepatnya api menjalar dipicu oleh kondisi cuaca yang panas dan berangin. Selain itu, sebagian besar rumah warga di lokasi kejadian berbahan kayu sehingga mudah terbakar.
“Sebanyak 120 personel dan 15 unit armada kami kerahkan untuk memadamkan api kemarin siang,” kata Roni.
Meski api berhasil dijinakkan, puing-puing rumah yang hangus menjadi saksi bisu betapa cepatnya api menghanguskan harapan warga. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada pembakaran sampah atau korsleting listrik.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Sementara itu, pemerintah setempat dan relawan masih menyalurkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar korban.
Warga berharap agar Dinas Sosial segera membantu pembangunan rumah sementara agar mereka memiliki tempat berteduh. (Agnes Betsaida Nainggolan)
















