Sumbardaily.com, Padang – Semen Padang FC menatap laga pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026 dengan penuh kewaspadaan sekaligus tekad untuk bangkit. Tim berjuluk Kabau Sirah akan menghadapi tantangan berat saat menjamu Bali United FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (26/9/2025), pukul 15.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi anak asuh pelatih Eduardo Almeida. Dua kekalahan beruntun yang diderita sebelumnya membuat posisi Semen Padang terpuruk di papan bawah klasemen sementara. Dari lima pertandingan yang sudah dijalani, tim hanya mampu mengoleksi empat poin hasil dari satu kemenangan, satu kali imbang, dan tiga kekalahan. Saat ini, Kabau Sirah bertengger di posisi ke-16 dari 18 kontestan liga.
“Persiapan kita bagus untuk menghadapi Bali United. Terpenting adalah pada laga nanti, kita ingin memenangkannya. Kami sudah menyiapkan segalanya agar bisa meraih tiga poin,” ujar Eduardo Almeida dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menilai, meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada timnya dalam laga terakhir kontra Persebaya, kualitas permainan Semen Padang tidaklah buruk. “Sebenarnya kami tampil cukup baik, hanya saja kesalahan kecil membuat kami kebobolan,” ucap Almeida menambahkan.
Meski berambisi bangkit, Almeida dihadapkan pada persoalan pelik dengan absennya sejumlah pilar utama. Penjaga gawang Teguh Amiruddin, winger muda Ronaldo Kwateh, gelandang Pedro Matos, serta bek Herwin Tri Saputra dipastikan tidak bisa tampil karena mengalami cedera dengan kondisi yang berbeda-beda.
Di sisi lain, Bali United juga tidak berada dalam performa terbaik. Laskar Serdadu Tridatu baru saja menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri pada pekan keenam, setelah takluk 1-3 dari PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Hasil itu membuat posisi mereka juga belum aman. Saat ini, Bali United berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan raihan enam poin dari enam laga, hasil satu kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kali kalah.
Kendati lawannya juga sedang dalam tren negatif, Almeida mengingatkan timnya untuk tidak meremehkan Bali United. “Kita tidak boleh berpikir bahwa Bali United adalah tim yang jelek. Kita harus tetap waspada dan menganalisis kekuatan mereka, baik secara individu maupun kolektif. Sepak bola tidak bisa hanya dinilai dari teori di atas kertas. Mereka sudah pernah menang, juga pernah kalah musim ini. Itu hal yang wajar,” tuturnya.
Pertemuan dua tim yang sama-sama sedang mencari jalur kebangkitan ini diprediksi berlangsung sengit. Semen Padang berusaha menghindari hasil minor ketiga beruntun agar bisa keluar dari zona merah, sementara Bali United bertekad memperbaiki posisi untuk kembali bersaing di papan tengah.
Dengan dukungan penuh suporter di Stadion Haji Agus Salim, laga ini menjadi kesempatan emas bagi Kabau Sirah untuk kembali menemukan kepercayaan diri. Namun, Bali United dipastikan datang dengan motivasi sama besarnya, demi membuktikan diri belum kehilangan daya saing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut. (red)
















