Sumbardaily.com, Padang – Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad seorang pria yang tenggelam di perairan Pantai Koto Marapak, Pantai Padang yang berlokasi di Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Penemuan jasad terjadi pada Rabu (4/6/2025) pukul 12.40 WIB setelah pencarian intensif selama hampir 18 jam.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengkonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan di sekitar area batu grib, lokasi yang berdekatan dengan titik awal korban dilaporkan menghilang.
"Jasad berhasil kami temukan sekitar pukul 12.40 WIB di wilayah batu grib. Kondisi korban saat ditemukan adalah kode hitam atau telah meninggal dunia," terang Abdul Malik pada Rabu (4/6/2025).
Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan tim SAR gabungan yang beranggotakan Basarnas, BPBD Kota Padang, Dinas Pemadam Kebakaran Padang, Palang Merah Indonesia, Kepolisian, TNI, Dinas Pariwisata, perwakilan kecamatan dan kelurahan setempat, Kelompok Siaga Bencana, serta warga sekitar lokasi kejadian.
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Padang guna menjalani proses identifikasi lebih mendalam oleh pihak berwenang.
Kronologi kejadian bermula pada Selasa (3/6/2025) sekitar pukul 17.00 WIB ketika pria yang identitasnya belum diketahui tersebut tenggelam saat melakukan aktivitas berenang di kawasan Pantai Koto Marapak.
Saksi mata bernama Aidil Perdana Putra berusia 26 tahun menuturkan bahwa dirinya sempat memberikan peringatan kepada korban agar kembali mendekati bibir pantai karena kondisi ombak yang cukup besar. Namun, korban tetap memilih untuk berenang menuju tengah laut hingga akhirnya menghilang dari pandangan.
Operasi pencarian dimulai sejak Selasa sore (3/6/2025) dan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi (4/6/2025) pukul 07.30 WIB. Tim SAR melakukan penyisiran menyeluruh di permukaan laut dan sepanjang garis pantai dengan menggunakan perahu karet serta peralatan pendeteksi bawah air untuk memaksimalkan upaya pencarian.
Hingga pemberitaan ini diterbitkan, identitas korban masih dalam tahap verifikasi oleh pihak yang berwajib untuk memastikan data diri yang akurat sebelum penyerahan kepada keluarga. (red)
















