Sumbardaily.com, Padang – Semen Padang FC memastikan perpisahan dengan gelandang asing Bruno Gomes setelah 1,5 tahun memperkuat Kabau Sirah. Keputusan tidak memperpanjang kontrak dilakukan secara resmi dan diiringi suasana kekeluargaan ketika sang pemain berpamitan dan diantar ke bandara bersama keluarga serta perwakilan klub. Manajemen menyebut momen perpisahan berlangsung penuh penghargaan atas kontribusi sang gelandang selama memperkuat tim.
Manajer Tim, Masykur Rauf, menjelaskan bahwa keputusan tidak melanjutkan kerja sama merupakan hasil evaluasi internal yang telah melalui pertimbangan manajemen dan pelatih. Meski berat, klub menerima keputusan tersebut dan berharap Bruno meraih kesuksesan pada karier berikutnya.
“Hari ini Bruno sudah pamit, tadi sudah berangkat. Kita antarkan ke bandara beserta keluarga dan melepasnya secara kekeluargaan. Alhamdulillah, Bruno sudah berkontribusi 1,5 tahun bersama kita. Apa pun evaluasi manajemen untuk tidak memperpanjang kontraknya, mau tidak mau kita terima. Semoga Bruno sukses di klub berikutnya,” ujar Masykur, dikutip Jumat (5/12/2025).
Manajemen Siapkan Amunisi Baru untuk Mengisi Posisi Kosong
Setelah melepas Bruno dan satu pemain asing lainnya, Semen Padang FC mulai mengarahkan fokus pada jendela transfer. Manajemen mengonfirmasi bahwa evaluasi bersama tim pelatih telah dilakukan, termasuk kebutuhan mendatangkan amunisi baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan kedua pemain asing tersebut.
“Kita menunggu transfer window. Evaluasi sudah dilakukan, dan mudah-mudahan pemain baru—minimal pengganti Chaby dan Bruno—sudah masuk daftar untuk didatangkan ke Semen Padang FC,” kata Masykur menambahkan.
Meski kehilangan dua pemain penting, manajemen tetap percaya diri menjalani empat pertandingan tersisa pada putaran pertama Super League 2025/2026. Mereka menilai tim memiliki kedalaman yang cukup untuk tetap bersaing dan mempertahankan performa positif.
“Kita memang kehilangan pemain penting, tetapi manajemen tetap optimis tim ini bisa menjalani pertandingan sisa dengan hasil positif,” ujar Masykur.
Persiapan Tim Difokuskan pada Training Camp di Luar Padang
Untuk menjaga ritme permainan dan kesiapan fisik, manajemen bersama pelatih merencanakan pemusatan latihan di luar Kota Padang. Jeda kompetisi dinilai sebagai momentum ideal untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian taktik sebelum menjalani empat laga krusial berikutnya.
“Hasil evaluasi dengan Coach Dejan dan staf lainnya, kita merencanakan Training Camp di luar kota Padang. Waktu jeda ini akan kita manfaatkan untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin,” tutupnya. (red)
















