Sumbardaily.com - Sebanyak 11 kontingen kabupaten dan kota berlaga pada cabang olahraga (cabor) sepatu roda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 di Kota Pariaman. Kejuaraan yang berlangsung di arena sepatu roda Kota Pariaman itu resmi dibuka Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Sabtu (10/10/2026).
Pariaman memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah untuk meningkatkan perhatian terhadap fasilitas olahraga sepatu roda. Pemerintah kota juga membuka peluang menggelar kejuaraan tingkat nasional sekaligus menyiapkan peningkatan kualitas arena apabila kembali dipercaya menjadi tuan rumah Porprov pada 2028.
Dalam sambutannya, Mulyadi mengapresiasi antusiasme para kontingen dan panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan pertandingan. Menurutnya, penyelenggaraan Porprov menjadi kesempatan bagi Kota Pariaman untuk mengembangkan fasilitas olahraga sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi.
“Sebagai salah satu tuan rumah, Kota Pariaman memfokuskan perhatian pada fasilitas cabang olahraga sepatu roda yang dinilai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ke depannya, jika kembali dipercaya sebagai tuan rumah Porprov 2028, kita berencana meningkatkan keamanan dan kualitas lapangan sepatu roda agar menjadi lebih baik. Tidak hanya itu, kita juga berharap agar pihak pengurus provinsi (Pencab/Pengprov) dapat membawa event kejuaraan nasional sepatu roda langsung ke Kota Pariaman dan kita siap memfasilitasi semuanya,” ujarnya.
Sebelas kontingen yang mengikuti pertandingan tersebut berasal dari Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Sawahlunto.
Mulyadi juga mengingatkan seluruh atlet agar mengutamakan sportivitas selama bertanding. Ia menegaskan bahwa penentuan juara harus didasarkan pada kemampuan dan hasil pertandingan, bukan karena adanya perlakuan khusus terhadap atlet tertentu.
Menurutnya, sepatu roda merupakan olahraga dengan risiko tinggi yang memiliki karakteristik seperti balapan. Karena itu, perjuangan atlet di arena harus dihargai melalui penilaian yang adil dan objektif.
“Dalam kejuaraan ini, kepada seluruh atlet agar menjaga sportivitas tinggi dalam setiap pertandingan. Pertandingan olahraga yang melahirkan juara satu, dua, dan tiga harus berjalan murni berdasarkan kemampuan terbaik para atlet, bukan karena unsur 'dimenangkan'. Mengingat risiko olahraga sepatu roda yang sangat tinggi dan menyerupai balapan, apresiasi penuh harus diberikan kepada atlet yang benar-benar berjuang dan berprestasi di lapangan,” ungkapnya.
KONI Sumbar Berharap Porprov Melahirkan Atlet Berprestasi
Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman yang bersedia menjadi tuan rumah pertandingan sepatu roda. Ia berharap pelaksanaan Porprov XVI dapat berlangsung lancar dengan tetap mengedepankan sportivitas.
Hamdanus menilai Porprov memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan atlet daerah. Melalui kompetisi tersebut, atlet diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuka peluang untuk bersaing pada kejuaraan yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Porprov XVI harus segera terlaksana karena sudah 8 tahun tidak terlaksana. Kita berharap para atlet dapat bertanding secara sportif dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di arena. Tidak hanya itu, Gubernur Sumatera Barat juga telah memberikan izin agar pelaksanaan Porprov berikutnya (ke-17) dapat dimajukan dan digelar lebih awal pada musim liburan Juni-Juli Tahun 2028 dan tidak lagi dianggarkan pada APBD perubahan seperti saat ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut juga menyoroti rencana pelaksanaan Porprov XVII pada 2028. Berdasarkan keterangan Hamdanus, Gubernur Sumatera Barat telah memberikan izin agar jadwal penyelenggaraan Porprov berikutnya dimajukan ke periode liburan Juni-Juli 2028.
Selain perubahan jadwal, pelaksanaan Porprov mendatang diharapkan tidak lagi mengandalkan penganggaran melalui APBD perubahan seperti yang dilakukan saat ini. Penyesuaian waktu dan penganggaran tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penyelenggaraan kompetisi olahraga daerah secara lebih terencana.
Porprov Jadi Persiapan Menuju PON 2028
Porprov XVI Sumatera Barat tidak hanya menjadi ajang persaingan untuk menentukan atlet terbaik di tingkat provinsi. Kompetisi ini juga dipandang sebagai bagian penting dari pembinaan dan penjaringan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi sejumlah agenda olahraga berikutnya.
Atlet-atlet yang menunjukkan performa terbaik diharapkan dapat melanjutkan persaingan pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta pada 2028.
Dalam konteks tersebut, pertandingan sepatu roda di Pariaman menjadi salah satu kesempatan bagi atlet untuk membuktikan kemampuan dan meningkatkan pengalaman berkompetisi. Penyelenggaraan yang menjunjung sportivitas juga menjadi faktor penting agar hasil pertandingan dapat menjadi tolok ukur kemampuan atlet secara objektif.
Hamdanus berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga kualitas pelaksanaan pertandingan, termasuk para wasit dan juri yang bertugas menentukan hasil kompetisi.
“Dengan terselenggaranya ajang ini, para atlet diharapkan dapat bertanding secara sportif, dan para wasit serta juri mampu menjaga integritas demi melahirkan prestasi yang murni dan membanggakan bagi Sumatera Barat,” tutupnya.
Pembukaan pertandingan sepatu roda Porprov XVI Sumatera Barat 2026 di Kota Pariaman turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pariaman, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azzhar, Ketua PB Porserosi Sumatera Barat Alfroki Martha beserta jajaran, serta Ketua KONI Kota Pariaman Edison Trd bersama jajaran. (*)
















