Sumbardaily.com, Padang Panjang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengecekan menyeluruh terhadap struktur Jembatan Kembar Padang Panjang setelah diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan infrastruktur sekaligus menjaga keberlanjutan konektivitas jalan nasional Padang–Bukittinggi, khususnya pada ruas strategis Jalur Lembah Anai di Sumatera Barat (Sumbar).
Selain memeriksa kondisi jembatan, tim teknis juga melakukan evaluasi terhadap tebing Sungai Batang Anai yang berada di sekitar jembatan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan akibat erosi dan arus deras yang sebelumnya melanda kawasan tersebut. Upaya ini menjadi bagian dari penanganan pascabencana dengan mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan nasional merupakan prioritas utama pemerintah setelah terjadinya bencana alam.
Salah satu fokus penanganan diarahkan pada jalur Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai yang saat ini masih diberlakukan pembukaan terbatas untuk kendaraan karena proses perbaikan masih berlangsung.
“Jalur Padang–Bukittinggi adalah urat nadi pergerakan orang dan barang di Sumatera Barat. Karena itu, setiap langkah penanganan kami lakukan dengan prinsip kehati-hatian, memastikan aspek keselamatan terpenuhi sebelum fungsi layanan dikembalikan secara penuh,” ujar Dody dalam keterangan resmi dikutip Rabu (24/12/2025).
Menurut Dody, Jembatan Kembar Padang Panjang memiliki peran strategis sebagai titik krusial pada jalur nasional yang menghubungkan kawasan pesisir Kota Padang dengan wilayah dataran tinggi Bukittinggi dan sekitarnya.
Infrastruktur tersebut menjadi penopang utama mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pergerakan aktivitas ekonomi di Sumbar, terutama di kawasan Lembah Anai.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa setelah banjir bandang terjadi, Kementerian PU melalui BPJN Sumbar segera melakukan pengecekan awal terhadap kondisi struktur Jembatan Kembar Padang Panjang.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak adanya kerusakan struktural yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, Elsa menyebutkan bahwa tidak ditemukan penurunan kondisi struktur utama jembatan pascabanjir. Meski demikian, pihaknya menilai perlu dilakukan langkah proteksi tambahan, terutama pada bagian oprit dan pilar jembatan yang mengalami gerusan akibat kuatnya arus banjir.
Ia mengungkapkan bahwa inspeksi dilakukan secara komprehensif dengan memeriksa seluruh komponen jembatan. Pemeriksaan meliputi pondasi, pilar, abutmen, gelagar, hingga lantai jembatan yang berpotensi terdampak oleh arus deras dan material longsoran.
Selain itu, stabilitas tanah di sekitar pilar dan abutmen juga menjadi perhatian untuk memastikan tidak terjadi penurunan atau pergeseran yang dapat membahayakan struktur jembatan.
“Untuk sementara, jembatan dioperasikan dengan skema terbatas, di mana sisi A dibuka untuk lalu lintas, sementara sisi B ditutup sementara guna mendukung proses inspeksi dan pengamanan struktur,” kata Elsa.
Pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan sebagai langkah pengamanan selama proses evaluasi dan penguatan struktur berlangsung.
Pemerintah berharap, dengan pengawasan ketat dan tahapan penanganan yang dilakukan secara hati-hati, fungsi Jembatan Kembar Padang Panjang dapat kembali dioperasikan secara optimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan. (red)
















