Sumbardaily.com, Pariaman – Kejuaraan Tenis Internasional Baveti memperebutkan Piala Wali Kota Pariaman Tahun 2025 resmi dimulai. Ajang olahraga berskala internasional ini secara simbolis dibuka oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, pada Jumat (27/6/2025) di Lapangan Tenis GOR Sutan Rajo Bujang, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah.
Ketua panitia penyelenggara yang juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, mengungkapkan bahwa jumlah peserta mencapai hampir 300 orang.
Mereka akan berlaga dalam tiga kategori, yakni Ganda 115 Tahun (usia minimal 50 tahun per pasangan), Ganda 100 Tahun (usia minimal 45 tahun), dan Ganda Bebas (usia minimal 30 tahun). Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 71,5 juta disertai medali penghargaan.
"Turnamen ini menjadi wujud semangat kebersamaan dan silaturahmi lintas wilayah serta generasi. Kami juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini, mulai dari panitia, sponsor, hingga peserta," ujar Hertati.
Menurut Wali Kota Pariaman Yota Balad, penyelenggaraan kejuaraan ini sejalan dengan visi menjadikan Kota Pariaman sebagai destinasi wisata unggulan. Ia menekankan pentingnya menggabungkan olahraga dengan pariwisata atau sport tourism untuk meningkatkan daya tarik kota di mata pengunjung domestik maupun mancanegara.
"Kejuaraan ini kami harapkan menjadi bagian dari strategi besar untuk mempromosikan Kota Pariaman sebagai tujuan wisata. Tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga ruang silaturahmi dan rekreasi bagi para peserta yang datang," ujarnya.
Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Pesona Budaya Tabuik Piaman dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H. Tak hanya diikuti oleh peserta dari dalam negeri, kegiatan ini juga menghadirkan petenis dari Malaysia, termasuk mantan atlet tenis Sumatera Barat (Sumbar), atlet nasional, pejabat daerah, hingga anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Yota Balad menegaskan bahwa turnamen ini bukan difokuskan untuk mencari atlet muda berbakat, melainkan menjadi ajang rekreasi yang mengangkat identitas budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.
Meski demikian, Pemerintah Kota Pariaman juga menyiapkan agenda lanjutan dalam pembinaan olahraga. Pada Agustus mendatang, direncanakan Kejuaraan Tenis Usia Dini untuk kelompok umur 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun sebagai upaya menemukan bibit unggul di bidang tenis lapangan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan semangat fair play, sekaligus menikmati suasana Kota Pariaman yang kaya dengan tradisi budaya, termasuk perayaan Tabuik yang telah menjadi daya tarik wisata tahunan.
Di sisi lain, penyelenggaraan kejuaraan ini memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal. "Berdasarkan laporan yang kami terima, seluruh hotel dan homestay di Pariaman penuh terisi selama turnamen berlangsung. Ini membuktikan bahwa event sport tourism seperti ini mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat," tambahnya.
Kejuaraan Tenis Internasional Baveti 2025 menjadi momentum sinergi antara olahraga, budaya, dan pariwisata yang mampu membawa nama Kota Pariaman ke kancah yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. (red)
















