Sumbardaily.com - Upaya menjaga tradisi Minangkabau dilakukan Pemerintah Kota Pariaman dengan melibatkan generasi muda dalam festival budaya. Sebanyak 87 peserta mengikuti Festival Malingka Carano jo Aria Pinang tingkat Sumatera Barat yang digelar di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan inovasi Kecamatan Pariaman Timur yang digelar bersamaan dengan lomba lagu Minang tingkat Kota Pariaman. Ajang ini menjadi bagian dari kegiatan inovasi tingkat kecamatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Chandra.
Elfis mengatakan setiap kecamatan di Kota Pariaman diwajibkan menghadirkan satu inovasi setiap tahun. Untuk Kecamatan Pariaman Timur, inovasi yang dipilih berupa Festival Malingka Carano jo Aria Pinang tingkat Sumatera Barat serta lomba lagu Minang tingkat Kota Pariaman.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mempertahankan nilai budaya dan adat istiadat Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
"Tujuan kita adalah untuk melestarikan dan merawat budaya serta adat istiadat kita di ranah Minang. Carano merupakan suatu hal yang sangat bernilai penting di Minangkabau karena setiap acara adat selalu dikemukakan. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman modern saat ini, nilai-nilai budaya dikhawatirkan tergerus dan terputusnya regenerasi kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, kegiatan ini terus dirawat agar anak didik tetap mengetahui dan melestarikan tradisi malingka carano jo aria pinang," ujarnya.
Festival Malingka Carano jo Aria Pinang diikuti 87 peserta. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Pariaman, tetapi juga dari luar daerah, yakni Kabupaten Padang Pariaman.
Sementara itu, lomba lagu Minang diikuti 75 peserta yang seluruhnya merupakan siswa-siswi sekolah di Kota Pariaman. Setiap sekolah mengirimkan satu orang utusan untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Dengan jumlah tersebut, terdapat 162 peserta yang terlibat dalam dua kegiatan budaya dan seni yang digelar dalam rangka inovasi Kecamatan Pariaman Timur.
Elfis berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal budaya Minangkabau sejak dini. Menurutnya, pemahaman terhadap tradisi tidak hanya penting untuk menjaga keberlanjutan budaya, tetapi juga agar generasi muda memiliki kebanggaan terhadap identitas daerahnya.
Ia pun mengajak para peserta menjadikan festival tersebut sebagai titik awal untuk terus mengenal, menjaga, dan menerapkan nilai budaya Minangkabau dalam kehidupan.
“Kepada anak-anakku peserta festival malingka carano jo aria pinang Tingkat Provinsi Sumatera Barat dan lomba lagu minang tingkat Kota Pariaman, mari kita jadikan festival ini sebagai awal, agar kelak bisa menjadi generasi yang bangga dengan budaya Minangkabau dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari dan landasan hidup dikemudian hari,” tutupnya. (*)
















