Sumbardaily.com, Padang – Laga Semen Padang FC vs Malut United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 menghadirkan drama hingga detik terakhir. Bertanding di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026) malam WIB, kedua tim harus puas berbagi poin setelah duel berakhir imbang 2-2.
Hasil ini menjadi sorotan karena Malut United sempat unggul dua gol lebih dulu di babak pertama. Namun, Semen Padang FC menunjukkan semangat pantang menyerah dengan mencetak dua gol balasan jelang akhir pertandingan.
Malut United membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui aksi Tyronne del Pino. Gol tersebut bermula dari situasi bola mati di sisi kiri pertahanan Semen Padang.
Yance Sayuri yang dipercaya sebagai eksekutor mengirim umpan akurat ke tiang jauh. Yakob Sayuri kemudian mengarahkan bola ke depan gawang sebelum disambar Tyronne untuk membawa tim tamu unggul 0-1.
Tekanan Malut United berlanjut. Pada menit ke-27, peluang emas kembali tercipta lewat serangan balik cepat. Umpan Yance Sayuri dari sisi kiri diterima David Da Silva yang langsung melepaskan tembakan keras mendatar.
Namun, upaya tersebut masih bisa dimentahkan kiper Semen Padang.
Tuan rumah sempat memberikan respons melalui sejumlah percobaan, termasuk peluang di menit ke-6 saat penyerang Kabau Sirah melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Akan tetapi, kiper Malut United, Alan Jose, tampil sigap mengamankan gawangnya.
Menjelang turun minum, Malut United kembali menambah keunggulan lewat skema set piece. Umpan lambung dari luar kotak penalti berhasil dimaksimalkan Nilson Junior dengan sepakan first time di depan gawang. Skor berubah menjadi 0-2 dan bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Malut United hampir memperlebar jarak. Pada menit ke-51, tim tamu mendapatkan indirect freekick di dalam kotak penalti setelah terjadi back pass ke kiper Rendy Oscario. Namun, tendangan David Da Silva mampu diblok barisan pertahanan tuan rumah.
Pertandingan sempat terhenti ketika lampu stadion mati sesaat saat kedua tim menjalani water break sekitar menit ke-77. Setelah kondisi kembali normal, laga dilanjutkan dengan tempo yang tetap intens.
Semen Padang FC terus berupaya menekan meski Malut United lebih dominan dalam penguasaan permainan. Pada menit ke-82, pergerakan Maicon Souza di sisi kiri nyaris membuahkan hasil. Sayangnya, sepakan kaki kirinya belum menemui sasaran.
Harapan tuan rumah akhirnya muncul pada menit ke-87. Berawal dari situasi bola mati, Kianz Froese berhasil memanfaatkan bola rebound di depan gawang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. Pada menit ke-90+1, Maicon Souza mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan setengah voli dari sudut sempit sisi kiri lapangan. Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR selama beberapa menit sebelum akhirnya disahkan oleh wasit.
Tak lama setelah proses review VAR, wasit mengeluarkan kartu merah kepada kapten Malut United, Safrudin Tahar, di injury time. Tim tamu pun harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.
Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Tambahan satu poin membuat Malut United kini mengoleksi 41 poin dan menempati peringkat keempat klasemen BRI Super League 2025/2026.
Sementara itu, hasil imbang ini cukup berarti bagi Semen Padang FC dalam upaya keluar dari zona merah. Meski masih berada di posisi ke-16 dengan 16 poin, Kabau Sirah kini hanya terpaut satu angka dari peringkat ke-17 sebagai batas zona aman.
Pertandingan Semen Padang FC vs Malut United menjadi salah satu laga paling dramatis pekan ini, dengan comeback di menit akhir, review VAR, hingga kartu merah yang menambah panas atmosfer BRI Super League 2025/2026. (*)
















