Fakta Menarik Jelang Persebaya Surabaya vs Semen Padang FC di Gelora Bung Tomo

Fakta Menarik Jelang Persebaya Surabaya vs Semen Padang FC di Gelora Bung Tomo

Persebaya Surabaya menjamu Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (11/5/2025). (Foto: MO Persebaya Surabaya)

Sumbardaily.com, Padang – Semen Padang FC akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada pekan keenam BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (19/9/2025), diprediksi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen.

Bagi Semen Padang, laga ini menjadi momentum penting setelah pada pekan sebelumnya harus menelan kekalahan 1-2 dari PSBS Biak. Hasil itu membuat tim Kabau Sirah masih tertahan di papan bawah klasemen dengan koleksi empat poin dan berada di posisi ke-14. Catatan tersebut berasal dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Situasi serupa juga dialami tuan rumah Persebaya. Tim Bajol Ijo baru saja kalah tipis 0-1 dari Persib Bandung. Kekalahan itu membuat mereka berada di urutan kedelapan klasemen sementara dengan enam poin. Dengan kondisi ini, kedua tim datang ke laga dengan motivasi tinggi untuk bangkit dan mengamankan tiga poin penuh.

Rekor Pertemuan Selalu Imbang

Pertandingan di Surabaya nanti menjadi pertemuan kelima antara kedua tim sejak era Liga 1 2017. Menariknya, empat laga sebelumnya selalu berakhir imbang. Ketika bermain di Gelora Bung Tomo, skor identik 1-1 tercipta pada 28 November 2019 dan 11 Mei 2025. Sementara itu, saat duel digelar di markas Semen Padang, hasil akhirnya selalu tanpa gol, yakni 0-0 pada 28 Juli 2019 dan 15 Desember 2024.

Catatan tersebut menunjukkan Semen Padang mampu memberi perlawanan ketat kepada Persebaya, baik saat bermain di kandang sendiri maupun tandang. Hal inilah yang membuat laga Jumat malam mendatang berpotensi kembali berjalan alot dan sulit diprediksi.

Konsistensi Jadi Masalah

Semen Padang dan Persebaya sama-sama menghadapi persoalan konsistensi pada awal musim ini. Persebaya mencatat dua kemenangan tetapi juga sudah dua kali tumbang. Sementara itu, Semen Padang hanya mampu sekali menang, sekali imbang, serta dua kali kalah. Kondisi ini membuat keduanya membutuhkan kemenangan agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan di papan klasemen BRI Super League 2025/2026.

Francisco Rivera Masih Jadi Ancaman

Meskipun sorotan utama tertuju pada Semen Padang, tim asuhan pelatih Delfi Adri tetap harus mewaspadai ancaman dari lini serang Persebaya, terutama sosok Francisco Rivera. Pemain asal Meksiko berusia 30 tahun itu menjadi tumpuan Bajol Ijo dengan torehan dua gol dalam dua laga terakhir. Selain piawai mencetak gol, Rivera juga sudah menyumbang dua assist yang membuatnya menjadi figur kunci dalam permainan Persebaya.

Bagi Semen Padang, mengantisipasi pergerakan Rivera akan sangat krusial jika ingin pulang dari Surabaya dengan hasil positif. Dukungan penuh suporter Bajol Ijo di Gelora Bung Tomo tentu akan menambah tekanan, namun Semen Padang punya peluang untuk mematahkan tren negatif sekaligus mengakhiri catatan imbang panjang melawan Persebaya.

Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan juga kesempatan bagi Semen Padang FC membuktikan diri mampu bersaing di kasta tertinggi meski berstatus tim promosi yang masih mencari konsistensi. Publik sepak bola Tanah Air menantikan apakah Kabau Sirah mampu membawa kejutan di Gelora Bung Tomo atau justru Persebaya yang kembali menguasai jalannya pertandingan. (red)

Baca Juga

Usai Dipecat Semen Padang FC, Nil Maizar Unggah Pesan Menohok: ‘Kenali Peranmu’
Usai Dipecat Semen Padang FC, Nil Maizar Unggah Pesan Menohok: ‘Kenali Peranmu’
Potensi Banjir Rob Mengintai Sumbar, BMKG Sebut Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Potensi Banjir Rob Mengintai Sumbar, BMKG Sebut Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Komisi II DPR Dorong Sengketa Tanah Bukittinggi dan Fort de Kock Diselesaikan Lewat Mediasi
Komisi II DPR Dorong Sengketa Tanah Bukittinggi dan Fort de Kock Diselesaikan Lewat Mediasi
Beban Gaji PPPK Daerah Beralih ke Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan
Beban Gaji PPPK Daerah Beralih ke Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan
Film Dompet Ayah Sepatu Ibu Syuting di Tanah Datar, 190 Kru Siap Gerakkan UMKM
Film Dompet Ayah Sepatu Ibu Syuting di Tanah Datar, 190 Kru Siap Gerakkan UMKM
Dosen Unand Soroti AI di Kampus: “Bayar Puluhan Juta untuk Apa?”
Dosen Unand Soroti AI di Kampus: “Bayar Puluhan Juta untuk Apa?”