Electrifying Agriculture PLN Mampu Tekan Biaya Usaha Penggilingan Padi di Sumbar

Electrifying Agriculture PLN Mampu Tekan Biaya Usaha Penggilingan Padi di Sumbar

Petugas PLN menyambung listik penggilingan padi Huller Candra, dengan daya 66.000 Volt Ampere melalui program Electrifying Agriculture. (Foto: Dok PLN)

PT PLN (Persero) melalui Program Electrifying Agriculture terbukti mampu menurunkan biaya operasional hingga 70 persen usaha penggilingan padi Huller Candra, di Kecamatan Padang Utara, Sumatera Barat (Sumbar).

Pemilik penggilingan, Seprinaldi mengaku hemat puluhan juta sejak menggunakan mesin penggilingan padi listrik dibandingkan dengan mesin berbahan diesel.

“Kelebihan menggunakan mesin penggilingan listrik adalah hemat biaya, perbandingannya itu hampir 1 banding 7 atau lebih hemat hingga 70 persen jika dibandingkan dahulu saat kami masih menggunakan mesin diesel. Hemat hingga puluhan juta setiap bulannya,” ujar Seprinaldi dalam keterangan resmi, Minggu (30/7/2023).

Seprinaldi mengatakan, selain lebih hemat, penggunaan mesin penggilingan padi listrik juga lebih nyaman, bersih, dan tak berpolusi. Pengoperasian penggilingan padi menjadi lebih mudah, karena tidak perlu mencari bahan bakar solar.

“Sekarang lebih mudah, listrik PLN andal dan stabil jadi tak perlu repot cari solar. Lalu, saya juga mengakui mesin listrik itu lebih kuat, jarang sekali memerlukan pemeliharaan seperti mesin diesel, jadi sangat membantu meningkatkan produktivitas usaha kami,” kata Seprinaldi.

Karena itu, Seprinaldi menilai, Program Electrifying Agriculture PLN sangat bermanfaat bagi kemajuan para petani.

“Terima kasih kepada PLN yang telah memperkenalkan program ini dan memberikan layanan penyambungan baru listrik daya 66.000 volt ampere (VA) ke penggilingan padi kami, dengan cepat dan mudah. Kini kami dapat menggunakan listrik dan menggunakan mesin penggilingan padi listrik dengan leluasa,” ucap Seprinaldi.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar, Eric Rossi Priyo Nugroho menegaskan, PLN siap mendukung pelaku usaha di sektor pertanian dalam meningkatkan produktivitasnya.

Menurut Eric, program Electrifying Agriculture hadir untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Electrifying Agriculture merupakan program yang digagas PLN dengan tujuan meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah dan terjangkau bagi para petani.

Sejak 2022, tercatat sudah ada 74 pelanggan program Electrifying Agriculture di Kota Padang dan sekitarnya, kami berharap akan terus bertambah.

Eric pun berharap, semakin banyak petani di Sumatera Barat yang bergabung dalam program Electrifying Agriculture.

Melalui program ini, produktivitas pertanian akan meningkat dan menjadi lebih efisien, sehingga bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.

“Mari bergabung bersama petani-petani lainnya untuk menggunakan energi listrik yang lebih efisien dan hijau. Untuk usaha Bapak Ibu yang lebih menguntungkan dan untuk Sumbar berlangit lebih biru,” pungkas Eric. (*/red)

Baca Juga

81 Tahun Sumbar, Capaian Pembangunan Berjalan di Tengah Risiko Bencana
81 Tahun Sumbar, Capaian Pembangunan Berjalan di Tengah Risiko Bencana
653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Daffa Hadaya Hafal 30 Juz, Tak Bisa Melihat Sejak Lahir Kini Wakili Sumbar di MTQ Nasional
Daffa Hadaya Hafal 30 Juz, Tak Bisa Melihat Sejak Lahir Kini Wakili Sumbar di MTQ Nasional
Trase Tol Sicincin-Bukittinggi Terbaru: Exit di Pasar Amor, Kubang Putih Tak Lagi Dilewati
Trase Tol Sicincin-Bukittinggi Terbaru: Exit di Pasar Amor, Kubang Putih Tak Lagi Dilewati
Potensi Hujan Lebat di Sumbar 11-13 September, Warga Diminta Waspada
Potensi Hujan Lebat di Sumbar 11-13 September, Warga Diminta Waspada