Desa Wisata Fair III di Padang Panjang Angkat Budaya Sumbar dan Produk UMKM

Sumbardaily.com – Desa Wisata Fair III resmi digelar di Desa Wisata Kubu Gadang, Kota Padang Panjang. Festival ini menjadi wadah promosi pariwisata dan kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar), sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan serta kuliner tradisional kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama festival ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari penggerak desa wisata se-Sumbar, peserta lomba fotografi dan videografi, seniman, konten kreator, hingga pelaku UMKM. Pembukaan acara dilakukan Jumat (9/10/2026) oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Padang Panjang, Busmar Chandra.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang melalui Disporapar memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Desa Wisata Fair III. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan promosi potensi wisata dan budaya daerah.

“Disporapar memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Desa Wisata Fair III. Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan turut memeriahkan kegiatan ini,” ujar Busmar, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Padang Panjang, Dessy Via Chardena, mengatakan salah satu kegiatan yang dihadirkan dalam festival tersebut adalah pasar digital. Pasar ini menyediakan berbagai produk UMKM dan kuliner tradisional yang dapat diperkenalkan kepada pengunjung.

Menariknya, transaksi di pasar digital tersebut menggunakan koin. Sistem pembayaran ini menjadi salah satu ciri khas Desa Wisata Kubu Gadang yang turut diperkenalkan kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Desa Wisata Fair III.

Menurut Dessy, festival tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga berperan dalam memperkenalkan keunikan tradisi serta kearifan lokal kepada pengunjung. Dengan demikian, potensi pariwisata Padang Panjang dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Pihaknya berharap kegiatan Desa Wisata Fair dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, agenda tersebut telah diusulkan menjadi salah satu acara berskala nasional melalui program Karisma Event Nusantara.

“Kami berharap Desa Wisata Fair tidak berhenti di seri ketiga karena telah kami usulkan menjadi event nasional dalam Karisma Event Nusantara,” kata Dessy.

Pada hari pertama pelaksanaan, pengunjung disuguhi beragam pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan budaya daerah. Sejumlah penampil yang memeriahkan acara tersebut antara lain Tambua Cilik, Maestro Randai Mak Katik, Nan Tongga Project, dan Dangdut Solok.

Beragam pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kesenian tradisional maupun hiburan daerah kepada pengunjung. Kehadiran para pelaku seni juga menambah daya tarik festival yang menggabungkan promosi pariwisata, kebudayaan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain menghadirkan pertunjukan seni dan pasar digital, Disporapar mengajak peserta lomba fotografi dan videografi, konten kreator, serta peserta pertunjukan untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Padang Panjang.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas publikasi mengenai destinasi wisata setempat. Melalui foto, video, dan konten digital yang dihasilkan para peserta, keindahan objek wisata serta kekayaan budaya Padang Panjang berpeluang menjangkau khalayak yang lebih luas.

Keterlibatan konten kreator dan peserta lomba fotografi maupun videografi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah melalui berbagai platform digital. Promosi ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap destinasi wisata sekaligus tradisi yang masih berkembang di Sumbar.

Salah satu penampil yang turut ambil bagian dalam Desa Wisata Fair III adalah Fitri, peserta pertunjukan dari Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam festival tersebut, Fitri menampilkan tradisi menuai padi yang dikenal dengan sebutan bagerai.

Tradisi tersebut dibawakan untuk memperkenalkan kebudayaan masyarakat Simpang Sugiran kepada pengunjung. Selain memperkenalkan warisan budaya daerah, keikutsertaan dalam festival ini juga menjadi kesempatan untuk menjalin hubungan dan mempererat persaudaraan dengan masyarakat dari daerah lain.

Fitri mengatakan, penampilan yang dibawakan dalam Desa Wisata Fair III merupakan bagian dari upaya memperkenalkan tradisi setempat sekaligus membangun hubungan antardaerah melalui kegiatan kebudayaan.

“Kami ingin memperkenalkan budaya Simpang Sugiran sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Festival Alang-Alang Baradaik Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat di Padang Panjang
Festival Alang-Alang Baradaik Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat di Padang Panjang
Bangga! Pengelola Desa Wisata Kubu Gadang Dinobatkan Marketeer Muda Terbaik Asia 2025
Bangga! Pengelola Desa Wisata Kubu Gadang Dinobatkan Marketeer Muda Terbaik Asia 2025
Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang Raih Bantuan DPUP Kemenparekraf Rp120 Juta
Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang Raih Bantuan DPUP Kemenparekraf Rp120 Juta
Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang Makin Ramai Dikunjungi Wisatawan
Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang Makin Ramai Dikunjungi Wisatawan
Desa Wisata Kubu Gadang, Minang Kayo dan Batik Rang Minang Tampil di WIES
Desa Wisata Kubu Gadang, Minang Kayo dan Batik Rang Minang Tampil di WIES
Warga Rantau Panjang Waswas Banjir, PMI Pasaman Barat Kembali Galakkan SIBAT
Warga Rantau Panjang Waswas Banjir, PMI Pasaman Barat Kembali Galakkan SIBAT