Sumbardaily.com, Padang Panjang – Desa Wisata Kubu Gadang kembali mencuri perhatian di tingkat internasional setelah salah satu pengelolanya, Yuliza Zen, dinobatkan sebagai AMF Youth of Marketeer of The Year.
Penghargaan ini diberikan oleh Indonesia Marketing Association (IMA) pada ajang Asia Marketing Federation (AMF) yang digelar di Colombo, Sri Lanka, Jumat (14/11/2025).
Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing, bersama pakar marketing Asia, Hermawan Kartajaya.
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi Yuliza dalam memajukan desa wisata dan memberdayakan UMKM di Kota Padang Panjang.
Yuliza menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraihnya. Ia menilai penghargaan ini merupakan hasil dukungan berbagai pihak yang selama ini bersama-sama mengembangkan Kubu Gadang.
“Alhamdulillah, dari 13 negara se-Asia saya bisa berdiri menerima penghargaan ini. Terima kasih IMA pusat, IMA Padang, dan Pemko Padang Panjang atas dukungan luar biasa,” ujarnya dikutip Minggu (16/11/2025).
Dalam rangkaian kegiatan AMF yang berlangsung sejak 11 November 2025, Yuliza turut membawa berbagai produk unggulan UMKM Padang Panjang untuk diperkenalkan kepada peserta dari berbagai negara.
Produk yang dipamerkan meliputi deta dan syal Batik Asasi, Batik Rang Minang, serta plakat Padang Panjang dari Disperdakop UKM. Antusiasme peserta internasional dinilai cukup tinggi dan produk lokal tersebut mendapat penilaian positif atas kualitas serta karakter budayanya.
Pakar marketing dunia sekaligus tokoh AMF, Hermawan Kartajaya, memberikan apresiasi khusus kepada Yuliza atas kiprahnya dalam pengembangan desa wisata.
“Teruslah kembangkan kemampuan marketing. Desa wisata adalah cara membangun prosperity bersama. Semoga terus menginspirasi,” pesannya.
Pencapaian ini tidak hanya menambah deretan prestasi Yuliza Zen, tetapi juga memperkuat posisi Kubu Gadang dan UMKM Padang Panjang sebagai pelaku ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi pengembangan desa wisata berbasis komunitas dan pemasaran kreatif di Sumatera Barat. (red)
















