Sumbardaily.com – Perjalanan panjang Medison di dunia birokrasi akhirnya mengantarkannya ke posisi tertinggi aparatur sipil daerah di Kabupaten Dharmasraya. Sosok yang memulai karier dari kantor kecamatan itu kini resmi dipercaya menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif Kabupaten Dharmasraya.
Pelantikan Medison dilakukan langsung oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, pada Kamis (7/5/2026). Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan birokrasi pria kelahiran 9 April 1971 tersebut setelah puluhan tahun berkiprah di berbagai daerah dan jabatan strategis pemerintahan.
Nama Medison bukan sosok baru di lingkungan pemerintahan daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Birokrat bergelar S.Sos., M.Si itu dikenal memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan, mulai dari urusan pemerintahan nagari, administrasi kependudukan, hingga memimpin organisasi perangkat daerah.
Karier birokrasi Medison dimulai pada 1994 saat dipercaya menjabat sebagai Kasi PMD Kecamatan Pulau Punjung. Ketika itu, wilayah Dharmasraya masih menjadi bagian dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sebelum pemekaran daerah berlangsung.
Dari kantor kecamatan tersebut, perjalanan karier Medison terus berkembang. Lulusan STIA LAN RI Jakarta dan Pascasarjana Universitas Andalas itu kemudian dipercaya mengisi sejumlah posisi penting di Kabupaten Sijunjung.
Ia pernah menjabat sebagai Kasubag Capil Bagian Pemerintahan Kabupaten Sijunjung pada 1998 hingga 1999. Setelah itu, Medison dipercaya menjadi Kasubag Tata Pemerintahan Nagari Kabupaten Sijunjung periode 2002–2004.
Pengalaman lapangan dan pemahaman terhadap pemerintahan daerah membuat kariernya terus menanjak. Medison kemudian dipercaya memimpin wilayah kecamatan sebagai Camat Lubuk Tarok pada 2004–2006 dan Camat Kamang Baru pada 2006–2011.
Karier suami dari Wilma Montezi Medison itu semakin matang ketika dipercaya memimpin Badan PMPN Kabupaten Sijunjung pada 2011 hingga 2016. Dari sana, pengabdiannya berlanjut ke Kabupaten Solok.
Di Kabupaten Solok, Medison kembali mendapat kepercayaan menempati sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok pada 2016–2019.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Asisten II Setda Kabupaten Solok pada 2019–2021. Pengalaman birokrasi yang panjang membuat Medison kemudian ditunjuk sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Solok pada 2021–2022.
Kariernya mencapai posisi puncak ketika resmi menjabat Sekda Kabupaten Solok definitif sejak 2022 hingga 2026. Pengalaman tersebut menjadi modal besar sebelum akhirnya dipercaya mengemban amanah baru di Kabupaten Dharmasraya.
Kini, Medison kembali ke daerah yang pernah menjadi tempat awal pengabdiannya. Ia dipercaya mendampingi pemerintahan Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni sebagai Sekda definitif Kabupaten Dharmasraya.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan reformasi birokrasi yang terus berkembang, Medison memikul tanggung jawab besar dalam memperkuat soliditas birokrasi daerah.
Selain itu, ia juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengakselerasi program pembangunan di Kabupaten Dharmasraya.
Adapun riwayat jabatan Medison selama berkarier di pemerintahan daerah yakni:
- Kasi PMD Kecamatan Pulau Punjung (1994–1996)
- Kasubag Capil Bagian Pemerintahan Kabupaten Sijunjung (1998–1999)
- Kasubag Tata Pemerintahan Nagari Kabupaten Sijunjung (2002–2004)
- Camat Lubuk Tarok (2004–2006)
- Camat Kamang Baru (2006–2011)
- Kepala Badan PMPN Kabupaten Sijunjung (2011–2016)
- Kepala DPMN Kabupaten Solok (2016–2019)
- Asisten II Setda Kabupaten Solok (2019–2021)
- Penjabat Sekda Kabupaten Solok (2021–2022)
- Sekda Kabupaten Solok (2022–2026)
- Sekda Kabupaten Dharmasraya (2026–sekarang) (*)















