Sumbardaily.com, Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjadi salah satu perusahaan yang ikut mendukung Program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi yang resmi digulirkan pemerintah mulai 20 Oktober 2025.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan baru agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.
Direktur Bank Muamalat, Karno, menyampaikan bahwa dukungan Bank Muamalat terhadap program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membantu mencetak sumber daya manusia unggul, terutama dari kalangan generasi muda.
Menurutnya, Bank Muamalat telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa secara mandiri sebelum adanya regulasi pemerintah.
“Insya Allah partisipasi kami dalam program ini sejalan dengan maqashid syariah untuk menjaga kecerdasan generasi muda, sekaligus mendukung misi kami meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus di Tanah Air,” ujar Karno.
Sebagai lembaga keuangan syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat menilai kebijakan pemagangan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga bagi perusahaan dan pemerintah.
Melalui interaksi langsung di lingkungan industri, peserta akan mendapatkan pengalaman nyata yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.
Pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa peserta program adalah lulusan baru dari berbagai perguruan tinggi yang akan menjalani masa magang selama enam bulan.
Selama masa pemagangan, peserta berhak memperoleh uang saku setara upah minimum provinsi atau regional, serta jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat pelatihan, tetapi juga memberikan perlindungan hukum dan kesejahteraan dasar bagi peserta.
Karno menilai, meski durasinya relatif singkat, skema pemagangan nasional ini diharapkan membawa dampak positif bagi ekosistem tenaga kerja dan industri, terutama dalam mendorong literasi serta inklusi keuangan syariah di Indonesia.
“Program ini memberi ruang bagi generasi muda untuk memahami praktik industri keuangan syariah secara langsung,” ujarnya.
Bank Muamalat mendapat amanah untuk mengelola 30 peserta pemagangan yang akan ditempatkan di berbagai unit kerja sesuai kompetensi mereka. Perusahaan juga memastikan seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah dipenuhi sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah.
Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi sendiri merupakan bentuk pelatihan kerja terstruktur yang melibatkan dunia industri dalam meningkatkan keterampilan lulusan.
Setiap perusahaan peserta wajib menyediakan pembimbing atau mentor, serta melakukan monitoring dan pelaporan kegiatan pemagangan secara berkala kepada instansi terkait.
Dengan keterlibatan Bank Muamalat dalam program ini, diharapkan semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi aktif mendukung upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja kompeten, berintegritas, dan berdaya saing global—khususnya dalam sektor keuangan syariah yang tengah berkembang pesat di Indonesia. (*)
















