Tesla Pamer Roadster Bisa Terbang Pakai Pendorong SpaceX, Ngebut 370 Km/Jam

Tesla Pamer Roadster Bisa Terbang Pakai Pendorong SpaceX, Ngebut 370 Km/Jam

Tesla pamer Roadster yang bisa terbang pakai pendorong SpaceX, melaju terbalik, berakselerasi 0,81 detik, dan melaju 370 km/jam. (Foto: Instagram/teslamotors)

Sumbardaily.com – Tesla memperkenalkan Roadster generasi terbaru dengan kemampuan yang tidak biasa untuk sebuah mobil sport listrik. Kendaraan dua penumpang ini diperlihatkan mampu melaju dalam posisi terbalik, melakukan gerakan berputar di udara, hingga melompati deretan mobil menggunakan teknologi pendorong gas yang dikembangkan bersama SpaceX.

Peragaan tersebut berlangsung di lokasi pengujian SpaceX di McGregor, Texas, Amerika Serikat, Kamis (15/10/2026) malam waktu setempat. CEO Tesla Elon Musk menyebut mobil sport listrik tersebut sebagai kendaraan yang lebih canggih daripada mobil James Bond.

"Lebih baik dari mobil James Bond," kata Musk, dikutip dari Autoblog melalui CNN Indonesia, Sabtu (17/10/2026).

Roadster terbaru ini merupakan hasil desain ulang dari prototipe yang pertama kali diperkenalkan pada 2017. Saat itu, Tesla menjanjikan pengiriman kendaraan tersebut mulai 2020. Namun, jadwal produksinya kembali bergeser dan kini ditargetkan berlangsung pada 2028.

Roadster Bisa Melaju Terbalik hingga Berputar di Udara

Peragaan Roadster dimulai ketika mobil tersebut melaju menaiki lintasan melengkung. Kendaraan itu terus menanjak hingga berada dalam posisi terbalik dan bergerak mengikuti lintasan tanpa terjatuh.

Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla Lars Moravy menjelaskan, kemampuan tersebut didukung sistem kipas isap yang dipasang pada bagian bawah mobil. Sistem itu diklaim mampu menghasilkan daya isap hingga 2G sehingga kendaraan dapat mempertahankan posisinya ketika melaju terbalik.

Setelah memperlihatkan kemampuan tersebut, Roadster bergerak mundur menuruni lintasan sebelum kembali melesat ke atas. Mobil kemudian melakukan gerakan berguling di udara dan mendarat dengan bantuan pendorong gas dingin.

Tesla juga memperlihatkan kemampuan Roadster melompati deretan kendaraan buatannya. Dalam demonstrasi itu, mobil sport tersebut melewati sejumlah kendaraan Tesla, termasuk Tesla Semi yang memiliki tinggi sekitar 4,1 meter.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu fitur paling mencolok dari Roadster terbaru. Teknologi yang digunakan tidak hanya mengandalkan sistem penggerak kendaraan listrik, tetapi juga mengadopsi perangkat yang dikembangkan untuk kebutuhan teknologi antariksa.

Melalui akun X resminya, Tesla menjelaskan tantangan dalam menerapkan teknologi pendorong wahana antariksa ke kendaraan darat.

"SpaceX telah menggunakan pendorong untuk mengatur posisi wahana antariksa selama puluhan tahun. Membuatnya bekerja di kendaraan, bukan di ruang hampa, membutuhkan perangkat keras dan sistem kendali yang sepenuhnya baru," tulis Tesla.

Tesla juga mengungkapkan bahwa ruang kosong yang dapat dimanfaatkan di dalam kendaraan diisi dengan tabung bertekanan berlapis serat karbon atau composite overwrapped pressure vessel (COPV).

Tabung tersebut menjadi bagian dari sistem penyimpanan gas bertekanan yang mendukung pengoperasian pendorong. Integrasi perangkat tersebut menunjukkan bagaimana teknologi yang biasa digunakan dalam pengembangan wahana antariksa diterapkan pada mobil sport listrik.

Akselerasi 0-96 Km/Jam Diklaim 0,81 Detik

Selain kemampuan melakukan manuver di udara, Tesla mengklaim Roadster generasi terbaru memiliki performa akselerasi yang sangat tinggi.

Empat pendorong yang mendapat pasokan teknologi dari SpaceX dan ditempatkan di bagian belakang diklaim memungkinkan mobil berakselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 96 kilometer per jam hanya dalam 0,81 detik.

Musk juga menyebut kecepatan maksimum kendaraan tersebut dapat melampaui 370 kilometer per jam.

Angka akselerasi tersebut menjadi salah satu klaim utama Tesla dalam memperkenalkan Roadster terbaru. Namun, angka-angka tersebut merupakan klaim yang disampaikan perusahaan dalam demonstrasi, bukan hasil pengujian independen yang disebutkan dalam informasi yang tersedia.

Roadster turut dilengkapi fitur aerodinamika yang dapat disesuaikan. Ketika pengemudi mengaktifkan Track Mode, sayap belakang mobil akan bergerak dengan bantuan sistem aktuator robot Optimus.

Tesla mengklaim paket passive downforce pada Roadster menjadi yang terbaik di antara mobil yang legal digunakan di jalan raya. Perusahaan juga menyebut tingkat gaya tekan ke bawah yang dihasilkan mendekati mobil Formula 1.

Gaya tekan ke bawah atau downforce berfungsi membantu kendaraan mempertahankan cengkeraman ban terhadap permukaan lintasan, terutama ketika melaju pada kecepatan tinggi. Pada Roadster, teknologi tersebut dipadukan dengan sistem kipas isap untuk mendukung performa kendaraan.

Tesla Tawarkan Tiga Versi Roadster

Di balik berbagai fitur yang diperlihatkan, Tesla juga menyiapkan beberapa pilihan Roadster dengan spesifikasi berbeda. Reuters melaporkan, halaman pemesanan pada situs resmi Tesla menampilkan tiga versi kendaraan tersebut.

Versi pertama adalah Performance, yang mensyaratkan deposit sebesar US$50.000 atau sekitar Rp902,6 juta. Perhitungan tersebut menggunakan kurs Rp18.051 per dolar AS.

Pilihan kedua adalah Thrust, yang dilengkapi pendorong untuk meningkatkan akselerasi. Calon pembeli versi ini harus menyiapkan deposit US$250.000 atau sekitar Rp4,5 miliar.

Sementara itu, versi ketiga bernama Rocket hanya tersedia melalui undangan. Berbeda dari konfigurasi dua penumpang pada Roadster yang diperkenalkan, model ini hanya menyediakan satu jok dan dibekali sistem terbang penuh.

Meski sudah menampilkan ketiga versi tersebut pada halaman pemesanan, Tesla belum mengumumkan harga jual resmi masing-masing model. Besaran deposit yang tercantum menjadi persyaratan awal pemesanan, bukan harga akhir kendaraan.

Perbedaan konfigurasi tersebut memperlihatkan bahwa Tesla menawarkan pilihan Roadster dengan tingkat kemampuan yang berlainan. Versi Performance ditawarkan dengan deposit lebih rendah, sedangkan Thrust menonjolkan pendorong untuk akselerasi. Adapun Rocket menjadi varian khusus dengan sistem terbang penuh dan akses terbatas melalui undangan.

Jadwal produksi yang ditargetkan pada 2028 juga menjadi bagian penting dari pengembangan mobil tersebut. Roadster generasi terbaru masih harus menunggu hingga target produksi itu tiba setelah rencana pengiriman yang semula dijanjikan pada 2020 tidak terealisasi sesuai jadwal awal.

Elon Musk Belum Tegas soal Legalitas di Jalan Raya

Di tengah demonstrasi yang menampilkan kemampuan terbang dan manuver ekstrem, pertanyaan mengenai penggunaan Roadster di jalan umum masih belum terjawab secara pasti.

Fitur pendorong gas dan kemampuan kendaraan melakukan manuver di udara menimbulkan pertanyaan mengenai aturan yang berlaku di berbagai wilayah. Musk sendiri tidak memberikan kepastian bahwa seluruh fitur tersebut dapat digunakan secara legal di setiap yurisdiksi.

"Maksudnya, ini akan jadi mobil sungguhan yang ada di jalan," kata Musk, dikutip dari InsideEVs.

Namun, ia kemudian mengakui bahwa kepastian mengenai legalitas kendaraan tersebut tidak berlaku secara universal.

"Anda tahu, saya belum tentu yakin ini legal di semua yurisdiksi. Tapi akan ada mobil seperti itu yang bisa dimiliki seseorang," lanjutnya.

Ketika seorang penonton secara langsung menanyakan apakah Roadster dapat digunakan secara legal di jalan raya, Musk memberikan jawaban singkat.

"Ya, ya. Tergantung jalanmu," ujarnya.

Pernyataan tersebut belum memberikan penjelasan terperinci mengenai wilayah yang mengizinkan penggunaan Roadster beserta fitur pendorongnya. Dengan demikian, kepastian mengenai legalitas seluruh kemampuan kendaraan tersebut di jalan umum masih menjadi pertanyaan di tengah rencana produksi yang ditargetkan mulai 2028. (*)

Baca Juga

Gaya Eropa, Teknologi AI: AION UT Tawarkan Sensasi Baru Berkendara
Gaya Eropa, Teknologi AI: AION UT Tawarkan Sensasi Baru Berkendara
Transformasi Mobil Listrik: PLN Perluas Jaringan SPKLU Hingga 3.233 Unit
Transformasi Mobil Listrik: PLN Perluas Jaringan SPKLU Hingga 3.233 Unit
Suzuki Jimny Heritage 2026 Hadir Terbatas, Ini Harga dan Fitur Spesialnya
Suzuki Jimny Heritage 2026 Hadir Terbatas, Ini Harga dan Fitur Spesialnya
Warna Baru New Honda Stylo 160 Resmi Meluncur, Ini Pilihan untuk Tipe ABS dan CBS
Warna Baru New Honda Stylo 160 Resmi Meluncur, Ini Pilihan untuk Tipe ABS dan CBS
Selendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Selendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Harga Suzuki XL7 Terbaru di Sumbar Lengkap, Ini 6 Pilihan Model dan Variannya
Harga Suzuki XL7 Terbaru di Sumbar Lengkap, Ini 6 Pilihan Model dan Variannya