Sumbardaily.com – Aplikasi Likari hadir sebagai inovasi pembelajaran Bahasa Jepang berbasis teknologi digital yang mendorong siswa mempelajari kosakata secara bertahap. Mengusung konsep Lima Kata dalam Satu Hari, aplikasi hasil penelitian Universitas Bung Hatta (UBH) ini telah diperkenalkan kepada guru dan siswa SMK Swasta Pembina Bangsa, Kota Bukittinggi, pada 9 Oktober 2026.
Likari dikembangkan untuk membantu siswa memperkuat penguasaan kosakata Bahasa Jepang melalui metode belajar yang interaktif, fleksibel, dan adaptif. Selain mendukung pembelajaran di kelas, aplikasi ini diharapkan dapat mendorong siswa membangun kebiasaan belajar mandiri dengan memanfaatkan teknologi digital.
Nama Likari berasal dari konsep Lima Kata dalam Satu Hari. Pendekatan tersebut mengajak siswa mempelajari kosakata Bahasa Jepang secara konsisten, sehingga proses belajar dapat dilakukan secara bertahap. Penguasaan kosakata menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu fondasi penting dalam mempelajari bahasa asing.
Aplikasi ini merupakan hasil penelitian yang diketuai Rektor UBH, Prof. Diana Kartika. Pengembangannya melibatkan sejumlah anggota tim peneliti dengan keahlian di bidang bahasa, teknologi, dan bidang terkait lainnya.
Tim peneliti tersebut terdiri atas Oslan Amril; Tien Immery; Karmila Suryani; Prof. Agustina; Mac Aditiawarman; Khairatunnisak; dan Rio Ferdinand Kiantara.
Pengembangan aplikasi Likari turut didukung tim teknis yang terdiri atas Bayu Haryanto; Rizki Almauli; serta Jelita Maharani.
Likari Manfaatkan Teknologi Digital untuk Belajar Bahasa Jepang
Prof. Diana Kartika menjelaskan Likari dirancang sebagai inovasi pembelajaran Bahasa Jepang yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Melalui aplikasi ini, guru dan siswa diperkenalkan pada fitur serta cara penggunaan media pembelajaran yang ditujukan untuk memperkuat penguasaan kosakata.
“Aplikasi Likari diperkenalkan sebagai media pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan adaptif. Melalui pemanfaatan aplikasi ini, guru dan siswa dapat memahami fitur serta cara penggunaannya untuk mendukung pembelajaran Bahasa Jepang, khususnya dalam memperkuat penguasaan kosakata,” jelasnya.
Menurut Diana, kemampuan menguasai kosakata merupakan aspek mendasar dalam proses mempelajari bahasa asing. Karena itu, Likari diharapkan menjadi alternatif media belajar yang membantu siswa memahami dan mengingat kosakata Bahasa Jepang secara lebih efektif.
Konsep lima kata dalam satu hari menjadi pendekatan yang mendorong siswa belajar secara bertahap dan konsisten. Dengan dukungan media digital, pembelajaran tidak hanya berpusat pada kegiatan di ruang kelas, tetapi juga dapat diarahkan untuk membangun kebiasaan belajar mandiri.
“Melalui Aplikasi Likari, siswa dapat belajar kosakata Bahasa Jepang secara lebih fleksibel dan interaktif. Harapannya, aplikasi ini tidak hanya menjadi media pendukung pembelajaran di kelas, tetapi juga mendorong siswa membangun kebiasaan belajar secara mandiri,” ujarnya.
Dikembangkan dengan Pendekatan Natural Language Processing
Pengembangan Likari terus dilakukan dengan memanfaatkan pendekatan Natural Language Processing (NLP), atau pemrosesan bahasa alami. Pendekatan ini diarahkan untuk mendukung sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dan kemampuan pengguna.
Penerapan NLP menjadi bagian dari pengembangan teknologi pada aplikasi Likari. Sistem pembelajaran yang adaptif diharapkan dapat mendukung pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, terutama dalam proses mempelajari kosakata Bahasa Jepang.
Melalui pengembangan tersebut, Likari diarahkan menjadi media pendukung pembelajaran bahasa asing yang memadukan pendekatan belajar bertahap dengan pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi ini juga menjadi salah satu bentuk inovasi yang melibatkan tim peneliti dan tim teknis Universitas Bung Hatta.
SMK Swasta Pembina Bangsa Sambut Pengenalan Likari
Kepala SMK Swasta Pembina Bangsa, Zardoni, menyambut baik pengenalan aplikasi Likari di lingkungan sekolah. Pemanfaatan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital.
Media pembelajaran digital diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus memperluas akses terhadap sumber pembelajaran Bahasa Jepang. Selain itu, penggunaan aplikasi membuka peluang bagi guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Pengenalan Likari di SMK Swasta Pembina Bangsa, Kota Bukittinggi, diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya di sekolah kejuruan. Aplikasi ini diarahkan untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang sekaligus mendukung guru dalam memanfaatkan media pembelajaran digital. (*)
















