Karhutla Meningkat di Sumsel, 224 Hotspot Terdeteksi dalam Pemantauan Terbaru

Karhutla Meningkat di Sumsel, 224 Hotspot Terdeteksi dalam Pemantauan Terbaru

Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)

Sumbardaily.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera kembali menjadi perhatian pemerintah setelah jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan melonjak tajam dalam pemantauan terbaru. Dalam sehari, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di provinsi tersebut bertambah lebih dari tiga kali lipat.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Rabu (7/10) pukul 21.00 WIB, Sumatera Selatan mencatat 224 hotspot high confidence.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level 71 titik. Artinya, terdapat tambahan 153 hotspot hanya dalam satu hari pemantauan.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Kalimantan Tengah mencatat 225 hotspot, naik dari 182 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat memiliki 47 titik, meningkat dari 34 titik, dan Kalimantan Selatan mencapai 31 titik, naik dari 18 titik.

Di Sumatera, Jambi justru mengalami penurunan dari 21 menjadi 16 hotspot. Adapun Riau masih mencatat nihil hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian karhutla di wilayah yang menunjukkan peningkatan titik panas, khususnya Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan, patroli, pemeriksaan lapangan atau groundcheck, hingga penanganan kebakaran.

Penanggung jawab berita, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi, menjelaskan perkembangan titik panas tersebut berdasarkan hasil pemantauan pemerintah.

"Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun secara nasional terjadi penurunan tipis, konsentrasi hotspot pada wilayah tertentu masih membutuhkan perhatian dan respons lapangan yang kuat," ujar Ristianto Pribadi dalam keterangan Kementerian Kehutanan dikutip Jumat (9/10/2026).

Secara nasional, total hotspot high confidence memang mengalami penurunan. Data SiPongi mencatat terdapat 1.176 hotspot berdasarkan pantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

Jumlah itu berkurang 25 titik dibandingkan pemantauan Selasa (6/10), ketika terdapat 1.201 hotspot high confidence.

Meski jumlah nasional turun, kondisi di sejumlah provinsi prioritas menunjukkan situasi yang berbeda. Peningkatan hotspot di Sumatera Selatan menjadi salah satu perkembangan yang mendapat perhatian karena terjadi dalam waktu relatif singkat.

Kementerian Kehutanan menegaskan, angka hotspot tidak bisa secara langsung diterjemahkan sebagai jumlah kebakaran. Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang ditangkap oleh satelit.

Satu lokasi kebakaran juga dapat menghasilkan beberapa titik panas dalam hasil deteksi satelit. Karena itu, keberadaan hotspot tetap harus diperiksa melalui verifikasi di lapangan sebelum kondisi sebenarnya dapat dipastikan.

"Setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan menentukan tindakan penanganan di lapangan," kata Ristianto.

Pengendalian Karhutla Diperkuat di Darat dan Udara

Menghadapi kondisi karhutla yang masih dinamis, pemerintah menggabungkan penanganan melalui operasi darat dan udara. Manggala Agni Kementerian Kehutanan bekerja bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta pihak terkait lainnya.

Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara untuk mendukung operasi pengendalian karhutla. Dari jumlah tersebut, 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit lainnya disiapkan untuk operasi water bombing.

Operasi udara tersebut berjalan bersamaan dengan penanganan di lapangan. Tim melakukan patroli dan groundcheck terhadap indikasi hotspot, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.

Kawasan gambut menjadi salah satu area yang mendapatkan perhatian khusus dalam proses pemadaman. Pasalnya, bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan terus menjalar meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat.

Karena kondisi tersebut, petugas melakukan pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh. Penanganan tidak berhenti ketika api yang terlihat sudah padam, tetapi dilanjutkan hingga lokasi dinilai benar-benar aman.

Kualitas Udara di Sumatera Ikut Jadi Perhatian

Selain mengendalikan sumber kebakaran, pemerintah juga memantau dampak karhutla terhadap kualitas udara. Pemantauan dilakukan berdasarkan konsentrasi PM2,5 sebagai salah satu indikator dalam melihat kondisi udara dan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Pantauan terbaru menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, masih terdapat wilayah yang masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut ditemukan terutama di sejumlah bagian Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.

Di sebagian wilayah Kalimantan, bahkan masih terdapat kantong dengan kategori berbahaya. Perubahan kualitas udara terus dipantau karena kondisi tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, arah dan kecepatan angin, serta dinamika atmosfer lainnya.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta mengikuti perkembangan kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker juga dianjurkan apabila masyarakat harus melakukan aktivitas di luar rumah. Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih antara lain anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Satwa Liar Juga Dipantau

Karhutla tidak hanya mengancam kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu habitat satwa liar. Kebakaran dapat memengaruhi sumber pakan hingga jalur pergerakan satwa.

Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan unit terkait terus melakukan pemantauan terhadap satwa yang terdampak.

Masyarakat yang menemukan satwa liar dalam kondisi terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke kawasan permukiman diminta tidak melakukan evakuasi secara mandiri.

Masyarakat disarankan menjaga jarak dan tidak melakukan tindakan yang dapat membuat satwa mengalami stres atau menjadi agresif. Apabila memungkinkan, lokasi dan kondisi satwa dapat dicatat untuk kemudian dilaporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.

Pemerintah juga kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Perkembangan hotspot yang berubah dari hari ke hari menunjukkan bahwa kondisi karhutla masih dinamis. Penurunan jumlah titik panas secara nasional tidak selalu berarti seluruh wilayah mengalami kondisi yang sama.

Peningkatan tajam yang terjadi di Sumatera Selatan menjadi salah satu contoh bahwa kondisi di tingkat daerah dapat bergerak berbeda dari angka nasional.

Karena itu, pemerintah terus menempatkan deteksi dini, verifikasi lapangan, dan respons cepat sebagai bagian penting dalam pengendalian karhutla. Pemantauan dan patroli juga terus diperkuat, terutama pada wilayah yang menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi. (*)

Baca Juga

Karhutla Meluas, 1.359 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan hingga Sumatera
Karhutla Meluas, 1.359 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan hingga Sumatera
Hotspot Nasional Turun Tajam, Sumatera Selatan Justru Jadi Titik Panas Tertinggi
Hotspot Nasional Turun Tajam, Sumatera Selatan Justru Jadi Titik Panas Tertinggi
Asap dari Wilayah Tetangga Masih Pengaruhi Dharmasraya, ISPU Tembus 113
Asap dari Wilayah Tetangga Masih Pengaruhi Dharmasraya, ISPU Tembus 113
Titik Panas Karhutla Tembus 1.271, Sumatera Selatan Capai 83 Hotspot
Titik Panas Karhutla Tembus 1.271, Sumatera Selatan Capai 83 Hotspot
331 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Sumatera Selatan Naik Jadi 38 Titik
331 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Sumatera Selatan Naik Jadi 38 Titik
Karhutla Terkini, Hotspot Turun Tajam tapi Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masih Buruk
Karhutla Terkini, Hotspot Turun Tajam tapi Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masih Buruk