Sumbardaily.com - Operasi SAR khusus untuk mencari korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) memang telah dinyatakan selesai.
Namun, Basarnas memastikan pintu pencarian belum sepenuhnya tertutup. Jika setelah operasi dihentikan ada warga yang melaporkan anggota keluarganya hilang, operasi SAR akan kembali dibuka.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin mengatakan, keputusan tersebut berkaitan dengan mekanisme pelaksanaan operasi SAR yang didasarkan pada laporan.
Dengan ditemukannya dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, saat ini tidak ada lagi target yang harus dicari dalam operasi khusus bencana tersebut.
Korban terakhir, Agusra (69), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Penemuan itu melengkapi hasil pencarian terhadap dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak banjir bandang terjadi.
"Dari hasil operasi SAR semenjak hari pertama adanya bencana banjir bandang ini, ada dua orang yang hilang. Alhamdulillah, pada hari pertama operasi pencarian telah ditemukan satu orang meninggal bernama Daffi Arrahman (21) dan baru saja pada Jumat (25/9/2026) ini pukul 11.00 WIB, korban kedua bernama Agusra (69) sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," katanya.
"Sehingga, kegiatan operasi SAR dengan sudah tidak adanya target ataupun korban yang harus kami lakukan pencarian ataupun penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai," sambung Noer.
Meski operasi SAR khusus dihentikan, kondisi tersebut bukan berarti Basarnas meninggalkan lokasi bencana. Basarnas bersama potensi SAR dan Tim SAR Gabungan tetap berada dalam posisi siaga untuk memberikan respons apabila sewaktu-waktu muncul kebutuhan mendesak.
"Namun, karena ini dalam situasi bencana, Basarnas beserta potensi SAR dan Tim SAR Gabungan senantiasa standby mengantisipasi seandainya ada kebutuhan yang bersifat urgent atau mendesak terhadap hal-hal yang lain, sekiranya Basarnas bisa membantu untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang utama," ujarnya.
Kemungkinan dibukanya kembali operasi SAR menjadi perhatian setelah operasi khusus resmi berakhir. Basarnas menyebut pencarian dapat dilakukan lagi apabila terdapat laporan baru mengenai warga yang belum ditemukan.
Artinya, penghentian operasi saat ini didasarkan pada kondisi bahwa tidak ada lagi target pencarian yang dilaporkan.
Apabila kemudian keluarga atau masyarakat menyampaikan laporan mengenai orang yang hilang, Basarnas akan mengikuti dinamika tersebut dan mengambil langkah sesuai kebutuhan.
"Jika seandainya nanti ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya, Basarnas mengikuti dinamika dan perkembangan yang ada, pada intinya Basarnas akan membuka kembali operasi SAR, karena operasi SAR itu kan berdasarkan laporan," kata Noer.
Menurutnya, hingga saat ini Basarnas masih memetakan kondisi dua korban meninggal dunia yang sebelumnya menjadi target pencarian. Keduanya telah ditemukan dan dievakuasi.
"Terkait potensi adanya korban lain mengingat lokasi kejadian berada di jalan nasional, Basarnas hingga saat sekarang masih memetakan dua orang yang menjadi korban meninggal dunia dan itu sudah dievakuasi. Untuk korban luka-luka dan lain-lain sebagainya itu kan sudah ditempatkan di pelayanan medis, sehingga tidak ada lagi operasi yang diperlukan dalam kejadian bencana ini," katanya.
Dengan kondisi tersebut, Basarnas tidak melakukan operasi pencarian tambahan selama tidak ada laporan mengenai korban lain. Namun, status siaga tetap dipertahankan mengingat wilayah tersebut masih berada dalam situasi bencana.
"Sepanjang kami tak menerima laporan atau apapun korban jiwa manusia, kami tidak melaksanakan operasi dan kami berharap benar-benar sudah tak ada lagi korban jiwa di banjir bandang solok ini," tegas Noer.
Sebelumnya, operasi SAR dilakukan setelah banjir bandang menerjang wilayah Arosuka, Kabupaten Solok. Dari hasil operasi sejak hari pertama, dua orang diketahui hilang.
Satu korban bernama Daffi Arrahman (21) ditemukan meninggal dunia pada hari pertama pencarian. Sementara Agusra yang menjadi korban kedua ditemukan pada Jumat pagi menjelang siang dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya kedua korban tersebut, tidak ada lagi target pencarian dalam operasi SAR khusus. Korban luka-luka juga telah mendapatkan penanganan melalui pelayanan medis.
Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa penghentian operasi bukan berarti respons terhadap laporan masyarakat ikut dihentikan. Setiap laporan baru mengenai kemungkinan adanya warga yang hilang akan menjadi dasar bagi Basarnas untuk kembali melakukan operasi pencarian.
Dengan pola tersebut, operasi SAR khusus banjir bandang Solok dinyatakan selesai, tetapi kesiapsiagaan tetap berjalan. Basarnas masih menempatkan personelnya dalam posisi siaga untuk merespons kebutuhan masyarakat apabila situasi kembali memerlukan pencarian atau pertolongan. (*)
















