Sumbardaily.com – Rencana pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi memasuki tahapan penting. Perencanaan trase dan titik keluar atau exit tol untuk ruas Bukittinggi-Sicincin telah disepakati. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah jalur terbaru yang tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan exit tol direncanakan berada di kawasan Pasar Amor, Kabupaten Agam. Kepastian mengenai trase dan exit tersebut dibahas dalam rapat persiapan sekaligus percepatan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru ruas Sicincin-Bukittinggi.
Rapat tersebut digelar di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (10/9/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari pembahasan mengenai langkah yang perlu dilakukan agar pembangunan ruas tol tersebut dapat segera berjalan.
Andre mengatakan, perubahan trase telah disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah yang akan dilalui. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan permukiman masyarakat.
Ia menegaskan pembangunan Tol Trans Sumatera pada ruas tersebut tidak dirancang untuk membelah kampung yang telah dihuni masyarakat.
“Ndak ado kampung dibelah (tidak ada kampung yang akan dibelah),” tegas Andre, dikutip Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, konsep pembangunan juga memperhatikan kebutuhan akses masyarakat di wilayah tertentu. Untuk kawasan Banuhampu, misalnya, pemerintah menyiapkan akses jaringan bypass. Dengan demikian, bypass tersebut akan menjadi akses yang disiapkan bagi wilayah tersebut, bukan menjadi jalur utama tol.
Andre menyebut aspek sosial masyarakat menjadi salah satu hal yang akan terus dikawal selama persiapan pembangunan. Karena itu, ia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana turun langsung ke wilayah-wilayah yang terdampak pembangunan.
Pendekatan tersebut akan dilakukan hingga ke tingkat jorong. Dialog akan melibatkan masyarakat serta ninik mamak untuk membahas rencana pembangunan sekaligus proses pembebasan lahan.
Langkah komunikasi langsung itu diharapkan dapat membuat proses pembebasan lahan berlangsung lebih lancar. Di sisi lain, kepentingan masyarakat yang terdampak juga tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan pembangunan.
Andre menekankan proses pembebasan lahan harus mengedepankan prinsip ganti untung bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan diharapkan memperoleh penyelesaian yang sesuai dengan prinsip yang telah disiapkan pemerintah.
Ia juga berharap proses persiapan dan pembebasan lahan untuk ruas Sicincin-Bukittinggi tidak mengulang waktu panjang yang terjadi pada pembangunan ruas Padang-Sicincin.
Menurut Andre, pengalaman pembangunan ruas Padang-Sicincin menjadi pembelajaran agar proses pada ruas berikutnya dapat dilakukan lebih cepat. Targetnya, tahapan pembebasan lahan dan persiapan pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi dapat diselesaikan dalam hitungan bulan.
“Kalau yang Padang-Sicincin prosesnya bertahun-tahun, kita berharap yang ini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tentu dengan dukungan semua pihak dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Sumbar Siap Kawal Pembebasan Lahan
Dukungan terhadap percepatan pembangunan ruas Bukittinggi-Sicincin juga disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar. Pemprov Sumbar menyatakan siap mengawal proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera tersebut, termasuk pada tahapan sosialisasi dan pembebasan lahan.
Pengawalan dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang terdampak pembangunan. Pemprov Sumbar juga menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam proses pendekatan kepada masyarakat maupun tokoh ninik mamak.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, pemerintah daerah akan turun ke lapangan untuk melakukan pendekatan secara persuasif. Dialog dengan masyarakat dan ninik mamak dinilai penting untuk memastikan proses pembangunan dapat diterima dan berjalan sesuai dengan harapan bersama.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan secara persuasif dan berdialog dengan masyarakat serta ninik mamak yang terdampak,” ujar Arry.
Menurut Arry, komunikasi langsung menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi. Pemerintah tidak hanya berkonsentrasi pada percepatan secara administratif, tetapi juga perlu memastikan tahapan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berlangsung secara baik.
Pemprov Sumbar, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap langkah percepatan pembangunan. Dukungan tersebut mencakup proses sosialisasi, pembebasan lahan hingga penetapan lokasi atau penlok.
Seluruh tahapan itu diharapkan dapat dilakukan secara terkoordinasi. Dengan pengawalan bersama, proses pembangunan diharapkan tidak menimbulkan dinamika sosial yang merugikan masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
“Prinsipnya kita mendukung percepatan. Namun, prosesnya harus kita kawal bersama agar berjalan baik dan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatiani,” katanya.
Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi
Pembahasan mengenai ruas Sicincin-Bukittinggi tersebut turut mempertemukan sejumlah pihak yang berkaitan dengan rencana pembangunan jalan tol. Rapat di Kantor BPJN Sumbar dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumbar, serta PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengembang Jalan Tol Trans Sumatera.
Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyinergikan langkah antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak pelaksana pembangunan. Sinergi diperlukan agar tahapan persiapan hingga pembangunan ruas Bukittinggi-Sicincin dapat dipercepat.
Dalam pembahasan tersebut, perhatian tidak hanya diarahkan pada trase dan titik exit tol. Proses sosialisasi, pembebasan lahan serta penetapan lokasi juga menjadi bagian penting dari persiapan pembangunan.
Dengan trase terbaru yang tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih serta rencana exit di kawasan Pasar Amor, pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi kini diarahkan untuk tetap memperhatikan kondisi permukiman masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan pendekatan langsung kepada masyarakat dan ninik mamak di wilayah terdampak. Andre Rosiade bersama Pemprov Sumbar menyatakan akan turun ke jorong-jorong untuk membuka komunikasi mengenai rencana pembangunan dan pembebasan lahan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang pada ruas Padang-Sicincin. Untuk ruas Sicincin-Bukittinggi, percepatan ditargetkan dapat dilakukan dalam hitungan bulan dengan dukungan seluruh pihak serta komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Dengan demikian, persiapan pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi kini diarahkan pada dua hal sekaligus, yakni percepatan pembangunan infrastruktur dan pengawalan kepentingan masyarakat yang terdampak. (*)
















