Sumbardaily.com – Ponsel layar lipat selama ini identik dengan layar berukuran besar yang menawarkan ruang lebih luas untuk bekerja maupun menikmati hiburan. Namun, ukuran perangkat yang lebih besar juga kerap memunculkan pertanyaan mengenai kenyamanan ketika smartphone tersebut harus dibawa dan digunakan sepanjang hari.
Samsung mencoba menjawab persoalan tersebut melalui Galaxy Z Fold8. Perangkat terbaru ini membawa pendekatan desain yang lebih ringkas dengan bobot hanya 201 gram. Ketika dilipat, dimensinya disebut menyerupai ukuran paspor sehingga perangkat lebih mudah dibawa dalam berbagai aktivitas mobilitas.
Kehadiran Galaxy Z Fold8 menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan smartphone layar lipat tidak hanya berkaitan dengan ukuran layar yang luas. Faktor lain seperti bobot perangkat, kenyamanan ketika digenggam, kemudahan penyimpanan, serta kepraktisan saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari turut menjadi perhatian.
Dengan bobot 201 gram, Samsung Galaxy Z Fold 8 hadir sebagai perangkat foldable yang menggabungkan layar berukuran besar dengan bentuk yang lebih mudah dibawa. Pendekatan tersebut membuat pengguna tetap bisa mendapatkan manfaat layar luas tanpa harus mengesampingkan aspek mobilitas ketika menjalani aktivitas harian.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan aspek fungsionalitas sehari-hari menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan Galaxy Z Fold8.
“Galaxy Z Fold8 dirancang agar smartphone layar lipat terasa lebih praktis digunakan setiap hari. Dengan bobot hanya 201 gram dan desain yang seukuran paspor saat dilipat, pengguna tetap dapat menikmati fleksibilitas layar besar tanpa mengorbankan mobilitas maupun kenyamanan saat beraktivitas,” ujar Ilham Indrawan, dikutip Rabu (12/8/2026).
Desain Ringkas, Nyaman untuk Aktivitas Harian
Salah satu perubahan yang langsung dapat dirasakan pada Galaxy Z Fold8 terdapat pada pengalaman ketika perangkat digenggam. Dengan berat 201 gram, ponsel ini memberikan sensasi yang lebih ringan sehingga dapat membantu mengurangi rasa lelah pada tangan ketika digunakan untuk berbagai aktivitas.
Penggunaan tersebut mencakup kegiatan sederhana seperti membalas pesan, menjelajahi media sosial, hingga membaca tulisan yang panjang. Bobot perangkat menjadi salah satu aspek yang menunjang kenyamanan ketika Galaxy Z Fold8 digunakan dalam durasi yang lebih lama.
Tidak hanya dari sisi bobot, bentuk perangkat ketika dalam kondisi tertutup juga menjadi bagian dari pendekatan desain yang ditawarkan Samsung. Galaxy Z Fold8 memiliki profil yang kompak dengan ukuran menyerupai paspor saat dilipat.
Dimensi tersebut memberikan kemudahan ketika perangkat hendak disimpan. Galaxy Z Fold8 dapat diselipkan ke dalam saku celana ataupun ruang yang lebih terbatas di sling bag. Perangkat juga dapat ditempatkan berdampingan dengan dompet tanpa memberikan kesan terlalu penuh atau bulky.
Desain yang lebih ringkas tersebut turut mendukung mobilitas pengguna. Ketika sedang berada dalam perjalanan atau berjalan, perangkat dalam kondisi tertutup tetap dapat dioperasikan menggunakan satu tangan. Pada saat pengguna membutuhkan bidang kerja yang lebih luas, perangkat cukup dibuka untuk mendapatkan akses ke layar utama.
Dengan demikian, pengguna tidak harus membawa perangkat secara terpisah untuk kebutuhan berbeda. Galaxy Z Fold8 dapat digunakan dalam bentuk yang lebih ringkas untuk aktivitas cepat, kemudian dibuka ketika membutuhkan ruang tampilan yang lebih luas.
Dua Layar untuk Kebutuhan Berbeda
Kepraktisan Galaxy Z Fold8 juga ditunjang oleh penggunaan dua layar dengan ukuran dan rasio yang berbeda. Samsung membekali perangkat ini dengan Cover Screen berukuran 5,5 inci yang memiliki rasio 10:16.
Ketika perangkat dalam kondisi terlipat, Cover Screen tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas. Proporsinya memberikan tampilan media sosial yang lebih sesuai sekaligus mendukung aktivitas mengetik menggunakan satu tangan secara lebih teratur.
Sementara itu, kebutuhan terhadap area tampilan yang lebih luas dapat dipenuhi melalui Main Screen. Layar utama Galaxy Z Fold8 berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3.
Ukuran dan rasio tersebut memberikan ruang visual yang lebih luas untuk berbagai kebutuhan. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk melakukan penyuntingan dokumen, membaca e-book, maupun menikmati video dalam tampilan full screen.
Kombinasi kedua layar tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan bentuk penggunaan berdasarkan aktivitas yang sedang dilakukan. Cover Screen dapat digunakan ketika membutuhkan akses cepat dalam kondisi perangkat masih terlipat, sedangkan Main Screen dapat dimanfaatkan ketika pekerjaan atau konten membutuhkan area visual yang lebih besar.
Perpindahan Layar Lebih Fleksibel
Selain menawarkan dua ukuran layar, Galaxy Z Fold8 juga mengutamakan perpindahan aktivitas dari Cover Screen ke Main Screen. Mekanisme handoff visual memungkinkan aktivitas yang sebelumnya dilakukan pada layar depan dilanjutkan pada layar utama setelah perangkat dibuka.
Contohnya, pengguna dapat memantau linimasa media sosial melalui Cover Screen ketika sedang bepergian. Ketika membutuhkan tampilan yang lebih luas untuk membaca atau menonton video, aktivitas tersebut dapat dilanjutkan dengan membuka perangkat dan menggunakan Main Screen.
Perpindahan tersebut memberikan pengalaman yang lebih responsif sekaligus mengurangi kebutuhan untuk mengulang aktivitas dari awal ketika pengguna berganti dari layar depan ke layar utama.
Perpaduan antara bobot 201 gram, desain yang menyerupai ukuran paspor saat dilipat, serta keberadaan Cover Screen 5,5 inci dan Main Screen 7,6 inci menjadi bagian penting dari konsep Galaxy Z Fold8.
Melalui pendekatan tersebut, Samsung berupaya menghadirkan perangkat layar lipat yang tidak hanya menawarkan bidang tampilan luas, tetapi juga lebih praktis dalam mobilitas sehari-hari. Galaxy Z Fold8 menempatkan portabilitas dan fleksibilitas sebagai bagian dari pengalaman penggunaan, sehingga layar besar tetap dapat dimanfaatkan tanpa mengurangi kenyamanan ketika perangkat harus dibawa sepanjang hari. (*)
















