Sumbardaily.com – Kehadiran Ruang Literasi Terbuka yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama kalangan pelajar. Konsep taman bacaan yang berada di area terbuka menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda dari perpustakaan pada umumnya, yakni lebih santai, teduh, dan menyatu dengan suasana alam.
Berlokasi di halaman Kantor Dispusip Kota Padang, fasilitas ini menjadi salah satu inovasi dalam menghadirkan ruang publik yang edukatif sekaligus nyaman. Pengunjung tidak hanya disuguhkan beragam koleksi buku, tetapi juga dapat menikmati lingkungan yang asri saat membaca. Konsep tersebut dinilai mampu mengubah pandangan bahwa perpustakaan identik dengan suasana formal dan kaku.
Pada Sabtu (25/7/2026), antusiasme pengunjung terlihat dari apresiasi yang disampaikan sejumlah pelajar yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Mereka menilai keberadaan ruang literasi di luar ruangan memberikan pengalaman baru yang lebih menyenangkan dibandingkan membaca di dalam gedung.
Salah seorang pengunjung, Laskar Lazuardi Syarif, siswa SMK Negeri 2 Pariaman, mengaku suasana taman yang sejuk dan terbuka membuat aktivitas membaca terasa lebih nyaman. Menurutnya, lingkungan yang teduh menghadirkan kesan santai sehingga pengunjung tidak mudah merasa jenuh saat menikmati buku.
"Kalau di sini dingin, terbuka, dan adem. Kalau di dalam ruangan itu harus diam dan sunyi, kadang juga terasa suntuk. Kalau di sini lebih santai dan seru karena suasananya terbuka," ungkap Laskar.
Ia menilai keberadaan tanaman di sekitar taman menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Menurutnya, konsep yang diterapkan saat ini sudah menarik dan tidak memerlukan banyak penambahan bangunan peneduh.
Meski demikian, Laskar berharap fasilitas tersebut dapat terus dikembangkan. Ia mengusulkan agar jumlah tanaman diperbanyak sehingga suasana menjadi semakin hijau dan nyaman. Selain itu, ia juga berharap koleksi buku terus dilengkapi agar mampu memenuhi minat baca masyarakat dari berbagai kalangan.
"Tidak perlu terlalu banyak atap, seperti ini saja sudah seru. Tanamannya kalau bisa ditambah lagi supaya semakin nyaman dan asri. Untuk buku, mungkin bisa diperbanyak lagi, khususnya cerita-cerita tentang kenabian agar semakin menarik," ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Saskia Mutia Zahra, siswi SMK Negeri 2 Pariaman. Ia menilai konsep taman bacaan luar ruang merupakan langkah inovatif yang mampu mendekatkan budaya membaca kepada Generasi Z maupun masyarakat umum.
Menurut Saskia, suasana yang tidak terlalu formal membuat aktivitas membaca terasa lebih ringan. Pengunjung yang tengah beristirahat di taman juga dapat memanfaatkan waktu untuk membaca buku dan menambah wawasan.
"Menurut saya menarik karena tempatnya di luar. Jadi orang yang sedang duduk di taman ini bisa membaca buku sekaligus menambah pengetahuan. Taman ini tidak hanya jadi tempat beristirahat, tetapi juga tempat belajar," kata Saskia.
Ia juga melihat ruang literasi tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi edukasi yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Karena itu, Saskia menyarankan agar koleksi bacaan untuk anak-anak ikut diperbanyak sehingga fasilitas tersebut semakin ramah bagi semua kelompok usia.
"Tempat ini sangat cocok untuk datang bersama keluarga. Agar semakin ramah anak, mungkin koleksi buku dongeng atau cerita anak bisa ditambah, sehingga anak-anak maupun orang dewasa bisa sama-sama menikmati fasilitas ini," tuturnya.
Berbagai tanggapan positif dari para pelajar tersebut menunjukkan bahwa Ruang Literasi Terbuka Dispusip Padang berhasil menghadirkan alternatif baru dalam menikmati kegiatan membaca. Perpaduan antara koleksi buku dengan lingkungan yang hijau dan terbuka dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih fleksibel, nyaman, dan menyenangkan.
Konsep outdoor library yang diterapkan Dispusip Kota Padang juga memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak lagi terbatas pada ruang tertutup. Kehadiran taman bacaan ini menjadi ruang publik yang inklusif, di mana masyarakat dapat menghabiskan waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat tanpa meninggalkan kenyamanan suasana alam.
Apresiasi yang diberikan Laskar Lazuardi Syarif dan Saskia Mutia Zahra sekaligus menjadi gambaran bahwa inovasi tersebut diterima dengan baik oleh generasi muda. Selain memberikan pengalaman membaca yang berbeda, keberadaan fasilitas ini juga dinilai mampu meningkatkan daya tarik perpustakaan sebagai tempat belajar yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui penyediaan Ruang Literasi Terbuka, Pemerintah Kota Padang melalui Dispusip Padang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana edukatif yang adaptif, nyaman, serta mampu mendukung terwujudnya Kota Padang sebagai kota yang literat dan inklusif bagi seluruh lapisan usia. (*)
















