Sumbardaily.com - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai mematangkan rencana pelebaran Jalan Kurao-Maransi-By Pass yang selama ini menjadi salah satu akses penting menuju pusat pemerintahan di Air Pacah dan kawasan perguruan tinggi di Kota Padang. Peninjauan langsung dilakukan di kawasan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Senin (18/5/2026).
Pemko Padang menargetkan pembenahan akses utama yang selama ini dinilai sempit, rawan kemacetan, hingga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Ruas Jalan Kurao-Maransi-Bypass diketahui menjadi jalur strategis menuju pusat Pemerintahan Kota Padang di Air Pacah.
Selain itu, jalan tersebut juga menjadi akses utama menuju sejumlah kampus, seperti Universitas Bung Hatta (UBH), Institut Teknologi Padang (ITP) dan Universitas Baiturrahmah.
Namun, kondisi jalan yang masih sempit membuat mobilitas masyarakat sering terganggu, terutama pada jam sibuk. Situasi itu juga berdampak terhadap operasional transportasi umum.
Pemko Padang pun menyiapkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk proyek pelebaran jalan tersebut. Rencana pengerjaan mencakup panjang jalan sekitar 2,245 kilometer dengan lebar jalan menjadi delapan meter. Selain itu, akan dibangun drainase masing-masing selebar satu meter di sisi kiri dan kanan jalan.
Selain proyek pelebaran jalan utama, Pemko Padang juga berencana menuntaskan pembangunan Jalur Dua Kurao sepanjang 180 meter. Untuk proyek lanjutan itu, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar.
Tak hanya itu, Pemko Padang juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pengembangan Sumber Daya Air Sumatera Barat (DPSDA Sumbar) guna melakukan betonisasi jalan di sepanjang bantaran sungai.
Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir mengatakan proses sosialisasi di wilayah Air Pacah telah selesai dilakukan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
“Alhamdulillah, untuk Kecamatan Koto Tangah, khususnya Kelurahan Air Pacah, proses sosialisasi sudah selesai dan telah disepakati. Seluruh masyarakat mendukung program tersebut. Pengukuran dan pemasangan patok juga sudah dilakukan, dan pertengahan Juli Dinas PUPR mulai mengerjakan," katanya.
Menurut Maigus, saat ini pengerjaan hanya menyisakan sekitar 180 meter jalur yang masih dalam tahap sosialisasi dengan warga.
“Tinggal lagi sekitar 180 meter dari Jalur Dua Kurao sampai batas wilayah Air Pacah yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi dengan masyarakat," ungkap Maigus.
Ia menilai proyek pelebaran jalan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran akses masyarakat menuju pusat pemerintahan maupun kawasan pendidikan di sekitar Air Pacah.
“Dengan dilakukan pelebaran jalan, kami berharap akses menuju pusat pemerintahan di Air Pacah dan kawasan perguruan tinggi di sekitar Air Pacah tidak lagi mengalami kemacetan. Jika jalan sudah bagus dan luas, maka otomatis perekonomian masyarakat serta nilai tanah di kawasan tersebut juga akan meningkat," ucapnya.
Kondisi jalan yang belum memadai juga menyebabkan operasional Bus Trans Padang koridor 3 yang melintasi rute Kurao-Maransi sementara dihentikan.
Pemko Padang menyebut layanan transportasi publik tersebut berpotensi kembali dioperasikan setelah pelebaran jalan selesai dilakukan dan akses dinilai lebih layak.
Rencana pelebaran Jalan Kurao-Maransi-Bypass sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemko Padang memperkuat konektivitas menuju kawasan strategis kota.
Selain mengurai kepadatan kendaraan, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalur penghubung tersebut. (*)
















