Sumbardaily.com - Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat kembali diperkuat melalui kehadiran Food Court Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Meunasah Mon, Kabupaten Aceh Besar.
Program yang diinisiasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya ini tak sekadar menyediakan tempat usaha, tetapi dirancang sebagai ekosistem pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Peresmian yang digelar pada Jumat (3/4/2026) menjadi langkah konkret dalam membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
Tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik berupa kios, program ini juga menyasar peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, UMKM memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan harus tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Melalui Food Court UMKM ini, kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang produktif dan berdaya saing, sehingga pelaku UMKM tidak hanya memiliki tempat usaha, tetapi juga kesempatan untuk berkembang, meningkatkan pendapatan, serta berkontribusi langsung terhadap perekonomian masyarakat,” katanya, Senin (6/4/2026).
Program Food Court UMKM ini, kata Fahrougo, menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat.
"Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," ujarnya.
Fuel Terminal Manager Krueng Raya, Danang Agung Saputra, menyebut bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Sebagai bagian dari masyarakat Krueng Raya, kami ingin memastikan bahwa keberadaan operasional Pertamina dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui program ini, kami tidak hanya menghadirkan fasilitas usaha, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Danang.
Sebanyak 28 kepala keluarga (KK) dilibatkan sebagai penerima manfaat langsung dalam program ini. Mereka mendapatkan akses ke 15 unit kios usaha yang telah disiapkan.
Tidak hanya itu, para pelaku UMKM juga dibekali dengan bantuan modal usaha, pelatihan memasak, hingga pelatihan pelayanan atau service excellence dengan menghadirkan chef profesional.
"Pendampingan yang dilakukan menjadi salah satu aspek penting dalam program ini. Pertamina memastikan adanya monitoring berkelanjutan agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan memperluas jangkauan pasar," katanya.
Salah satu penerima manfaat, Rika, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Food Court tersebut. Ia menilai program ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina. Dengan adanya Food Court ini, kami memiliki tempat usaha yang layak dan kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar juga memberikan apresiasi terhadap program yang dijalankan.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkab Aceh Besar, Sulaimi mengeklaim bahwa langkah tersebut selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Kehadiran Food Court UMKM dinilai bukan sekadar fasilitas baru, melainkan strategi untuk menciptakan pusat aktivitas ekonomi berbasis masyarakat.
"Dengan dukungan pelatihan, modal, serta pendampingan berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," tuturnya. (*)
















