Sumbardaily.com, Padang – Manajemen Semen Padang FC memastikan laga menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 tetap digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada 22 Desember 2025, meski Sumatera Barat (Sumbar) tengah berada dalam suasana duka akibat bencana banjir dan longsor. Keputusan tersebut diambil setelah permohonan pertukaran jadwal yang diajukan manajemen tidak dapat dikabulkan oleh pihak penyelenggara kompetisi.
Komisaris Utama Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyampaikan bahwa manajemen sebelumnya telah mengupayakan solusi dengan mengajukan permintaan resmi kepada ILeague agar pertandingan kandang tersebut ditukar menjadi laga tandang. Langkah itu diambil sebagai bentuk empati terhadap kondisi masyarakat Sumbar yang terdampak bencana alam, yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi.
“Kita sudah bersurat ke ILeague dan juga meminta kepada Persija untuk menukar jadwal. Seharusnya kita kandang, lalu ditukar menjadi tandang ke Jakarta,” ujar Braditi, Selasa (16/12/2025).
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Menurut Braditi, Persija Jakarta menyampaikan adanya sejumlah pertimbangan teknis yang membuat permintaan pertukaran jadwal tidak dapat dilaksanakan. Dengan demikian, pertandingan tetap digelar sesuai jadwal awal, yakni di Padang.
Menyikapi keputusan tersebut, manajemen Semen Padang FC meminta seluruh suporter Kabau Sirah untuk dapat menerima dan menghormati keputusan penyelenggara liga. Braditi menegaskan bahwa keputusan dari ILeague merupakan ketetapan yang harus dihormati oleh seluruh pihak.
Di tengah kondisi Sumbar yang masih berduka, manajemen juga mengimbau suporter untuk tetap menjunjung tinggi nilai empati dan solidaritas. Dukungan kepada tim tetap diharapkan hadir, namun dengan cara yang mencerminkan rasa hormat kepada para korban bencana.
“Kita semua tentu tidak bisa happy karena kondisi masih berduka. Kami mengimbau suporter untuk memakai pita hitam dan tidak menggunakan alat-alat musik di stadion sebagai bentuk penghormatan kepada saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Braditi.
Ia menambahkan, kehadiran suporter di stadion tetap penting sebagai bentuk dukungan moral kepada tim. Namun, suasana pertandingan diharapkan berlangsung dengan penuh kesadaran sosial, tanpa euforia berlebihan yang dapat melukai perasaan masyarakat yang sedang berduka.
Braditi juga menegaskan bahwa dukungan kepada Semen Padang FC tidak boleh surut, baik saat bermain di kandang maupun ketika menjalani laga tandang. Menurutnya, loyalitas dan kecintaan terhadap klub harus tetap terjaga, sejalan dengan sikap saling menghormati dan empati terhadap kondisi daerah.
“Bagaimanapun ini sudah keputusan ILeague. Kita hormati dan kita tetap dukung Semen Padang FC di mana pun berada. Tetap cinta Semen Padang FC,” tutup Braditi. (red)
















