Waspada Musim Hujan! Kandang Sapi di Padang Hancur Tertimpa Pohon

Waspada Musim Hujan! Kandang Sapi di Padang Hancur Tertimpa Pohon

Pohon tumbang menimpa kandang sapi di Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (23/11/2025) siang akibat hujan deras dan angin kencang. (Dok. Pusdalops PB)

Sumbardaily.com, Padang - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Padang pada Minggu (23/11/2025) menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa kandang sapi milik warga di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.20 WIB tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menimbulkan kerusakan material.

Pohon rambutan berukuran besar dengan panjang sekitar 20 meter dan diameter kira-kira 70 sentimeter tersebut tumbang saat cuaca ekstrem melanda wilayah setempat.

Kandang sapi yang berdiri tidak jauh dari permukiman warga menjadi objek tertimpa pohon dan mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian mencapai kurang lebih Rp2 juta.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna, melalui laporan resmi mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan dampak dari cuaca hujan yang dibarengi angin kencang.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Padang segera diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat dan pembersihan material pohon tumbang," katanya.

Upaya evakuasi dan pembersihan batang pohon masih berlangsung. Sejumlah warga terlihat membantu petugas dalam proses penanganan tersebut.

"Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, risiko pohon besar yang berada dekat permukiman warga, terutama saat musim penghujan tiba terus mengintai. Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang," katanya.

Layanan masyarakat seperti Call Center Padang Sigap 112, nomor pengaduan (0751) 778775, dan layanan WhatsApp di 0858-9152-2181 dapat dihubungi apabila terjadi kondisi darurat serupa.

"BPBD memastikan akan terus memantau daerah rawan bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memasuki periode cuaca ekstrem," katanya.

Monsun Asia

Sumatera Barat (Sumbar) kembali berada dalam periode cuaca buruk yang perlu diwaspadai. Berdasarkan analisis meteorologi terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mencatat wilayah tersebut saat ini berada dalam pengaruh kuat Monsun Asia.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung pada 21 hingga 27 November 2025 dan menjadi penyebab utama meningkatnya hujan deras serta fenomena cuaca ekstrem di sejumlah kawasan Sumbar belakangan ini.

Monsun Asia atau angin muson adalah pola angin musiman yang bergerak dari wilayah daratan benua Asia menuju Samudra Hindia ketika memasuki musim basah.

Pada fase menguat seperti saat ini, monsun membawa suplai udara lembap dalam jumlah signifikan dari Samudra Hindia ke Indonesia, termasuk Sumatera Barat.

Ketika masa udara yang kaya uap air ini bertemu dengan topografi Bukit Barisan, terjadi proses pengangkatan udara (orographic lifting) yang memicu pembentukan awan hujan dengan intensitas tinggi.

Menurut BMKG Minangkabau, fenomena ini semakin diperkuat oleh kondisi atmosfer global yang terjadi bersamaan. Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, dan anomali suhu muka laut yang hangat menciptakan lingkungan atmosfer yang sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Kombinasi faktor tersebut memperbesar peluang terjadinya hujan lebat, petir, angin kencang, hingga kejadian hidrometeorologi ekstrem.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, dinamika atmosfer ini bukan sekadar variasi cuaca harian, melainkan pola musim yang memengaruhi kawasan dalam skala luas.

Kondisi tersebut berkaitan dengan cuaca buruk yang terjadi belakangan ini di Sumatera Barat, termasuk hujan intens yang menyebabkan genangan, banjir lokal, dan jalan licin di beberapa titik.

“Peluang bencana hidrometeorologi meningkat seiring peningkatan pertumbuhan awan hujan. Potensi kejadian seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, serta petir perlu diwaspadai," katanya, Jumat (21/11/2025).

BMKG, katanya, menetapkan sejumlah wilayah sebagai area dengan risiko tinggi, yaitu Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Limapuluh Kota.

"Karakteristik geografis seperti lereng terjal, aliran sungai berhulu di pegunungan, dan daerah pesisir meningkatkan kerentanan saat intensitas hujan meningkat," kata Desindra.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama warga yang tinggal di dekat sungai, perbukitan, dan pesisir.

"Pembaruan informasi cuaca sebelum bepergian dinilai penting untuk mengurangi risiko, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, warga diminta menghindari lokasi rawan saat hujan berlangsung lama dan deras," imbuhnya.

Informasi cuaca dan peringatan dini Sumatera Barat dapat diakses melalui akun resmi Instagram @bmkgminangkabau, aplikasi InfoBMKG di Android dan iOS, atau layanan WhatsApp di nomor 0812-6812-5907. (adl)

Baca Juga

Alat berat membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di wilayah Kabupaten Agam.
Hujan Deras Picu Longsor di Labuah Sampik dan Kelok 8 Agam
Galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemkab Solok di Arosuka, menyebabkan material lumpur dan batu menimbun area perkantoran.
Galodo Solok: 100 Rumah Terdampak dan 50 Warga Mengungsi
BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang, Solok Waspada Longsor Susulan
BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang, Solok Waspada Longsor Susulan
Jalan penghubung Solok-Padang terputus akibat galodo besar di Kabupaten Solok pada Senin malam.
Banjir Bandang Putus Jalur Padang-Solok, Pemprov Sumbar Siapkan Dukungan Darurat
Korban Terdampak Banjir Bandang Solok Alami Cedera, Dua Mobil Ikut Terjebak
Korban Terdampak Banjir Bandang Solok Alami Cedera, Dua Mobil Ikut Terjebak
Tim gabungan BPBD, Damkar, TNI, dan Polri melakukan penanganan bencana banjir bandang di Batang Barus, Kabupaten Solok.
Banjir Bandang Terjang Batang Barus Solok, Satu Jembatan Putus dan Jalan dari Padang Tertutup