Sumbardaily.com – Hubungan persahabatan antara Kota Padang di Sumatera Barat (Sumbar) dengan Kota Hildesheim di Jerman terus menunjukkan keakraban yang menghangat, meskipun telah terjalin lebih dari tiga dekade.
Sejak kerja sama kota kembar (sister city) itu diresmikan pada 1988, kedua kota terus memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari lingkungan hingga kebudayaan.
Keakraban hubungan tersebut tampak jelas dalam perhelatan “Indonesischen Abends” (Malam Indonesia) yang digelar di Rathaus, Gedung Wali Kota Hildesheim, Jerman Utara, baru-baru ini.
Acara yang diinisiasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg bersama Pemerintah Kota Hildesheim dan Diaspora Indonesia itu menjadi wadah untuk memperingati sekaligus mempererat persahabatan panjang antara Padang dan Hildesheim.
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Padang, Otto Sarbi Damanik, membenarkan kegiatan tersebut dan menyebut bahwa acara Malam Indonesia menjadi momentum penting bagi kedua kota.
“Rangkaian kegiatan dibuka dengan pameran fotografi karya Michell Rohmann, seorang ahli lingkungan yang sempat terlibat dalam proyek pengelolaan sampah di Kota Padang pada 2021–2022. Rohmann juga memaparkan hasil dan dampak proyek tersebut yang dinilai membawa kontribusi positif bagi pengelolaan lingkungan di Padang,” ujar Damanik, dikutip Senin (3/11/2025).
Selain itu, acara juga menampilkan karya fotografi hasil riset visual para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Sagonese e.V.. Mereka mengangkat tema sosial dan ekologis seputar dampak perubahan iklim dan bencana tsunami di Kepulauan Mentawai. Karya tersebut memperkaya makna acara dengan perspektif reflektif yang menyoroti hubungan manusia dan alam.
Tidak hanya menampilkan pameran, pengunjung juga disuguhi pertunjukan musik dan tari tradisional Sumatera Barat yang membangkitkan nostalgia dan kebanggaan budaya. Tari “Rampak” dan “Tari Piring” tampil memukau dengan gerakan energik penuh makna.
Sementara itu, grup musik Indonesia membawakan lagu daerah seperti Malam Baiko dan Ayam Den Lapeh yang disambut hangat para tamu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah lama terjalin antara kedua kota tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas budaya yang berkelanjutan.
“Saya berencana melakukan kunjungan ke Padang pada tahun 2026 untuk memenuhi undangan dari Wali Kota Padang,” kata Meyer.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Konsul Jenderal RI di Hamburg, Renata Siagian, serta Wali Kota Padang Fadly Amran yang menyampaikan pesan melalui sambutan video. Keduanya berharap kemitraan Padang–Hildesheim dapat terus tumbuh, tidak hanya di bidang budaya dan lingkungan, tetapi juga diperluas ke sektor investasi dan ketenagakerjaan.
Fadly Amran dalam pesannya menegaskan bahwa kerja sama sister city ini merupakan bentuk nyata diplomasi masyarakat (people-to-people contact) yang memberi manfaat bagi warga di kedua kota.
“Melalui kolaborasi lintas bidang, hubungan Padang dan Hildesheim diharapkan menjadi contoh kemitraan kota kembar yang saling menguatkan,” katanya.
Bagi masyarakat kedua kota, Malam Indonesia tidak hanya menjadi ajang hiburan dan apresiasi budaya, melainkan juga bentuk nyata dari persahabatan yang melampaui batas geografis dan generasi. Seni, pengetahuan, dan semangat gotong royong menjadi jembatan yang menghubungkan Padang dan Hildesheim dalam semangat kebersamaan.
Melalui acara ini, hubungan kedua kota tidak sekadar simbolis, melainkan tumbuh sebagai jaringan kerja sama yang inklusif dan berkelanjutan. Malam Indonesischen Abends menjadi bukti bahwa diplomasi budaya dapat mempererat tali persahabatan antarbangsa sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang berdampak bagi masyarakat. (red)
















