Sumbardaily.com - Persaingan perebutan posisi tiga besar klasemen sementara Pekan Olahraga Provinsi XVI Sumatera Barat 2026 (Porprov Sumbar) semakin menarik.
Kota Padang masih kokoh di puncak dengan 296 medali, tetapi persaingan di bawahnya berlangsung ketat antara Kota Solok dan Kabupaten Padang Pariaman.
Berdasarkan data perolehan medali yang diperbaharui pada Minggu (11/10/2026) pukul 14.24 WIB, Kota Padang mengumpulkan 128 medali emas, 79 perak dan 89 perunggu.
Capaian tersebut menempatkan ibu kota Sumatera Barat itu di posisi teratas, sekaligus unggul jauh dari para pesaingnya.
Kota Solok menempati posisi kedua dengan 150 medali, terdiri atas 60 emas, 43 perak dan 47 perunggu. Sementara itu, Kabupaten Padang Pariaman berada di urutan ketiga dengan total 151 medali, hasil dari 48 emas, 53 perak dan 50 perunggu.
Meski Padang Pariaman memiliki satu medali lebih banyak daripada Kota Solok, posisi kedua tetap ditempati Kota Solok karena penentuan peringkat dalam klasemen medali mengutamakan jumlah emas.
Keunggulan Kota Padang menjadi salah satu catatan menarik dalam klasemen sementara Porprov XVI Sumbar 2026. Dengan koleksi 128 emas, Padang unggul 68 emas dari Kota Solok yang berada di posisi kedua.
Selisih tersebut memperlihatkan kuatnya posisi kontingen Kota Padang dalam persaingan olahraga tingkat provinsi kali ini.
Namun, klasemen masih berpotensi berubah mengingat penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar 2026 berlangsung pada tanggal 2 hingga 14 Oktober 2026.
Di bawah Padang, persaingan Kota Solok dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi perhatian tersendiri. Kota Solok memiliki keunggulan dalam jumlah emas, sedangkan Padang Pariaman mengoleksi lebih banyak medali secara keseluruhan.
Kota Solok tercatat mengumpulkan 60 emas, sedangkan Padang Pariaman mengoleksi 48 emas. Perbedaan 12 medali emas tersebut membuat Kota Solok masih berada di atas Padang Pariaman meskipun jumlah total medalinya lebih sedikit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa banyaknya medali yang diraih belum tentu menentukan posisi sebuah daerah. Jumlah emas tetap menjadi faktor penting dalam persaingan klasemen Porprov.
Lima Besar
Kabupaten Sijunjung menempati posisi keempat dengan koleksi 92 medali, terdiri atas 36 emas, 26 perak dan 30 perunggu.
Sementara itu, Kota Bukittinggi berada di peringkat kelima dengan 87 medali, yakni 33 emas, 31 perak dan 23 perunggu.
Kota Payakumbuh menyusul di posisi keenam dengan total 108 medali. Rinciannya, 30 emas, 26 perak dan 52 perunggu.
Meski memiliki jumlah medali lebih banyak dibandingkan Sijunjung dan Bukittinggi, Payakumbuh berada di bawah kedua daerah tersebut karena perolehan emasnya lebih sedikit.
Kabupaten Tanah Datar menempati posisi ketujuh dengan 80 medali, terdiri atas 18 emas, 29 perak, dan 33 perunggu. Posisi kedelapan ditempati Kabupaten Pasaman Barat dengan 69 medali, hasil dari 18 emas, 21 perak dan 30 perunggu.
Kabupaten Dharmasraya berada di urutan kesembilan dengan 61 medali, yakni 12 emas, 18 perak dan 31 perunggu. Kabupaten Limapuluh Kota melengkapi posisi 10 besar dengan 55 medali, terdiri atas 12 emas, 14 perak dan 29 perunggu.
Persaingan juga terlihat pada daerah yang memiliki jumlah medali sama. Kota Sawahlunto dan Kabupaten Dharmasraya masing-masing mengoleksi 61 medali.
Namun, keduanya memiliki komposisi medali berbeda. Sawahlunto mengumpulkan 12 emas, 12 perak, dan 37 perunggu. Sementara itu, Dharmasraya meraih 12 emas, 18 perak dan 31 perunggu.
Kabupaten Kepulauan Mentawai berada di peringkat ke-12 dengan 49 medali, terdiri atas 11 emas, 13 perak dan 25 perunggu.
Kota Pariaman menempati urutan ke-13 dengan 36 medali, yakni 9 emas, 9 perak dan 18 perunggu. Kabupaten Pesisir Selatan berada di peringkat ke-14 dengan 44 medali, terdiri atas 8 emas, 16 perak dan 20 perunggu.
Kabupaten Pasaman menempati posisi ke-15 dengan 41 medali, yakni 8 emas, 10 perak, dan 23 perunggu. Kabupaten Solok berada di urutan ke-16 dengan 61 medali, terdiri atas 7 emas, 23 perak dan 31 perunggu.
Kabupaten Agam menempati posisi ke-17 dengan 45 medali, yakni 6 emas, 12 perak, dan 27 perunggu. Kota Padang Panjang berada di peringkat ke-18 dengan 27 medali, terdiri atas 6 emas, 8 perak dan 13 perunggu.
Sementara itu, Kabupaten Solok Selatan berada di posisi ke-19 dengan 24 medali, yakni 5 emas, 7 perak dan 12 perunggu.
Total 1.537 Medali Telah Tercatat
Secara keseluruhan, klasemen sementara Porprov XVI Sumbar 2026 mencatat 1.537 medali yang telah diraih seluruh kontingen. Rinciannya terdiri atas 467 emas, 450 perak dan 620 perunggu.
Dengan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung hingga 14 Oktober 2026, persaingan antar daerah masih menyisakan ruang untuk perubahan posisi klasemen.
Kota Padang sejauh ini memiliki keunggulan signifikan dalam perolehan emas. Sementara itu, persaingan Kota Solok dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu hal yang menarik untuk dicermati hingga kompetisi berakhir.
Porprov XVI Sumbar 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga tolak ukur capaian pembinaan olahraga di kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Hasil akhir kompetisi nantinya akan memperlihatkan daerah yang paling berhasil mengonversi partisipasi atlet menjadi prestasi di arena pertandingan.
Lantas, bagaimana respons Wali Kota Padang, Fadly Amran?
Kota Padang membidik posisi juara umum dan menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar, termasuk Rp23 miliar yang dialokasikan untuk bonus atlet peraih medali.
Target tersebut ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran saat menghadiri pembukaan Porprov Sumbar XVI di halaman Istana Gubernur Sumbar, Jumat (2/10/2026) lalu.
Pesta olahraga terbesar di Ranah Minang itu berlangsung pada tanggal 2 hingga 14 Oktober 2026 dan diikuti kontingen dari 19 kabupaten dan kota se-Sumbar.
Fadly Amran mengatakan, dukungan anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk menjaga prestasi daerah sekaligus mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih sebelumnya.
“Dukungan ini bagian dari strategi pembinaan atlet untuk mempertahankan prestasi Kota Padang. Kita ingin selalu juara, sehingga dukungan ini harus dimaksimalkan agar target juara umum Porprov dapat dipertahankan," katanya.
Untuk mengejar target itu, Kota Padang mengirimkan 1.132 atlet dan 338 ofisial. Besarnya jumlah kontingen tersebut menjadi salah satu bagian dari persiapan Padang menghadapi persaingan dalam Porprov XVI yang mempertandingkan puluhan cabang olahraga.
Fadly Amran berharap para atlet Kota Padang dapat memberikan hasil maksimal sekaligus membawa nama daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kami berharap pada Porprov ini, atlet-atlet Kota Padang mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah. Keberhasilan yang diraih nantinya merupakan hasil dari pembinaan melalui Padang Balomba yang terus kita galakkan," ucapnya.
Program Padang Balomba menjadi bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara.
"Melalui program tersebut, Pemko Padang terus mendorong generasi muda untuk mengejar prestasi olahraga sekaligus mengembangkan kapasitas dan keterampilan sesuai dengan minat dan potensi masing-masing," pungkasnya. (*)
















