Sumbardaily.com, Padang - Sinyal kebangkitan mulai terlihat dari tubuh Semen Padang FC pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Setelah melewati fase awal musim dengan tekanan berat, Kabau Sirah (julukan Semen Padang FC, red) perlahan menunjukkan kemampuan untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (8/2/2026) sore, menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, hasil tersebut bukan sekadar menambah poin, tetapi juga menguatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi persaingan ketat papan bawah.
Gol semata wayang Semen Padang FC pada laga lawan Persita Tangerang dicetak oleh Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil tersebut menjalani debut manis bersama Kabau Sirah dengan menuntaskan penalti di menit akhir pertandingan, saat tekanan berada pada level tertinggi.
Eksekusi tenang eks pemain Persebaya Surabaya tersebut memastikan tiga poin krusial tetap bertahan di Padang.
"Tambahan angka dari laga melawan Persita membuat Semen Padang FC kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan awal putaran kedua," katanya, Senin (9/2/2026).
Sebelumnya, tim asuhan Dejan Antonic meraih dua hasil imbang dalam laga tandang. Rangkaian hasil tersebut memberikan ruang bernapas bagi Kabau Sirah yang sejak awal musim berkutat di papan bawah klasemen.
Tidak hanya sektor penyerangan yang menunjukkan progres, Braditi Moulevey juga menyoroti lini pertahanan yang juga memperlihatkan peningkatan signifikan.
"Kiper Rendy Oskaria tampil menonjol melalui sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Persita Tangerang sepanjang laga. Kontribusinya menjadi fondasi penting bagi kemenangan tipis tersebut," ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut.
Secara klasemen, Levi tidak menampik bahwa Semen Padang FC memang masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin. Namun, dinamika persaingan mulai berubah.
"Pada pekan yang sama, informasi yang saya terima bahwa Madura United harus mengakui keunggulan Persijap Jepara, sementara PSBS Biak pulang tanpa poin usai dikalahkan PSM Makassar. Situasi ini membuat jarak poin antara Kabau Sirah dan tim-tim di atasnya semakin menipis," katanya.
Persijap Jepara, katanya, kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Semen Padang FC. Meski demikian, Kabau Sirah masih unggul dalam rekor pertemuan.
"Di sisi lain, hasil imbang antara Persis Solo dan PSIM turut menjaga ketatnya persaingan di zona bawah," katanya.
Dengan masih tersisa 15 pertandingan pada putaran kedua, termasuk tujuh laga kandang, peluang Semen Padang FC untuk terus memperbaiki posisi tetap terbuka. Konsistensi dalam meraih poin menjadi kunci utama agar momentum positif tidak terhenti.
Tantangan berikutnya datang pada pekan ke-21 ketika Kabau Sirah dijadwalkan bertandang ke markas Arema FC.
"Laga di Stadion Kanjuruhan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Arema juga sedang berada dalam tren positif setelah menundukkan Persija Jakarta," kata Levi.
Bagi Semen Padang FC, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) pertandingan tersebut bukan hanya soal mengejar poin, melainkan juga ujian mental untuk menjaga kesinambungan performa.
"Jika melihat hasil terakhir, peluang membawa pulang hasil positif tetap terbuka," ucapnya.
Di tengah ketatnya kompetisi, kebangkitan Kabau Sirah di putaran kedua menjadi sinyal bahwa Semen Padang FC belum menyerah dalam perburuan bertahan.
"Setiap poin kini memiliki arti besar, dan kemenangan atas Persita menjadi pengingat bahwa harapan masih menyala di Padang. Tim kebanggaan orang Sumatera Barat (Sumbar) ini harus bertahan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia," pungkasnya. (red)















