Banjir Bandang Padang Rusak Jaringan Listrik, PLN Pulihkan Pasokan dan Bantu Warga

Petugas PLN UID Sumatera Barat memperbaiki jaringan listrik terdampak banjir di Kota Padang.

Petugas PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (UID Sumbar) melakukan penanganan jaringan listrik terdampak banjir di Kota Padang. Selain memulihkan pasokan listrik secara bertahap, PLN menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak dan petugas gabungan. (Dok. Kom TJSL PLN)

Sumbardaily.com - Pemulihan pasca banjir bandang di Kota Padang tidak hanya menyangkut perbaikan kerusakan lingkungan dan rumah warga, tetapi juga pemulihan jaringan listrik yang terdampak.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (UID Sumbar) mempercepat penanganan infrastruktur kelistrikan di sejumlah lokasi, sekaligus menyalurkan bantuan makanan bagi masyarakat yang menghadapi masa sulit setelah banjir pada Sabtu (10/10/2026) lalu.

Upaya pemulihan jaringan dilakukan di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah dan Kelurahan Guo, Kecamatan Kuranji.

Sebagian besar pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik secara normal.

Namun, dua pelanggan di kawasan Tabing masih harus menunggu penanganan lebih lanjut karena rumah mereka mengalami kerusakan berat akibat banjir.

General Manager PLN UID Sumbar Ririn Rachmawardini mengatakan, pemulihan pasokan listrik harus berjalan beriringan dengan upaya memastikan keselamatan masyarakat, terutama di lokasi yang mengalami kerusakan berat.

“Ketika banjir melanda, masyarakat tidak hanya menghadapi kerusakan lingkungan dan rumah, tetapi juga harus berupaya memulihkan kehidupan sehari-hari. Kami memahami betapa pentingnya listrik dalam proses tersebut. Karena itu, petugas PLN terus berupaya menangani jaringan yang terdampak agar pasokan listrik dapat kembali dinikmati masyarakat dengan aman. Kami berharap upaya ini dapat membantu warga melewati masa sulit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.

Sebagaimana diketahui, banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa tersebut berdampak terhadap jaringan distribusi listrik di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang, khususnya Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tabing dan ULP Kuranji.

Kerusakan yang ditemukan di lapangan meliputi tiang listrik roboh dan miring, serta jaringan tegangan rendah yang membutuhkan penanganan langsung.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, akses menuju lokasi, dan keamanan lingkungan pascabanjir.

Manager PLN UP3 Padang, Rudi Hamiri, bersama tim mengawal penanganan jaringan yang terdampak.

PLN juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendukung pembukaan akses menuju titik kerusakan dan memastikan pekerjaan perbaikan memperhatikan kondisi lingkungan.

Pemulihan dilaksanakan secara bertahap, termasuk melalui penormalan jaringan di kawasan Pasar Lalang dan Lumin Park.

Setelah itu, petugas melanjutkan perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan agar jaringan dapat kembali beroperasi dengan aman dan mendukung pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat.

Di tengah pekerjaan tersebut, PLN mengutamakan keselamatan personel maupun warga. Penanganan dilakukan secara cermat dengan menyesuaikan kondisi di setiap lokasi, sehingga pemulihan pasokan tidak mengabaikan potensi bahaya yang masih tersisa setelah banjir.

Meski sebagian besar pelanggan telah kembali mendapatkan listrik, pasokan menuju dua rumah di wilayah Tabing yang mengalami kerusakan berat untuk sementara diisolasi.

Langkah ini dilakukan guna mencegah bahaya kelistrikan sampai kondisi bangunan dan instalasi memungkinkan untuk ditangani lebih lanjut.

“Bagi kami, memastikan listrik kembali menyala harus berjalan seiring dengan memastikan keselamatan masyarakat. Pada rumah yang mengalami kerusakan berat, pasokan listrik sementara kami amankan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan penghuni. Penanganan akan terus kami kawal hingga kondisi di lokasi memungkinkan untuk dilakukan penormalan kembali. Kami ingin masyarakat tidak hanya kembali mendapatkan listrik, tetapi juga merasa aman saat menggunakannya,” ucap Ririn.

Selain memulihkan jaringan listrik, PLN UID Sumbar menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada warga terdampak banjir di Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Bantuan tahap awal yang diberikan berupa 150 porsi makanan siap saji. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga ketika aktivitas rumah tangga belum sepenuhnya kembali normal.

Banjir tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan dan tempat tinggal, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Karena itu, bantuan makanan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama menjalani masa pemulihan.

Ririn mengatakan, kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kelistrikan, tetapi juga kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

“Ketika banjir datang dan membuat masyarakat harus menghadapi berbagai keterbatasan, tentu ada banyak hal yang menjadi kekhawatiran, mulai dari kondisi rumah hingga kebutuhan keluarga sehari-hari. Karena itu, kami ingin hadir dan membantu masyarakat. Bantuan makanan siap saji ini merupakan langkah awal yang kami harapkan dapat sedikit meringankan beban warga. Semoga bantuan ini membawa manfaat, memberikan kelegaan, dan menjadi penguat bagi masyarakat untuk melewati masa sulit bersama-sama,” ucapnya.

Penyaluran 150 porsi makanan siap saji tersebut menjadi tahap awal dukungan PLN UID Sumbar bagi warga terdampak.

Perusahaan pelat merah tersebut juga menyatakan komitmennya untuk terus berupaya membantu masyarakat melalui dukungan kebutuhan lainnya, seperti pakaian, obat-obatan dan peralatan kebersihan.

Dukungan lanjutan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan kesehatan setelah banjir surut.

Dukungan kemanusiaan juga disalurkan Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UP3 Padang kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan petugas gabungan yang bertugas di lapangan.

Pada Minggu (11/10/2026), bantuan disalurkan ke kawasan Lubuk Minturun dan Kelurahan Guo, Kecamatan Kuranji.

Bantuan tersebut berupa nasi bungkus, mie instan dan minuman hangat untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga maupun petugas yang masih menjalankan tugas penanganan pascabencana.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan semangat kepada petugas gabungan yang terus bekerja membantu warga.

“Kami memahami bahwa banjir bandang ini membawa kesedihan dan kesulitan bagi masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan yang kami hadirkan dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi penyemangat bahwa masih banyak pihak yang peduli dan ingin membantu. Kami berharap masyarakat diberi kekuatan untuk melewati masa sulit ini, dan bersama-sama kita dapat bangkit kembali. Terima kasih juga kepada seluruh petugas gabungan yang terus hadir dan bekerja untuk membantu masyarakat di tengah kondisi yang tidak mudah,” katanya.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak sekaligus membantu petugas gabungan selama menjalankan upaya penanganan dan pemulihan di lapangan.

Di tengah proses pemulihan, PLN UID Sumbar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kelistrikan setelah banjir.

Warga diminta tidak menyentuh instalasi listrik yang terendam air, kabel yang terkelupas, maupun tiang dan jaringan listrik yang mengalami kerusakan.

Apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat ditindaklanjuti petugas.

Imbauan tersebut menjadi penting karena pemulihan pasca banjir tidak cukup hanya dengan mengembalikan pasokan listrik.

Keamanan instalasi dan kondisi bangunan juga harus dipastikan agar listrik dapat digunakan tanpa menimbulkan risiko bagi penghuni rumah.

Upaya pemulihan jaringan akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan keandalan pasokan listrik.

Bersamaan dengan itu, penyaluran bantuan makanan dan dukungan kebutuhan lainnya diharapkan dapat membantu warga Guo, Lubuk Minturun dan wilayah terdampak lainnya melewati masa sulit.

"Pemulihan jaringan listrik, bantuan kebutuhan pangan, serta dukungan bagi petugas gabungan menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat Kota Padang kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah banjir bandang," tuturnya. (*)

Baca Juga

Banjir Padang 10 Oktober 2026 Jadi Peringatan, Daryono Minta Evaluasi DAS
Banjir Padang 10 Oktober 2026 Jadi Peringatan, Daryono Minta Evaluasi DAS
Wali Kota Fadly Amran Apresiasi Respons Cepat Bank Nagari Bantu Korban Banjir Padang
Wali Kota Fadly Amran Apresiasi Respons Cepat Bank Nagari Bantu Korban Banjir Padang
498 Warga Terdampak Akibat Banjir Padang, 120 Rumah Terendam
498 Warga Terdampak Akibat Banjir Padang, 120 Rumah Terendam
Tim gabungan Pemerintah Kota Padang melakukan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Wali Kota Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan, Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang Dipercepat
Personel BPBD Kota Padang bersama tim gabungan melakukan penanganan banjir dan membantu evakuasi warga di Kampung Apa, Lubuk Minturun, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Debit Air Sungai Naik, Warga Padang Diimbau Waspada Banjir Bandang
Media Power Sinergi PLN UID Sumatera Barat bersama insan media dan kontributor di Padang Panjang, Kamis (8/10).
PLN Sumbar Dorong Keterbukaan Informasi dan Kolaborasi dengan Media