John Herdman Sebut Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 Bersama Timnas Indonesia Super Spesial

Sumbardaily.com – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tak mampu menyembunyikan kebanggaannya setelah membawa skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1. Kemenangan dramatis atas Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) lalu menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Herdman bahkan menyebut trofi tersebut sebagai salah satu pencapaian paling istimewa dalam perjalanan karier kepelatihannya.

Final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung penuh ketegangan. Kedua tim terlibat pertandingan sengit selama 120 menit sebelum Indonesia memastikan kemenangan melalui drama adu penalti. Skuad Merah Putih harus menghadapi perlawanan Thailand yang tetap memberikan tekanan meski bermain dengan sepuluh pemain.

Indonesia sempat membuka keunggulan melalui sontekan Dean James. Namun, Thailand mampu membalas dan membuat pertandingan berlangsung semakin menegangkan. Ketika laga memasuki babak tambahan waktu, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat setelah mencetak gol pada menit ke-116 untuk menyamakan kedudukan.

Gol tersebut membuat pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan itu, Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang sekaligus memastikan trofi perdana kompetisi regional resmi garapan FIFA tersebut berada di Tanah Air.

Bagi Herdman, keberhasilan itu bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pertandingan final. Gelar tersebut menjadi hasil dari proses panjang, pengorbanan banyak pihak, dan perjuangan para pemain yang berusaha mengakhiri penantian panjang sepak bola Indonesia.

Masyarakat Indonesia disebut telah menunggu lebih dari tiga dekade untuk menyaksikan tim nasional meraih gelar juara regional. Keberhasilan ini juga memutus catatan buruk Indonesia yang sebelumnya gagal menang dalam delapan pertemuan beruntun melawan Thailand selama rentang sepuluh tahun terakhir.

Di tengah suasana perayaan, Herdman mengungkapkan rasa haru sekaligus kekagumannya terhadap perjuangan anak asuhnya. Pelatih asal Inggris itu menilai keberanian para pemain dalam menghadapi berbagai situasi sulit menjadi faktor penting yang mengantarkan Indonesia menuju gelar juara.

John Herdman Terharu, Sebut Gelar Juara sebagai Pencapaian Super Spesial

Herdman mengaku kesulitan menemukan kata-kata yang mampu menggambarkan perasaannya. Ia menyampaikan rasa bangga terhadap para pemain yang dinilainya telah menunjukkan semangat juang luar biasa sepanjang pertandingan.

Menurut Herdman, perjuangan Timnas Indonesia pada final tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh perhitungan taktik. Keberanian, keyakinan, dan kemampuan menghadapi tekanan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kemenangan.

"Sulit merangkai kata-kata malam ini. Saya benar-benar jatuh cinta pada pertandingan ini dan pada tim yang luar biasa ini. Keberanian para pemain sungguh membuat saya terkesima," tutur mantan pelatih Timnas Kanada tersebut dengan mata berkaca-kaca dalam konferensi pers seusai laga.

Pernyataan itu menggambarkan besarnya arti kemenangan atas Thailand bagi Herdman. Ia bukan hanya merayakan keberhasilan mengangkat trofi, tetapi juga mengapresiasi karakter yang ditunjukkan para pemain ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Herdman kemudian mengungkapkan perjalanan panjang yang dilalui tim sebelum mencapai puncak kompetisi. Proses tersebut melibatkan perjalanan ribuan mil dan seleksi pemain yang dilakukan sejak tahap awal persiapan.

"Kami menempuh perjalanan 32.000 mil untuk turnamen ini. Kami memulai proses dengan menyaring 80 pemain hingga mengerucut menjadi 23 nama demi mempersembahkan trofi pertama dalam sejarah sepak bola Indonesia. Ini pencapaian yang super spesial," tegasnya.

Pernyataan Herdman memperlihatkan besarnya proses seleksi yang dijalani tim. Dari 80 pemain yang masuk dalam proses awal, jumlah tersebut kemudian dipersempit menjadi 23 pemain untuk memperjuangkan gelar juara.

Bagi Herdman, pencapaian itu menjadi sangat berarti karena Timnas Indonesia harus melewati perjalanan panjang sebelum akhirnya mencapai keberhasilan di level regional. Ia menilai trofi tersebut sebagai hasil kerja keras seluruh elemen tim yang terlibat dalam proses persiapan hingga pertandingan final.

Keberhasilan Indonesia juga memiliki arti tersendiri karena tim nasional sebelumnya telah mengalami enam kegagalan di partai final kompetisi regional. Catatan tersebut menjadi bagian dari beban sejarah yang harus dihadapi generasi pemain saat ini.

Namun, Herdman menegaskan bahwa generasi sekarang tidak memulai perjuangan dari titik nol. Menurut dia, para pemain terdahulu telah meletakkan fondasi penting yang membantu membangun kepercayaan diri generasi penerus.

Herdman Kenang Warisan Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales

Dalam penjelasannya, Herdman turut menyinggung peran para pemain legendaris Indonesia yang telah lebih dahulu memperjuangkan prestasi tim nasional. Ia menyebut Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales sebagai nama ikonik yang turut mewariskan keyakinan bagi generasi pemain saat ini.

Menurut Herdman, perjalanan panjang sepak bola Indonesia menuju gelar juara tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para pemain yang pernah membela tim nasional pada masa sebelumnya. Pengalaman dan perjuangan mereka dinilai menjadi bagian dari fondasi mentalitas generasi baru.

"Masyarakat Indonesia telah menunggu momen ini selama lebih dari 30 tahun. Selama masa penantian itu, para pemain legendaris telah menanamkan keyakinan pada generasi muda ini. Kami membawa mentalitas juara baru ke dalam tim," urai Herdman.

Ia menilai keberhasilan meraih trofi menjadi momentum penting bagi perkembangan kepercayaan diri Timnas Indonesia. Setelah melewati berbagai kegagalan di pertandingan final regional, skuad Garuda akhirnya mampu menuntaskan penantian dengan meraih gelar juara.

Herdman juga menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan sepak bola Indonesia. Ia mengaku tinggal di Indonesia dan menyaksikan secara langsung dinamika kompetisi domestik, termasuk Liga 1.

Pengalaman tersebut membuatnya menilai bahwa program yang dijalankan tim mulai menunjukkan hasil dan memiliki potensi untuk memberikan inspirasi lebih luas kepada masyarakat.

"Saya tinggal di Indonesia dan menyaksikan langsung denyut nadi sepak bola di Liga 1. Program tim ini terbukti bekerja dan menjadi inspirasi besar bagi negeri yang indah ini," ujarnya.

Pernyataan Herdman memperlihatkan keyakinannya terhadap arah perkembangan sepak bola nasional. Ia melihat keberhasilan tim meraih gelar sebagai bagian dari proses yang lebih luas, bukan semata-mata hasil satu pertandingan.

Elkan Baggott Jadi Penyelamat lewat Gol Menit ke-116

Salah satu momen paling menentukan dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 adalah gol Elkan Baggott pada menit ke-116. Bek bertubuh jangkung tersebut mencetak gol penyama kedudukan ketika Indonesia membutuhkan momentum untuk menjaga peluang meraih gelar juara.

Gol itu membuat pertandingan yang sebelumnya berlangsung menegangkan semakin dramatis. Setelah membobol gawang Thailand, Baggott langsung merayakan keberhasilannya dengan menari di depan bangku cadangan pelatih.

Momen tersebut menjadi gambaran luapan emosi para pemain Indonesia yang terus berjuang hingga penghujung babak tambahan waktu. Gol Baggott juga menghidupkan kembali peluang Garuda setelah Thailand sempat berada dalam posisi unggul.

Herdman mengungkapkan cerita menarik di balik gol tersebut. Ia mengaku sempat merasa panik ketika melihat para pemain bertahan berusaha maju meninggalkan posisi mereka untuk memburu bola.

Dalam situasi itu, Herdman sebenarnya meminta para bek tengah agar tetap menjaga posisi dan mengikuti struktur taktik yang telah disiapkan. Namun, para pemain justru mengambil inisiatif untuk bergerak maju hingga akhirnya menghasilkan gol penting.

"Saya berteriak meminta mereka menahan diri dan percaya pada struktur taktik. Namun mereka justru merangsek maju memburu bola dan mencetak gol penentu! Jadi, naluri keberanian para pemainlah yang membuktikannya malam ini," canda Herdman seraya tertawa lepas.

Cerita tersebut memperlihatkan dinamika yang terjadi di pinggir lapangan ketika pertandingan memasuki fase krusial. Di satu sisi, pelatih berusaha mempertahankan disiplin taktik. Di sisi lain, para pemain mengambil keputusan berdasarkan situasi yang mereka hadapi di lapangan.

Keberanian para pemain untuk terus berusaha mencari gol pada menit-menit akhir akhirnya membuahkan hasil. Gol Baggott memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti, yang kemudian menjadi jalan bagi Indonesia untuk memastikan kemenangan.

Baggott sendiri mengungkapkan rasa bangganya setelah membantu Indonesia meraih trofi. Ia juga memberikan apresiasi kepada Herdman atas kepemimpinan yang dinilainya berperan penting dalam keberhasilan tim mengakhiri kegagalan pada masa sebelumnya.

"Saya sangat bangga menjadi orang Indonesia malam ini. Kami tidak mungkin meraih trofi ini tanpa kerja keras luar biasa dari Coach John Herdman," ungkap Baggott.

Pernyataan Baggott menunjukkan penghargaan pemain terhadap kerja kolektif tim dan peran pelatih dalam perjalanan menuju gelar juara. Bagi bek tersebut, keberhasilan di final menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus hasil dari kerja keras seluruh skuad.

Thailand Akui Perkembangan Pesat Timnas Indonesia

Di kubu lawan, kekalahan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi hasil yang mengecewakan bagi Thailand. Tim berjuluk Gajah Perang tersebut sempat memberikan perlawanan sengit dan mencetak gol melalui Iklas Sanron serta Peeradol Chamrasamee.

Pertandingan berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu. Thailand harus melanjutkan perjuangan dengan sepuluh pemain, tetapi tetap berusaha mempertahankan peluang untuk meraih gelar.

Meski gagal membawa pulang trofi, pelatih Thailand Anthony Hudson memberikan apresiasi kepada Indonesia. Pelatih asal Inggris itu mengakui bahwa skuad Garuda menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dengan keberadaan pemain diaspora yang memperkuat tim.

Hudson menilai materi pemain Indonesia memiliki kualitas yang kuat. Ia juga menyoroti keberadaan pemain-pemain yang saat ini merumput di berbagai kompetisi elite Eropa.

"Selamat yang sebesar-besarnya untuk Indonesia. Sangat jelas bahwa tim mereka sedang melangkah ke arah yang tepat dengan materi pemain diaspora yang sangat kuat. Bermain di stadion semegah ini membuktikan Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat serius," kata Hudson.

Pengakuan tersebut disampaikan setelah Thailand harus menerima kekalahan dalam pertandingan final yang berlangsung ketat. Hudson tetap memberikan penghormatan kepada lawannya dan menilai perkembangan Indonesia sebagai hal yang terlihat jelas dari kekuatan skuad yang dimiliki.

Selain memberikan ucapan selamat kepada Indonesia, Hudson juga menyinggung perjuangan para pemain Thailand yang telah berusaha hingga akhir pertandingan. Ia menilai anak asuhnya telah menunjukkan komitmen meskipun harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

"Kami berjuang dengan segenap hati kendati bermain dengan sepuluh orang. Kami pulang dengan kepala tegak," ujar Hudson.

Hudson juga menyampaikan penghormatan khusus kepada striker gaek Thailand, Teerasil Dangda, yang menjalani pertandingan perpisahan bersama tim nasional.

Laga final tersebut menjadi momen emosional bagi Thailand karena selain harus menerima kekalahan, tim juga mengiringi perpisahan salah satu pemain seniornya. Meski demikian, Hudson menegaskan bahwa para pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik dalam menghadapi Indonesia.

Sementara itu, kemenangan di GBK mengantarkan Timnas Indonesia mengakhiri penantian lebih dari 30 tahun untuk meraih gelar juara regional. Bagi Herdman, trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1 menjadi pencapaian yang sangat istimewa, terutama karena keberhasilan itu lahir dari proses panjang, seleksi pemain, serta perjuangan menghadapi tekanan dalam pertandingan final. (*)

Baca Juga

4-2 di Adu Penalti, Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
4-2 di Adu Penalti, Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand, 67 Ribu Tiket Terjual
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand, 67 Ribu Tiket Terjual
Federasi Sepak Bola Malaysia Minta FIFA Periksa Perubahan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
Federasi Sepak Bola Malaysia Minta FIFA Periksa Perubahan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
Timnas Indonesia Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Daftarnya
Timnas Indonesia Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Daftarnya
Semen Padang FC Rekrut 3 Pemain Sekaligus, Esteban Vizcarra Pulang ke Kabau Sirah
Semen Padang FC Rekrut 3 Pemain Sekaligus, Esteban Vizcarra Pulang ke Kabau Sirah
Semen Padang FC Datangkan David Maulana, Eks Timnas Indonesia Siap Perkuat Kabau Sirah
Semen Padang FC Datangkan David Maulana, Eks Timnas Indonesia Siap Perkuat Kabau Sirah