Dibutuhkan Ketegasan Pemko yang Persuasif untuk Menjadikan Padang Destinasi Global yang Digemari Wisman

Dua wisatawan asal Jerman menikmati suasana kawasan Kota Tua di Padang sambil mengunjungi destinasi wisata bersejarah dan ikon kota.

Wisatawan mancanegara asal Jerman, Sabine dan Angelika, mengunjungi kawasan Kota Tua di Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang pada Sabtu (23/5/2026) sore. Keduanya menikmati suasana wisata sejarah, kuliner khas Minangkabau, hingga keramahan masyarakat Kota Padang. (Dok. Diskominfo Padang)

Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan
Tenaga Ahli Pemko Padang

Kota Padang, sebagai beranda depan Provinsi Sumatera Barat, berdiri di atas fondasi warisan budaya yang megah dan lanskap alam yang memukau. Di era globalisasi modern saat ini, pariwisata bukan lagi sekadar industri pelesiran, melainkan instrumen vital dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan diplomasi budaya.

Wisatawan Mancanegara (Wisman) kini mencari destinasi yang autentik, unik, namun tetap menawarkan kenyamanan standar internasional (global standard amenity).

Padang memiliki modalitas yang lebih dari cukup untuk menjadi top-of-mind destinasi global. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya jurang (gap) yang cukup lebar antara potensi ideal dengan kenyamanan riil yang dirasakan wisatawan.

Isu lingkungan, kemacetan, dan premanisme berkedok parkir liar menjadi dinding pembatas yang menahan laju kunjungan Wisman.

Catatan sederhana ini akan menganalisa dan mengupas secara objektif potret pariwisata Kota Padang, membedah sengkarut masalah urban, serta merumuskan strategi dan ketegasan yang persuasif berbasis pemikiran kontemporer yang diselaraskan dengan nilai-nilai luhur keislaman.

Potensi Wisata yang Dimiliki Kota Padang

Kota Padang dikaruniai keunggulan komparatif (comparative advantage) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang sangat kuat pada tiga sektor utama:

  1. Potensi Kuliner ("Enak dan Enak Sekali")

Kuliner Minang di Kota Padang tidak sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan sebuah mahakarya gastronomi yang kaya akan rempah. Karakteristik rasa yang kuat menjadi daya tarik magis bagi lidah Wisman.

Slogan di dunia ini hanya ada dua jenis rasa masakan Padang: enak dan enak sekali mencerminkan pengakuan universal atas kualitas rasa kuliner lokal.

Penelitian ekonomi pariwisata Jurnal UMSU menegaskan bahwa keanekaragaman kuliner khas Minang di Padang menyimpan potensi sangat besar sebagai jasa penunjang utama pariwisata daerah.

  1. Potensi Adat dan Budaya (ABS-SBK & Matrilinial)

Padang bergerak dalam poros filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sebuah tata nilai yang menyatukan adat istiadat dengan hukum Islam secara harmonis.

Keunikan sistem kesukuan matrilinial (garis keturunan ibu) menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat dan terproteksi.

Bagi Wisman, perpaduan regulasi sosial berbasis adat, arsitektur Rumah Gadang, tradisi lisan, hingga seni pertunjukan lokal merupakan objek studi budaya dan wisata minat khusus (cultural tourism) yang bernilai tinggi.

  1. Potensi Alam yang Indah

Secara geografis, Padang adalah perpaduan utuh antara bukit, sungai, dan lautan. Keindahan garis Pantai Padang, Pantai Air Manis dengan legenda Malin Kundang, gugusan pulau eksotis di Bungus, hingga kesejukan kawasan perbukitan Sitinjau Lauik dan teluk pelabuhan Teluk Bayur menyajikan panorama alam berkelas dunia.

Wisata bahari di pulau-pulau kecil sekitar Padang menawarkan potensi diving dan surfing yang sangat digemari turis asing.

Kondisi dan Permasalahan Pariwisata Kota Padang Saat Ini

Di balik pesona alam dan kelezatan kulinernya, kenyamanan di Kota Padang masih tercederai oleh sejumlah paradoks urban yang membuat Wisman enggan tinggal lebih lama (low length of stay).

Masalah ini dapat dikategorikan ke dalam tiga aspek utama:

  1. Kurang Bersih (Masalah Sampah)

Di berbagai sudut kota, objek wisata, dan aliran sungai menuju pantai, tumpukan sampah masih menjadi pemandangan biasa. Hal ini menimbulkan bau tidak sedap dan merusak estetika visual secara ekstrem.

Kondisi ini bertentangan secara radikal dengan ajaran Islam yang sangat menekankan kesucian, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Kesucian itu adalah setengah dari iman." (HR. Muslim).

  1. Kurang Tertib (Drainase Buruk & Lalu Lintas Semrawut)

Infrastruktur drainase kota belum berfungsi optimal. Akibatnya, curah hujan tinggi memicu banjir luapan ke badan jalan yang mengganggu mobilitas.

Di sisi lain, perilaku berkendara masyarakat urban di Padang cenderung impulsif, tidak sabaran, dan kerap mengabaikan rambu lalu lintas, sehingga memicu kemacetan di jam-jam tertentu.

Perilaku egois di jalan raya ini mengabaikan pesan Al-Quran untuk berjalan dengan santun dan rendah hati di muka bumi: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong..." (QS. Al-Isra': 37).

  1. Kurang Nyaman (Aksi Premanisme & Pemerasan Biaya Parkir)

Aspek keamanan dan kenyamanan psikologis wisatawan sangat terganggu oleh maraknya aksi pemalakan atau pemerasan tarif parkir mobil di luar ketentuan resmi oleh oknum preman.

Tindakan mematok tarif selangit ini mencoreng citra keramahan (hospitality) lokal dan menciptakan rasa tidak aman bagi Wisman.

Secara syariat, praktik mengambil harta orang lain secara batil melalui paksaan sangat dilarang: Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil..." (QS. Al-Baqarah: 188).

Solusi Strategi Pemko Padang
Pakar pariwisata kenamaan, Suryadana (2015) menyatakan bahwa keberhasilan suatu destinasi wisata sangat bergantung pada formula 4 A: Atraksi, Aksesibilitas, Fasilitas penunjang), dan Kelembagaan.

Guna menyelaraskan formula tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang wajib mengeksekusi strategi taktis dan kontemporer berikut ini:

  1. Digitalisasi Ekosistem Parkir dan Penegakan Hukum Tegas (Sektor Kenyamanan)

Implementasi E-Parkir Terintegrasi: Pemko Padang harus menghapus sistem parkir tunai di destinasi wisata dan menggantinya dengan aplikasi Smart Parking berbasis QRIS atau kartu nontunai. Langkah ini memotong ruang gerak premanisme secara digital.

Pembentukan Satgas Anti-Premanisme Wisata: Berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menempatkan pos keamanan terpadu di titik rawan pemalakan, serta menindak tegas oknum yang memeras wisatawan tanpa kompromi.

2. Modernisasi Infrastruktur Hijau & Pengelolaan Sampah Pintar (Sektor Kebersihan & Drainase)

Revitalisasi Drainase Makro: Pemko Padang wajib melakukan normalisasi saluran air, memperbanyak kolam retensi, dan membangun sistem box culvert modern di area rawan genangan guna mengantisipasi banjir akibat hujan deras.

Program Smart Trash Bin" dan Bank Sampah: Menempatkan tempat sampah pintar yang memisahkan jenis sampah di sepanjang Pantai Padang, didukung penegakan regulasi denda tindak pidana ringan (Tipiring) bagi pembuang sampah sembarangan.

Langkah ini merealisasikan firman Allah SWT mengenai larangan membuat kerusakan di bumi: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) menatanya..." (QS. Al-A'raf: 56)

  1. Penataan Transportasi Publik dan Edukasi Traffic Culture (Sektor Ketertiban)

Optimalisasi transportasi massal yang nyaman dengan menyediakan bus wisata atau mengintegrasikan Trans Padang ke titik-titik destinasi utama dengan jadwal yang presisi demi mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Kampanye budaya tertib lalu lintas dan melakukan edukasi berbasis komunitas mengenai keselamatan berkendara guna mengikis mentalitas tidak sabaran di jalan raya.

  1. Penguatan Destinasi Berbasis Nilai ABS-SBK yang Inklusif

Edukasi sadar wisata (hospitality training) harus diberikan kepada pelaku usaha kuliner dan pemandu lokal, menekankan bahwa menyambut tamu asing dengan jujur, ramah, dan adil adalah cerminan dari implementasi Syarak (Syariat Islam).

Kesimpulan

Kota Padang sejatinya adalah permata pariwisata yang sarat akan modal alam, kelezatan kuliner, serta keunikan adat berbasis budaya matrilinial dan prinsip adat yang Islami (ABS-SBK).

Namun, keindahan dan keunggulan tersebut terancam stagnan apabila permasalahan klasik perkotaan seperti onggokan sampah, drainase yang buruk, kemacetan, dan pungutan liar oleh preman tidak segera diberantas.

Pariwisata internasional menuntut kenyamanan mutlak; keindahan alam tidak akan bermakna jika Wisman merasa tidak aman dan tidak nyaman saat berkunjung.

Transformasi Padang membutuhkan lompatan berani yang menggabungkan ketegasan hukum, sentuhan teknologi modern, dan kesadaran kolektif masyarakat.

Rekomendasi
Untuk mempercepat transformasi Kota Padang sebagai destinasi wisata internasional yang unggul dan diminati Wisman, direkomendasikan beberapa poin konkret berikut:

  1. Penerapan Regulasi Zero-Tolerance terhadap Pungli & Premanisme

Pemko Padang direkomendasikan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota khusus yang memberikan sanksi pidana berat bagi pelaku pungli di kawasan wisata untuk menjamin rasa aman wisatawan.

  1. Audit dan Pembenahan Total Sistem Drainase Perkotaan.

Dinas PUPR harus menyusun cetak biru (blueprint) penanganan banjir berkala yang fokus pada area-area koridor wisata utama kota.

  1. Peluncuran Gerakan "Padang Bersih, Padang Beriman.

Menggerakkan kembali gotong-royong berbasis komunitas dan masjid di tingkat kelurahan dengan insentif reward and punishment bagi lingkungan yang paling bersih.

  1. Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) Internasional.

Pemko Padang perlu memfasilitasi sertifikasi standar kebersihan dan keselamatan internasional untuk seluruh destinasi, restoran, dan hotel di Padang guna menumbuhkan kepercayaan tinggi di mata Wisman.

(*)

Baca Juga

LPPM Unand bersama Pemerintah Kota Padang dan Karang Taruna membahas program SKATSU Satu Karang Taruna Satu Usaha di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang.
LPPM Unand Gandeng Karang Taruna Padang Kembangkan Usaha Produktif-Sektor Kuliner, Tiru Konsep Kampus Berdampak
Martina atau Uni Tina berdiri di tempat usahanya sambil memperlihatkan Lamang Tapai Uni Tina dengan berbagai varian kuliner tradisional Minangkabau di Kota Padang.
Malamang Basamo Padang tak Cuma Soal Makanan, Ada Budaya dan Adat yang Ingin Dibawa Mendunia
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade membahas percepatan pembangunan SPAM Palukahan.
Andre Rosiade Kawal SPAM Palukahan Padang, 8.000 Meter Persegi Lahan Masih Dicari
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama sejumlah pihak melepas pengiriman bantuan rendang untuk korban gempa bumi NTT di Bandara Internasional Minangkabau.
Padang Kirim lagi Rendang untuk Korban Gempa Bumi NTT, Ada Target Bantuan Lim Ton
Remaja perempuan Rava Angeli Putri atau Angel yang dilaporkan hilang di Padang sejak 18 Agustus 2026.
Dicari! Remaja Perempuan di Padang Dilaporkan Hilang Sejak 18 Agustus 2026, Berikut Ciri-cirinya
Wali Kota Padang Fadly Amran membuka Turnamen 128 Pool Oriental Billiards Piala Bergilir Wali Kota Cup Seri II 2026 di Padang.
Biliar Padang Didorong Naik Kelas, Wali Kota Cup jadi Ajang Uji Atlet Lokal dan Luar Sumbar