Waspada Cuaca Ekstrem di Padang! Gelombang 2,5 Meter dan Angin Kencang Mengintai

Waspada Cuaca Ekstrem di Padang! Gelombang 2,5 Meter dan Angin Kencang Mengintai

Ilustrasi Cuaca Ekstrem (Foto: Dok Istimewa)

Sumbardaily.com – Ancaman cuaca ekstrem mengintai Kota Padang dan wilayah perairan di sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menyusul potensi hujan deras yang disertai angin kencang hingga gelombang laut mencapai 2,5 meter.

Imbauan tersebut dikeluarkan BPBD Kota Padang pada Jumat (21/8/2026) untuk mengantisipasi potensi bencana dalam tiga hingga empat hari ke depan. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena wilayah Kota Padang saat ini juga berada dalam kategori curah hujan tinggi.

Berdasarkan informasi BMKG Maritim Teluk Bayur dan Stasiun Klimatologi Minangkabau, gelombang di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi mencapai ketinggian 2,5 meter. Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Perairan Padang, Padang Pariaman, Siberut, hingga Pesisir Selatan.

Selain gelombang tinggi, kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 4-16 knots dengan arah angin dari Tenggara/Timur.

Kondisi laut juga dipengaruhi fenomena pasang surut. Pasang air laut diprediksi berlangsung pada pukul 21.00-03.00 WIB, sementara fase surut diperkirakan terjadi pada pukul 15.00-18.00 WIB.

Nelayan Diminta Tunda Melaut

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padang, Hendri Zulviton, secara khusus meminta nelayan menunda aktivitas melaut selama tiga hari ke depan. Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca dan perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Hendri mengatakan nelayan yang hendak mencari ikan di kawasan pantai Kota Padang diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum menjalankan aktivitasnya.

"Kami menghimbau kepada warga Kota Padang, yang pertama khususnya bagi nelayan agar tetap berhati-hati untuk melaksanakan pencarian ikan di Pantai Kota Padang. Namun kami sarankan agar untuk tiga hari ke depan ini ditunda dulu untuk melaut mencari ikan," ujar Hendri Zulviton, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada nelayan. Warga yang tinggal di kawasan pesisir, bantaran sungai, maupun daerah yang memiliki potensi longsor juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat di kawasan tersebut diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar karena potensi cuaca ekstrem kali ini juga disertai angin kencang.

Curah Hujan Padang Masuk Kategori Tinggi

Selain potensi gelombang laut, kondisi curah hujan di Kota Padang turut menjadi faktor yang meningkatkan kewaspadaan. Saat ini, intensitas curah hujan di wilayah tersebut masuk kategori tinggi, yakni lebih dari 150 milimeter per dasarian.

Curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya bencana susulan. BPBD Padang mengingatkan adanya potensi tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir, terutama di wilayah yang berada di sekitar bantaran sungai.

Hendri meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana tidak mengabaikan kondisi lingkungan ketika hujan deras dan angin kencang terjadi.

"Kemudian kepada warga Kota Padang yang berada di pinggir pantai, di pinggir sungai, agar tetap siaga dan waspada dengan cuaca ekstrem anomali yang terjadi pada saat sekarang ini. Kemudian juga karena disertai angin kencang, agar berhati-hati juga akan potensi bahaya seperti tanah longsor, pohon tumbang yang terjadi di beberapa tempat," jelasnya.

Potensi bahaya tersebut membuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi penting, terutama bagi warga yang tinggal di lokasi yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi.

Warga Diminta Pantau Informasi BMKG dan BPBD

Di tengah kondisi cuaca yang berpotensi berubah, BPBD Padang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diminta tidak terpengaruh isu liar mengenai kondisi cuaca maupun potensi bencana.

Sebagai gantinya, masyarakat diminta secara aktif mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan BPBD Kota Padang.

Informasi yang berasal dari sumber resmi dinilai penting agar masyarakat memperoleh pembaruan mengenai perkembangan cuaca secara tepat dan dapat mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi di lapangan.

Hendri kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada sekaligus memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang jelas.

"Sekali lagi kami menghimbau kepada warga agar tetap siaga dan waspada dan mencari informasi yang update ya, informasi yang jelas seperti dari BMKG dan BPBD Kota Padang," pungkasnya.

Dengan potensi gelombang hingga 2,5 meter, angin 4-16 knots dari arah Tenggara/Timur, curah hujan lebih dari 150 milimeter per dasarian, serta ancaman hujan deras dan angin kencang, masyarakat Kota Padang diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam beberapa hari mendatang.

Perhatian khusus diberikan kepada nelayan yang beraktivitas di laut serta masyarakat yang tinggal di pinggir pantai, bantaran sungai, dan kawasan rawan longsor. Penundaan aktivitas melaut selama tiga hari menjadi salah satu langkah yang disarankan BPBD Padang untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan nelayan.

Sementara itu, kewaspadaan terhadap kemungkinan tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir perlu ditingkatkan di daratan. Masyarakat juga diingatkan untuk terus mengikuti informasi resmi agar dapat merespons perkembangan anomali cuaca ekstrem secara tepat. (*)

Baca Juga

Potensi Cuaca Ekstrem hingga Tiga Hari ke Depan, BPBD Padang Ingatkan Ancaman Longsor dan Banjir
Potensi Cuaca Ekstrem hingga Tiga Hari ke Depan, BPBD Padang Ingatkan Ancaman Longsor dan Banjir
Accelator 1 IPA Gunung Pangilun Beroperasi Lagi, PDAM Padang Pastikan Air Bersih Berangsur Normal
Accelator 1 IPA Gunung Pangilun Beroperasi Lagi, PDAM Padang Pastikan Air Bersih Berangsur Normal
Peringatan Cuaca Padang 16-18 Agustus 2026, Aktivitas Luar Ruang Diminta Perhatikan Kondisi Langit
Peringatan Cuaca Padang 16-18 Agustus 2026, Aktivitas Luar Ruang Diminta Perhatikan Kondisi Langit
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tenggelam di perairan Kota Padang.
Dua Anak Tenggelam di Sungai Padang Ditemukan Meninggal pada Hari yang Sama
Mentawai Fast Hentikan Operasional Dua Armada usai Fast 01 Kandas di Muaro Padang
Mentawai Fast Hentikan Operasional Dua Armada usai Fast 01 Kandas di Muaro Padang
Dari Bambu Runcing hingga Peluru di Paha, Kisah Nawi Sang Veteran di Usia 104 Tahun
Dari Bambu Runcing hingga Peluru di Paha, Kisah Nawi Sang Veteran di Usia 104 Tahun