Transformasi Layanan Adminduk Dharmasraya, Sigadink Emas-25 Kini Jangkau 40 Nagari

Sumbardaily.com – Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Dharmasraya terus diarahkan agar semakin dekat dengan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Dharmasraya ialah mengembangkan inovasi Sigadink Emas-25 hingga menjangkau 40 nagari.

Inovasi tersebut tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan, tetapi juga mendorong sebagian proses pelayanan dilakukan di tingkat nagari. Bahkan, tiga nagari di Dharmasraya saat ini telah mampu melakukan pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA) secara langsung.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kabupaten Dharmasraya, Yenof Patrione Haspemi, menjelaskan Sigadink Emas-25 merupakan pengembangan dari inovasi Sigadink Emas yang pertama kali digagas pada Desember 2020. Inovasi tersebut kemudian mulai diterapkan pada 1 Februari 2021 sebagai salah satu langkah untuk mendekatkan layanan adminduk kepada masyarakat.

Pada tahap awal, Sigadink Emas masih berstatus sebagai program percontohan yang diterapkan di tiga nagari. Ketiga wilayah tersebut yakni Nagari Sungai Duo, Nagari Sungai Rumbai, dan Nagari Koto Besar.

"Awalnya Sigadink Emas diterapkan sebagai percontohan di tiga nagari, yakni Nagari Sungai Duo, Sungai Rumbai dan Koto Besar, dengan tujuan mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat," ujar Yenof, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Berawal dari Kebutuhan Layanan yang Lebih Dekat

Yenof mengatakan, kemunculan Sigadink Emas tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan yang praktis. Masyarakat membutuhkan layanan yang mudah, cepat, serta dapat dijangkau dari lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal.

Gagasan tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan inovasi pelayanan yang tidak hanya mengandalkan pelayanan terpusat di kantor Disdukcapil.

Sigadink Emas diinisiasi oleh Yenof Patrione Haspemi sebagai respons terhadap terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring.

Dalam regulasi tersebut, khususnya Pasal 13, terdapat ruang bagi pemerintah daerah untuk membangun pelayanan administrasi kependudukan secara daring di desa atau nama lain.

Seiring waktu, kebutuhan masyarakat berkembang. Kemajuan teknologi juga memberikan ruang bagi pengembangan sistem pelayanan administrasi kependudukan. Kondisi tersebut mendorong Sigadink Emas terus disempurnakan hingga berkembang menjadi Sigadink Emas-25.

Pengembangan itu dilakukan dengan memperluas cakupan layanan sekaligus memperkuat kerja sama antara Disdukcapil Kabupaten Dharmasraya dan pemerintah nagari.

"Alhamdulillah, saat ini sudah 40 nagari di Kabupaten Dharmasraya yang menjalin kerja sama dengan Disdukcapil dalam pelaksanaan layanan administrasi kependudukan melalui Sigadink Emas-25," kata Yenof.

Perkembangan dari tiga nagari percontohan menjadi 40 nagari yang terlibat menunjukkan semakin luasnya akses pelayanan adminduk di tingkat pemerintahan terdekat dengan masyarakat.

Tiga Nagari Sudah Bisa Cetak KTP dan KIA

Perluasan kerja sama tersebut juga diikuti dengan peningkatan kemampuan pelayanan di sejumlah nagari. Saat ini, tiga nagari bahkan sudah dapat melakukan pencetakan dokumen kependudukan secara langsung.

Ketiga nagari tersebut adalah Nagari Sungai Duo, Nagari Kurnia Selatan, dan Nagari Koto Gadang.

Kemampuan mencetak KTP dan KIA di tingkat nagari menjadi salah satu gambaran konkret dari perubahan pola pelayanan administrasi kependudukan di Dharmasraya.

Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat tidak selalu harus mendatangi kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan tertentu. Sebagian pelayanan sudah dapat diperoleh di wilayah nagari.

"Ini merupakan salah satu bentuk nyata transformasi pelayanan. Masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor Disdukcapil untuk mendapatkan dokumen kependudukan tertentu karena sebagian pelayanan sudah dapat dilakukan lebih dekat di nagari," ujarnya.

Menurut Yenof, pendekatan pelayanan seperti ini memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat. Salah satunya ialah efisiensi waktu karena masyarakat dapat mengakses pelayanan dari wilayah yang lebih dekat.

Selain waktu, masyarakat juga dapat menghemat tenaga dan biaya. Jarak antara masyarakat dan pemerintah dalam memperoleh pelayanan administrasi kependudukan pun menjadi lebih pendek.

Bukan Sekadar Teknologi

Meski pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari pengembangan Sigadink Emas-25, Yenof menilai keberhasilan inovasi pelayanan publik tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi maupun banyaknya nagari yang telah menjalin kerja sama.

Ukuran yang lebih penting adalah manfaat nyata yang diterima masyarakat setelah inovasi tersebut diterapkan.

Menurut dia, sebuah inovasi pelayanan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, Sigadink Emas-25 diarahkan agar benar-benar memberikan kemudahan, mempercepat proses pelayanan, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat ketika mengurus dokumen administrasi kependudukan.

"Yang paling penting adalah bagaimana inovasi ini benar-benar memberikan kemudahan kepada masyarakat, mempercepat pelayanan, meningkatkan kepastian layanan dan membuat pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah dijangkau," katanya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan Sigadink Emas-25 tidak hanya berorientasi pada perluasan cakupan wilayah, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Disdukcapil Perkuat Kolaborasi dengan Nagari

Disdukcapil Kabupaten Dharmasraya juga berencana terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah nagari. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan sekaligus memperluas penerapan Sigadink Emas-25.

Yenof mengatakan penguatan kolaborasi diperlukan agar semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh pelayanan administrasi kependudukan dengan proses yang cepat dan mudah.

Dengan semakin banyak nagari yang terlibat, akses terhadap layanan adminduk diharapkan semakin dekat dengan masyarakat.

Perjalanan Sigadink Emas menunjukkan proses pengembangan inovasi yang berlangsung secara bertahap. Inovasi tersebut bermula dari gagasan pada Desember 2020, kemudian diterapkan pada 1 Februari 2021 di tiga nagari sebagai lokasi percontohan.

Dalam perkembangannya, cakupan tersebut meluas hingga 40 nagari yang kini menjalin kerja sama dengan Disdukcapil melalui Sigadink Emas-25.

Transformasi itu juga ditandai dengan kemampuan tiga nagari, yakni Sungai Duo, Kurnia Selatan, dan Koto Gadang, untuk melakukan pencetakan KTP dan KIA secara langsung.

"Dari tiga nagari, kini sudah 40 nagari. Dari sekadar mendekatkan pelayanan, sekarang sudah ada nagari yang mampu mencetak KTP dan KIA secara langsung. Ini adalah bentuk transformasi pelayanan yang terus kami dorong," tutur Yenof.

Ia berharap Sigadink Emas-25 tidak berhenti sebagai sebuah inovasi pelayanan, tetapi terus berkembang menjadi ekosistem layanan administrasi kependudukan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Ke depan, inovasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang cepat, mudah, berkualitas, sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang membahagiakan bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya.

Perjalanan dari tiga nagari percontohan hingga 40 nagari yang terlibat menjadi gambaran bahwa inovasi pelayanan publik dapat berkembang melalui proses berkelanjutan dan kolaborasi antara Disdukcapil dengan pemerintah nagari. (*)

Baca Juga

Libur Nasional, Warga Padang Tetap Bisa Urus KTP dan KK di Disdukcapil
Libur Nasional, Warga Padang Tetap Bisa Urus KTP dan KK di Disdukcapil
48.507 Warga Padang Pariaman Dapat Bantuan Beras, Kualitas Dicek Langsung
48.507 Warga Padang Pariaman Dapat Bantuan Beras, Kualitas Dicek Langsung
Waspada Cuaca Ekstrem di Padang! Gelombang 2,5 Meter dan Angin Kencang Mengintai
Waspada Cuaca Ekstrem di Padang! Gelombang 2,5 Meter dan Angin Kencang Mengintai
1.036 Guru SMP Padang Pariaman Digenjot Kompetensinya Lewat Program Guru Belajar
1.036 Guru SMP Padang Pariaman Digenjot Kompetensinya Lewat Program Guru Belajar
Dukung UMK Sumbar Naik Kelas, Hutama Karya Gelar Pelatihan Smart Marketing dan Beri Bantuan Kemasan Gratis
Dukung UMK Sumbar Naik Kelas, Hutama Karya Gelar Pelatihan Smart Marketing dan Beri Bantuan Kemasan Gratis
Kafilah MTQ KORPRI Sumbar ke Makassar, 38 Peserta Disiapkan Pertahankan Gelar Juara Umum
Kafilah MTQ KORPRI Sumbar ke Makassar, 38 Peserta Disiapkan Pertahankan Gelar Juara Umum